Connect with us

Hukum

Bejat! Calon Pendeta di NTT Setubuhi 6 Anak di Bawah Umur, Diancam Videonya Disebar

Avatar

Diterbitkan

pada

Calon Pendeta di NTT Setubuhi 6 Anak di Bawah Umur

Bejat! Calon Pendeta di NTT Setubuhi 6 Anak di Bawah Umur, Diancam Videonya Disebar. (Foto Ilustrasi: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Seorang pria bernama Sepriyanto Ayub Snae (SAS) yang merupaan calon pendeta (Vikaris) diketahui  sudah memperkosa 6 gadis dibawah umur. Keenam anak tersebut merupakan anggota jemaat gereja GMIT Siloam Nailan saat Sepriyanto jadi vikaris.

Kasus tersebut mencuat usai orangtua korban mengetahui anaknya diperkosa tak terima dan melaporkan perbuatan bejat SAS (35) ke Kepolisian Resor (Polres) Alor.

Kapolres Alor AKBP Ari Satmoko melalui Kasat Reskrim Iptu Jems Mbau membenarkan kasus ini sementara ditangani pihaknya.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kami sedang mengejar pelaku yang saat ini sudah berada di kota Kupang. Sementara kami berkoordinasi dengan pihak Polres Kota Kupang untuk menangkap yang bersangkutan,” kata Iptu Jems Mbau, Sabtu (3/9/2022).

Baca juga: Beraksi di Samping Istri, Ayah di Brebes Perkosa Anak Kandung hingga Hamil

Jems menjelaskan kasus pencabulan itu terjadi sekitar akhir Mei 2021 hingga akhir Maret 2022, saat pelaku bertugas di salah satu gereja setempat. Lokasi pencabulan itu terjadi di dalam kompleks gereja di wilayah Alor Timur Laut.

Advertisement

Saat menyetubuhi para korban, diduga pelaku merekam aksi bejatnya melalui telepon genggamnya. Korban juga diancam oleh pelaku akan menyebarkan video jika tak mau bersetubuh dengan pelaku.

Para korban, kata Jems, baru berani melaporkan kepada orang tuanya setelah vikaris Sepriyanto ini menyelesaikan tugas dan pulang Kupang.

“Mereka takut karena saat melakukan aksinya Vikaris Sepriyanto ini merekam, memvideokan. Lalu mengancam para korban jika berani melaporkan akan menyebarkan video tersebut lewat medsos,” ujar Iptu Jems, yang dikutip Senin (5/9/2022).

Baca juga: Keji !!! Ayah Perkosa 5 Anak Kandung dan 2 Cucunya di Ambon, Menteri PPPA: Pelaku Harus Dihukum Maksimal

Ada enam anak di bawah umur yang menjadi korban dari perbuatan pria tersebut. Mereka diketahui masih duduk di bangku SMP dan SMA di Kabupaten Alor yang berusia sekitar 15-16 tahun.

“Mereka adalah empat orang pelajar SMP yakni EIL (14), SOM (14), NALK (15), LA (14). Berikutnya dua orang pelajar SMA yakni HBM dan SA (16),” kata Iptu Jems.

Advertisement

Awalnya yang melaporkan jelas Iptu Jems ada 9 korban. Namun setelah diperiksa hanya 6 orang yang menjadi korban. Sebab, tiga orang lainnya sesuai pemeriksaan hanya mengalami pencabulan atau percobaan.

Atas kasus terkait calon pendeta di NTT setubuhi 6 anak di bawah umur tersebut, Majelis Sinode GMIT membatalkan SAS dilantik menjadi Pendeta. Setelah menjalani praktek sebagai vikaris (pendeta muda) selama setahun. Dia jadi vikaris di Gereja GMIT Siloam Nailan, Desa Waisika, Kecamatan Alor Timur Laut Kabupaten Alor, Provinsi NTT.

Baca juga: Terbukti Perkosa Belasan Santriwati, Herry Wirawan Dihukum Seumur Hidup

Polisi pun berkoordinasi untuk percepatan visum terhadap para korban untuk selanjutnya melakukan penangkapan kepada pelaku. “Kita juga akan berupaya menangkap terlapor yang saat ini berada di Kota Kupang,” pungkasnya.

Atas perbuatan bejat calon pendeta di NTT setubuhi 6 anak dibawah umur tersebut akan diproses dengan Pasal 81 ayat 5 Jo pasal 76 huruf d UU no. 17 tahun 2016 Tentang perubahan kedua atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU. Ancaman pidananya hukuman mati, seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement