Lifestyle
7 Efek Duduk Terlalu Lama, Ternyata Bahaya Lho!

foto ilustrasi: istimewa
FAKTUAL-INDONESIA: Apakah anda mengetahui efek duduk terlalu lama? Duduk terlalu lama artinya anda hanya menggunakan sedikit energi, dan kurang gerak dapat memicu berbagai masalah kesehatan, jadi sebaiknya perlu anda perhatikan.
Sebuah studi yang dilakukan oleh American Cancer Society menemukan bahwa hubungan antara duduk terlalu lama dengan meningkatnya risiko kematikan akibat berbagai penyebab.
Studi yang dipublikasikan di American Journal of Epidemiology ini menyebutkan bahwa penyebab tertinggi kematian pada orang yang duduk terlalu lama adalah kanker, penyakit jantung koroner, diabetes, penyakit ginjal dan stroke.
Berikut beberapa efek duduk terlalu lama lainnya yang sudah faktualid.com lansir dari orami.co.id.
Daftar isi
1. Sakit Punggung dan Leher
Efek duduk terlalu lama yang pertama adalah sakit punggung dan leher. Hal ini biasa terjadi apabila anda terlalu lama duduk dengan menatap layar komputer.
Menurut Gregory Billy, M.D., profesor ortopedi dan rehabilitasi di Penn State University, sakit punggung dan leher dapat terjadi setelah duduk selama 4 jam.
Baca juga: 5 Cara Agar tidak Bungkuk Saat Seharian Menatap Layar Komputer
2. Gangguan Kecemasan dan Depresi
Efek duduk terlalu lama yang kedua adalah gangguan kecemasan dan depresi. Tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, duduk yang terlalu lama juga dapat menyebabkan masalah mental. Misalnya gangguan kecemasan dan depresi.
Berdasarkan jurnal Mental Health and Physical Activity, semakin lama seseorang duduk, semakin besar juga risiko bagi mereka untuk menderita gangguan mental. Di sisi lain, penelitian lain menunjukkan bahwa semakin banyak orang bergerak sepanjang hari, maka mereka juga akan semakin bahagia.
3. Kelemahan Tulang
Efek duduk terlalu lama yang ketiga adalah kelemahan tulang. Kesehatan tulang juga terganggu jika anda terlalu banyak menghabiskan waktu untuk duduk. Hal ini biasanya paling sering terjadi pada orang lanjut usia.
Lansia yang kurang aktif lebih mungkin untuk mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas sehari-hari, seperti mandi atau pergi ke toilet karena mereka lebih berisiko untuk mengalami osteoporosis.
Selain memengaruhi tulang, duduk yang terlalu lama juga bisa berakibat negatif pada otot. Semakin jarang anda menggunakan otot tubuh, maka akan semakin besar untuk kehilangan kekuatan otot.
4. Kanker
Efek duduk terlalu lama yang keempat adalah kanker. Semakin lama waktu anda untuk duduk juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker. Kanker yang dimaskud yakni kanker usus besar dan paru-paru.
Bahkan, wanita yang lebih tua memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena kanker payudara. Journal of National Cancer Institute melaporkan bahwa setiap tambahan 2 jam per hari yang dihabiskan untuk duduk, risiko kanker usus besar dan kanker paru-paru naik sebanyak 8 persen dan 10 persen.
Baca juga: Wajib Dicoba, 10 Cara Mengusir Kebosanan Pada Saat WFH
5. Obesitas
Efek duduk terlalu lama yang kelima adalah obesitas. Ketika anda duduk terlalu lama, kalori dalam tubuh yang terbakar hanya sedikit. Maka, kemampuan hormon insulin untuk memindahkan glukosa dari darah dan masuk ke dalam sel dapat menurun.
Dikutip dari Healthline, bergerak menyebabkan otot tubuh melepaskan molekul seperti lipoprotein lipase, yang membantu memroses lemak dan gula yang anda makan.
Namun, ketika anda menghabiskan sebagian besar hari untuk duduk, pelepasan molekul-molekul ini berkurang dan bagian belakang berisiko lebih besar melebar.
6. Pembekuan Darah
Efek duduk terlalu lama yang keenam adalah pembekuan darah. Gaya hidup yang kurang aktif bergerak dapat memperlambat alirah darah di kaki sehingga anda berisiko lebih besar untuk mengalami pembekuan darah.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal menemukan bahwa wanita yang duduk selama lebih dari 40 jam per minggu berisiko lebih dari 2 kali lipat untuk memiliki gumpalan darah yang bergerak ke paru-paru mereka dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari 10 jam.
7. Penyakit Jantung
Efek duduk terlalu lama yang terakhir adalah penyakit jantung. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American College of Sports Medicine menemukan bahwa pria yang menghabiskan lebih dari 23 jam per minggu menonton televisi memiliki risiko 64 persen lebih besar meninggal akibat penyakit kardiovaskular dibandingkan pria yang menonton tv selama 11 jam.
Selain itu, para ahli juga mengatakan orang yang lebih banyak duduk memiliki risiko 147 persen lebih tinggi menderita serangan jantung atau stroke.***














