Internasional
Mojtaba, Putra Ali Khamenei, Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Trump: Tidak akan Bertahan Lama

Putra Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei (tengah) diinformasikan terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru yang ditanggapi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak akan bertahan lama.
FAKTUAL INDONESIA: Iran hampir dipastikan memilih Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei menjadi Pemimpin Tertinggi Iran. “Nama Khamenei akan terus berlanjut,” kata anggota Majelis Pakar Iran, Minggu (8/3/2026), yang mempunyai kewenangan memilih Pemimpin Tertinggi di Negara Republik Islam itu.
Pernyataan dari Ayatollah Hosseinali Eshkevari, anggota Majelis Pakar atau dewan ulama lewat sebuah video yang diterbitkan di media Iran, menjadi indikasi kuat terpilihnya Mojtaba untuk menggantikan Ali Khamenei yang tewas dalam serangan pertama Amerika Serikat (AS) dan Israel ke negara tersebut.
Meskipun tidak secara khusus menyebutkan nama Mojtaba namun Eshkevari menegaskan, pemungutan suara untuk memilih Pemimpin Tertinggi yang baru telah dilakukan.
“Dengan mayoritas suara, orang yang akan melanjutkan jalan Imam Khomeini dan jalan martir Imam Khamenei telah terpilih. Nama Khamenei akan terus berlanjut. Pemungutan suara telah dilakukan dan akan segera diumumkan,” kata Eshkevari, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Sekretaris dewan, Hosseini Bushehri, akan mengumumkan pengganti Ayatollah Ali Khamenei – yang tewas sebelumnya dalam konflik tersebut – kata Ahmad Alamolhoda, ulama lainnya, kepada media pemerintah.
Dua sumber Iran mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa Mojtaba Khamenei, yang membangun pengaruh di dalam pasukan keamanan Iran dan jaringan bisnis yang luas di bawah ayahnya, tetap menjadi favorit utama. Memilihnya akan menandakan bahwa kelompok garis keras tetap memegang kendali penuh.
Terpilihnya Mojtaba hampir dipastikan pula akan makin memanaskan Presiden AS, Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Washington harus memiliki suara dalam pemilihan tersebut. “Jika dia tidak mendapat persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” katanya kepada ABC News.
Trump mengatakan kepada wartawan di Air Force One bahwa ia tidak mencari negosiasi untuk mengakhiri konflik, yang telah menaikkan harga energi global, mengganggu bisnis, dan menghambat perjalanan udara.
“Pada titik tertentu, saya rasa mungkin tidak akan ada lagi yang mengatakan, ‘Kami menyerah’,” katanya.
Sedangkan Israel mengatakan pihaknya terus menargetkan tokoh-tokoh senior Iran, termasuk Abolqasem Babaian, kepala kantor militer pemimpin tertinggi yang baru diangkat, yang tewas dalam serangan hari Sabtu.
Netanyahu mengatakan pemerintahnya akan melanjutkan serangan dan menyerang penguasa Iran tanpa ampun.
“Kami memiliki rencana terorganisir dengan banyak kejutan untuk menggoyahkan rezim dan memungkinkan perubahan,” katanya dalam pernyataan video.
Israel Gencarkan Serangan
Pada hari Minggu Israel menyerang depot bahan bakar di Teheran dan konflik meluas setelah Bahrain mengatakan serangan Iran telah merusak salah satu pabrik desalinasi mereka.
Saat pertempuran meningkat pada hari kesembilan kampanye AS-Israel melawan Iran, asap hitam tebal menyelimuti Teheran pada hari Minggu, kata warga, setelah serangan terhadap fasilitas penyimpanan minyak menerangi langit malam dengan kepulan api oranye.
Pada hari Sabtu, Iran menuduh Amerika Serikat menyerang pabrik desalinasi di Pulau Qeshm, mengganggu pasokan air ke 30 desa dan menyebutnya sebagai langkah berbahaya dengan konsekuensi serius.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan serangan skala besar itu menandai fase baru yang berbahaya dari konflik tersebut dan merupakan kejahatan perang.
