Kesehatan
6 Bahaya Menyusui Sambil Main HP, Hindari Si Kecil dari Radiasi

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Bermain gawai atau Handphone (HP) saat ini tidak bisa dihindari dari aktivitas sehari-hari, termasuk pada ibu menyusui. Tak sedikit ibu yang main saat HP saat menyusui. Meski terlihat normal saja, namun ada bahaya menyusui sambil main HP yang nantinya dapat merugikan.
Dianggap bisa mengusir kejenuhan saat menyusui, banyak ibu, khususnya ibu milenial, melakukan ini. Meski bisa mengusir kebosanan, pada kenyataannya kebiasaan ini mempunyai dampak buruk bagi ibu dan bayinya.
Memang hal ini menuai banyak perdebatan. Meski begitu, memang akan lebih baik para ibu meninggalkan kebiasaan ini agar terhindar dari bahaya menyusui sambil main HP.
Baca juga: Bayi selalu Rewel, Bisa Jadi Minta Diatasi Perutnya yang Kembung
Berikut beberapa bahaya menyusui sambil main HP yang telah faktualid.com rangkum dari doktersehat dan sumber lainnya.
Daftar isi
1. Kontak mata antara ibu dan bayi terganggu
Bahaya menyusui sambil main HP yang pertama yaitu mengganggu kontak mata antara ibu dan bayi. Kontak mata sangat penting saat bayi sedang dalam periode menyusui, terutama selama 6 bulan pertama masa kelahiran bayi. Tujuannya adalah untuk mempererat ikatan antara ibu dan anak.
Kontak mata antara ibu dengan Si kecil dapat meningkatkan pembelajaran di masa depan serta mendukung kemampuan komunikasi anak kelak, yang dilansir dari Parenting First Story. Pasalnya, kontak mata akan membuat otak serta emosi ibu dan bayi selaras.
2. Mengalihkan perhatian ibu
Seorang ibu yang mempunyai bayi perlu memastikan dirinya memperoleh ASI yang cukup. Hal ini mengharuskan ibu perlu memerhatikan bayi saat menyusui. Jika tidak, kebutuhan ASI bayi menjadi taruhannya.
Kebiasaan bermain ponsel ini ketika sedang menyusui malah akan menghambat dan mengalihkan perhatian sang ibu. Sibuk pada gawai saat menyusui memungkinkan bayi tidak mendapatkan asupan ASI yang cukup. Kebiasaan ini juga bisa membuat ibu lupa untuk menghentikan aktivitas menyusuinya saat bayi sudah kenyang.
3. Sulit mengenali pola menyusui
Bahaya menyusui sambil main HP berikutnya yaitu ibu kesulitan mengenali pola menyusui bayinya. Fokus yang teralihkan ketika sedang menyusui sangat dibutuhkan. Hal ini akan menyulitkan ibu mengetahui pola menyusui bayi.
Mengenali pola menyusui dapat memastikan jumlah ASI yang tercukupi. Selain sulit menyadari pola menyusui, kebiasaan ini juga bisa membuatnya bayi merasa tidak nyaman dan tidak teralihkan ketika bayi mulai terlelap. Padahal, Anda harus memastikan bahwa asupan ASI tercukupi.
Baca juga: Bernutrisi, Makanan yang Seharusnya Dikonsumsi Ibu Menyusui
4. Masalah perilaku pada anak
Selain sulit mengenali pola menyusui, bahaya menyusui sambil main HP lainnya adalah menyebabkan masalah perilaku pada anak. Kondisi ini berkaitan dengan hormon stres sang bayi yang akan muncul saat mencari perhatian ibunya.
Sebaiknya, fokuskan perhatian Anda pada Si kecil saat menyusi agar terhindar dari kondisi ini. Luangkan waktu beberapa menit pada saat menyusui sang buah hati.
5. Risiko paparan radiasi
Salah satu bahaya menyusui sambil main HP yang tidak kalah penting adalah risiko paparan radiasi. Setiap gadget diketahui memancarkan radiasi yang mudah menyerap ke dalam tubuh manusia, apalagi bayi yang sangat rentan.
Penggunaan HP saat menyusui hanya akan membuat radiasi tersebut merusak struktur DNA bayi, sel-sel otak, bahkan bisa enyebabkan kanker serta penyakit lainnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa radiasi ponsel sebagai Karsinogen Kelas 2B yang sama dengan timbal, bahan bakar jet, dan DDT.
Itulah mengapa sangat disarankan untuk menjauhkan gadget dari bayi, bukan hanya saat menyusui, namun juga setiap saat.
6. Menyebabkan bayi tidak fokus menyusu dan mencari perhatian
Bahaya menyusui sambil main HP yang terakhir adalah menyebabkan bayi tidak fokus saat menyusui. Perhatian yang teralihkan pada ponsel membuat Si kecil berusaha mendapatkan perhatian Anda kembali dengan mengoceh tidak jelas, bahkan menarik-narik wajah Anda.
Menurut sebuah studi, bayi cenderung menyerang untuk mendapatkan perhatian orang tua. Hal ini akan memicu hormon stres pada anak. Pada gilirannya, anak akan mulai panik hingga menangis.***













