Lifestyle
6 Penyebab Mood Swing, Perlu Kamu Ketahui Mulai dari Sekarang

foto ilustrasi: istimewa
FAKTUAL-INDONESIA: Apakah kamu mengetahui penyebab mood swing? Mood swing atau perubahan suasana hati merupakan hal yang manusiawi dan normal untuk dirasakan oleh siapa saja. Mood swing dapat terjadi pada saiapa saja dan menjadi bagian dala kehidupan.
Kamu bisa saja merasa bersemangat, senang dan positif di pagi hari, lalu tiba-tiba suasana hati menjadi mudah kesal pada siang hari. Perubahan suasana hati atau mood swing seperti ini sangat normal terjadi.
Namun, sebagian orang dapat mengalami mood swing yang ekstrem, serius, dan tidak dapat diprediksi hingga dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.
Berikut penyebab mood swing yang sudah faktualid.com lansir dari orami.co.id.
Daftar isi
1. Sakit atau Cedera
Penyebab mood swing yang pertama adalah sakit atau cedera. Mood swing memang perubahan yang terjadi dalam diri secara emosional, namun perubahan hati ini juga ditemukan memiliki hubungan dengan penyakit kronis atau cedera akut yang berdampak pada otak, misalnya stroke dan geger otak.
Penelitian yang dilakukan oleh Diabetes Technology and Therapeutics, menunjukkan pasien diabetes dan depresi komorbid memiliki tingkat kecemasan yang tinggi, lebih sering marah dan kualitas hidup lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki depresi. Penelitian juga menemukan kaitan antara tingkat glikemik tinggi dengan kualitas
hidup yang lebih rendah dan suasana hati yang negatif.
2. Hormon
Penyebab mood swing yang kedua adalah hormon. Hormon estrogen juga berperan dalam menyebabkan mood swing. Naik turunnya kadar hormon adalah hal yang normal dan tidak diketahui menyebabkan perubahan mood, misalnya saja pada siklus menstruasi.
Mood swing juga bisa muncul saat hormon sedang mengalami perubahan, misalnya ketika terjadi kehamilan dan menopause.
Obat-obatan tertentu yang meregulasi hormon hormon seperti pengontrol kehamilan, dapat meringankan mood swing akibat siklus mentrusasi, tapi sebagian orang juga mengalami efek samping sebaliknya, yaitu mengalami mood swing.
Baca juga: 6 Manfaat Pull Up, dapat Meningkatkan Mood
3. Masa Pertumbuhan
Penyebab mood swing yang ketiga adalah masa pertumbuhan. Anak-anak dan remaja juga dapat mengalami perubahan mood dan mungkin mudah tantrum seiring mereka belajar mengatur emosinya. Hal ini normal dan menjadi bagian dari pengembangan emosi yang dibutuhkan.
Namun mood swing dan tantrum yang tidak biasa juga perlu diwaspadai karena merupakan salah satu tanda si kecil mungkin mengidap kelainan yang belum teridentifikasi.
Misalnya Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Pada remaja mood swing cenderung terjadi akibat perubahan hormon hingga mereka menginjak umur dewasa dan perlahan akan stabil.
4. Gangguan Kesehatan Mental
Penyebab mood swing yang keempat adalah gangguan kesehatan mental. Beberapa gangguan kesehatan mental berkolerasi langsung dengan mood swing, contohnya:
- Gangguan bipolar, yaitu gangguan emosi yang membuat pengidapnya merasa sangat senang hingga sangat sedih. Namun mood swing akibat gangguan bipolar umumnya hanya terjadi beberapa kali dalam setahun.
- Depresi, yang salah satu gejalanya adalah mengalami perasaan sedih yang ekstrem dalam kurun waktu yang lama.
- Gangguan Cyclothymia, pengidapnya juga mengalami emosi yang naik turun mirip dengan gangguan bipolar, namun dengan intensitas yang lebih ringan.
Kondisi kesehatan mental lainnya juga dapat menyebabkan mood swing, misalnya ADHD atau schizopherania. Segala kondisi dengan gangguan kesehatan mental dapat diatasi dan dikelola dengan kombinasi pengobatan, perubahan gaya hidup dan terapi yang tepat.
5. Obat-Obatan Tertentu
Penyebab mood swing yang kelima adalah obat-obatan tertentu. Obat-obatan tertentu dapat memengaruhi mood seseorang, secara langsung dan tidak langsung. Diketahui dari hasil penelitian Patient Preference and Adherence bahwa salah satu efek samping obat antidepresan adalah merasa mati rasa secara emosional.
Obat-obatan seperti antidepresan bertujuan membantu meregulasi emosi, ketika menghentikan pengobatan, mood swing dapat saja terjadi pada pasien, Pengidap gangguan bipolar yang menderita mood swing dan mendapatkan salah diagnosis, lalu diberikan obat antidepresan jenis tertentu juga bisa mengalami efek samping mood swing dan memicu episode mania.
Baca juga: Perlu Diketahui, 7 Cara Menjaga Kesehatan Mental
6. Pemicu Umum Lainnya
Penyebab mood swing yang terakhir adalah pemicu umum lainnya. Terkadang beberapa faktor umum lainnya yang terjadi dalam hidup kamu juga dapat memicu mood swing, misalnya:
- Stres dari pekerjaan, masalah di rumah, dan lain sebagainya.
- Terjadi perubahan signifikan dalam hidup, misalnya kematian seseorang yang dekat, mengalami pemutusan hubungan kerja atau lainnya.
- Kebiasaan tidur yang tidak berkualitas atau kurang tidur.
- Konsumsi makanan dan minuman yang kurang sehat dan seimbang.***