“Dengan menargetkan depot bahan bakar, para agresor melepaskan bahan berbahaya dan zat beracun ke udara,” tulisnya di X.
Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Nadav Shoshani, mengatakan kepada wartawan bahwa depot tersebut digunakan untuk membiayai upaya perang Iran, termasuk memproduksi atau menyimpan propelan untuk rudal balistik. “Itu adalah target militer yang sah,” katanya.
Menyerang Negara-negara Teluk
Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain melaporkan serangan drone Iran pada hari Sabtu dan Minggu pagi, termasuk kebakaran besar yang melanda gedung perkantoran pemerintah di Kuwait.
Kementerian Dalam Negeri Kuwait mengatakan dua petugas tewas, sementara UEA mengatakan empat pekerja migran telah meninggal dalam serangan Iran di sana sejauh ini.
UEA mengatakan tim pertahanan udara telah menghancurkan 16 rudal balistik dan 113 drone yang ditembakkan ke arah negara Teluk tersebut pada hari Minggu. Satu rudal jatuh ke laut dan empat drone menghantam wilayah negara tersebut.
Bahrain mengatakan pada hari Minggu bahwa serangan drone Iran telah menyebabkan “kerusakan material” pada pabrik desalinasi, meskipun pasokan air tidak terganggu. Ini adalah pertama kalinya negara Arab mengatakan Iran menargetkan fasilitas desalinasi selama konflik tersebut.
Di Arab Saudi, dua orang tewas dan 12 luka-luka setelah sebuah proyektil menghantam daerah pemukiman di kota Al-Kharj, kata badan Pertahanan Sipil.
Riyadh telah memberi tahu Teheran bahwa serangan Iran yang berkelanjutan terhadap kerajaan dan sektor energinya dapat mendorong Riyadh untuk membalas, kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters.
Lebanon juga terseret ke dalam konflik setelah kelompok militan yang didukung Iran, Hizbullah, meluncurkan roket dan drone ke Israel pekan lalu, dengan hampir 400 orang tewas oleh Israel selama pekan lalu, kata kementerian kesehatan.
Israel menewaskan sedikitnya empat orang ketika menyerang sebuah hotel di pusat Beirut pada hari Minggu, dengan mengatakan bahwa mereka menargetkan komandan Iran yang beroperasi di kota itu — serangan pertama semacam itu di jantung ibu kota Lebanon — di tengah bombardir hebat di pinggiran selatan dan wilayah selatan serta timur negara itu. ***
Kirim Pasukan Khusus
Trump telah membenarkan operasi militer AS terbesar di Timur Tengah sejak invasi Irak tahun 2003 dengan mengatakan bahwa Teheran menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat, tanpa memberikan bukti. Ia juga mengatakan Iran terlalu dekat untuk dapat membangun senjata nuklir.
AS dan Israel telah membahas pengiriman pasukan khusus ke Iran untuk mengamankan persediaan uranium yang diperkaya tinggi di tahap selanjutnya dari perang, lapor Axios, mengutip sumber.
Ditanya pada hari Sabtu tentang pengiriman pasukan darat untuk mengamankan situs nuklir, Trump mengatakan itu adalah sesuatu yang hanya akan mereka lakukan jika Iran “begitu hancur sehingga mereka tidak akan mampu bertempur di darat.”
Serangan AS-Israel telah menewaskan sedikitnya 1.332 warga sipil Iran dan melukai ribuan lainnya, menurut duta besar Iran untuk PBB.
Serangan Iran telah menewaskan 10 orang di Israel. Setidaknya enam anggota militer AS telah tewas, dengan Iran mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka telah menyerang pangkalan AS di Kuwait. Israel mengatakan pada hari Minggu bahwa dua tentaranya tewas di Lebanon selatan. ***














