Internasional
Gempa Dahsyat Myanmar, BNPB Pastikan Tak Ada WNI yang Jadi Korban

Gempa dahsyat di Myanmar telah menyebabkan lebih dari 2.000 orang tewas. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Korban tewas gempa dahsyat di Myanmar dan Thailand pada 28 Maret lalu, kini telah mencapai 2.000an orang.
Alhamdulilah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban bencana gempa bumi di Myanmar.
Baca Juga : Gempa Dahsyat Myanmar: Jumlah Meninggal Meningkat Capai 1.600 Orang Lebih, Warga Mencari Korban dengan Tangan Kosong
“Sejauh ini WNI aman, Alhamdulillah baik. Yang luka-luka, apalagi korban jiwa tidak ada,” kata Suharyanto saat ditemui saat jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (2/4/2025), seperti dikutip Antara.
Informasi itu didapat BNPB dari beberapa pihak sesaat setelah gempa tersebut terjadi pada 28 Maret 2025 lalu.
Walau demikian, Suharyanto belum bisa memastikan kondisi terkini WNI yang masih berada di Myanmar setelah terjadi gempa.
Dia juga enggan menjelaskan jumlah WNI yang bertahan di Myanmar usai gempa.
Baca Juga : Lebih dari 1.000 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Gempa Dahsyat di Myanmar
“Nanti untuk lebih jelasnya dari Kemlu ya, nanti dari ada yang bisa menjawab,” kata Suharyanto.
Saat ini dia hanya fokus untuk mengirimkan personel BNPB, Basarnas dan Baznas ke Myanmar untuk membantu proses evakuasi korban gempa.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 melanda Myanmar bagian tengah pada Jumat (28/3). Getaran gempa juga terasa hingga India, Thailand, Bangladesh, Laos, dan China.***














