Connect with us

Internasional

Sekutu Ukraina Suntik Ratusan Juta Dolar Borong Senjata Amerika, Peringatkan Rusia Perang Berakhir 2026

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, secara khusus mengapresiasi lima negara yang menjadi motor penggerak bantuan untuk Ukraina kali ini: Inggris, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Lituania.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, secara khusus mengapresiasi lima negara yang menjadi motor penggerak bantuan untuk Ukraina kali ini: Inggris, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Lituania.

FAKTUAL INDONESIA: Pertemuan Ukraine Defense Contact Group (UDCG) di Brussels, Kamis (13/2/2026) menjadi panggung ketegasan baru bagi negara-negara Barat dalam mendukung Ukraina dan mendesak Rusia.

Tidak hanya sekadar retorika, lima negara resmi berkomitmen menyuntikkan dana ratusan juta dolar untuk memborong senjata Amerika Serikat demi memperkuat pertahanan Ukraina.
Langkah ini diambil guna memenuhi daftar kebutuhan prioritas (Priority Requirements List atau PURL) yang diajukan Kyiv untuk menghadapi tekanan Rusia yang belum mereda.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, secara khusus mengapresiasi lima negara yang menjadi motor penggerak bantuan kali ini: Inggris, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Lituania.

“Kontribusi mereka mencapai angka ratusan juta dolar,” ujar Rutte dalam konferensi pers usai pertemuan.

Tak hanya dana segar, bantuan fisik berupa sistem pertahanan udara juga menjadi sorotan.

Advertisement

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, mengumumkan kesiapan Berlin untuk mengirimkan lima peluru kendali pencegat (interceptor) tambahan. Namun, ia memberikan catatan bahwa pengiriman ini bergantung pada kesediaan negara lain untuk menggenapkan total bantuan menjadi 30 unit.

Pesan Tegas untuk Putin

Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, memberikan pernyataan yang cukup menyentuh sekaligus menantang. Ia mengingatkan kembali bagaimana Vladimir Putin awalnya meremehkan Ukraina dengan mengira perang akan selesai dalam hitungan hari.

“Empat tahun berlalu, pasukan Ukraina justru mampu menghantam target jauh di dalam wilayah Rusia, memberikan kerugian besar di garis depan, dan merebut kembali wilayah mereka,” tegas Healey.

Healey juga mengonfirmasi bahwa total dukungan yang dijanjikan dalam pertemuan tersebut mencapai angka fantastis, yakni £35 miliar (sekitar $48 miliar). Ambisinya jelas: menjadikan tahun 2026 sebagai titik di mana Rusia tidak lagi mampu melanjutkan agresinya.

Advertisement

Kondisi di Lapangan: Teror Infrastruktur
Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov, yang hadir untuk pertama kalinya dalam forum UDCG, menyampaikan terima kasih mendalam. Menurutnya, bantuan ini krusial karena taktik Rusia kini bergeser ke arah teror warga sipil.

“Putin tidak bisa menang di medan tempur, itulah sebabnya dia meneror penduduk sipil dan menghancurkan infrastruktur energi kami,” ungkap Fedorov.

Pernyataan ini diperkuat oleh Mark Rutte yang baru saja kembali dari kunjungannya ke Ukraina pekan lalu. Ia menyaksikan langsung kehancuran yang terjadi dan menegaskan bahwa persatuan sekutu saat ini berada di level tertinggi untuk memastikan Ukraina tetap tegak berdiri.***

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement