Ekonomi
Rupiah Hari Selasa 15 September 2026: Kehilangan Tenaga Melemah 25 Poin, Rabu Masih Belum Pulih

Rupiah kembali melorot menghadapi tekanan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan valuta asing Selasa (15/9/2026). (Foto: Istimewa)
FAKTUAL INDONESIA: Mata uang rupiah kehilangan tenaga. Terpaksa lah rupiah kembali harus melangkah gontai hari ini, Selasa (15/9/2026).
Pada penutupan perdagangan nilai tukar rupiah ditutup melemah 25 poin atau setara 0,14 persen ke posisi Rp17.694 per dolar Amerika Serikat (AS).
Koreksi rupiah di penutupan lebih tinggi dari saat pembukaan perdagangan pagi hari ketika dibuka melemah hanya 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.670 dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.669 per dolar AS.
Sedangkan pada Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, mata uang Garuda juga merosot ke level Rp17.687 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.635 per dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Senin 14 September 2026: Makin Melemah setelah Purbaya Diganti Mendadak, Selasa Fluktuatif
Tekanan eksternal dari indeks dolar AS yang masih tangguh, ditambah respons pelaku pasar terhadap sentimen domestik, membuat rupiah belum mampu keluar dari zona merah.
Untuk kawasan regional Asia, bukan hanya rupiah yang terkoreksi. Hampir mayoritas mata uang Asia terseret melemah oleh dolar AS.
Di kawasan Asia Tenggara, baht Thailand merosot 0,56%, dolar Singapura 0,28%, peso Filipina 0,24%, dan ringgit Malaysia 0,14%.
Sementara untuk kawasan Asia hanya yuan China yang menguat. Sedangkan yen Jepang turun 0,49%. dolar Taiwan 0,42%, won Korea 0,33%, dan rupee India 0,12%.
Pemicu Utama Rupiah Terpeleset
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen datang dari eksternal yakni kelompok Houthi di Yaman yang beraliansi dengan Iran melancarkan serangan lanjutan terhadap Arab Saudi pada hari Senin, sembari memperkuat posisi mereka di titik-titik strategis di sepanjang Laut Merah.
Baca Juga : Rupiah Hari Jumat 11 September 2026: Limbung Tertekan Harga Minyak Dunia, Senin Dibayangi Kehati-hatian
“Posisi-posisi tersebut juga memungkinkan kelompok itu melancarkan lebih banyak serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Bab al-Mandab, sehingga mengancam pasokan minyak di kawasan tersebut,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Dari sentimen dalam negeri, keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suhasil Nazara menggantikan Purbaya Yudi Sadewa sebagai Menteri Keuangan yang baru untuk memperkuat kepercayaan terhadap disiplin fiskal dan kerangka defisit di bawah 3 persen.
Suahasil diharapkan mampu mengembalikan kepastian dan kredibilitas dalam pengelolaan fiskal serta memanfaatkan anggaran negara guna mendorong pertumbuhan.
Akan tetapi, tantangan yang menunggu Suahasil sejatinya jauh lebih besar daripada sekadar menjaga angka defisit. Sebab harus mengelola APBN di tengah kebutuhan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, membiayai program prioritas, menghadapi tekanan harga energi global, sekaligus mempertahankan kepercayaan investor terhadap kesehatan fiskal Indonesia.
Baca Juga : Rupiah Hari Kamis 10 September 2026: Terdepresiasi 36 Poin Gara-gara Sikap Menanti, Jumat Konsolidasi
Pemerintah memiliki ambisi pertumbuhan cukup tinggi. Dalam RAPBN 2027, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 6 persen, sementara belanja negara mencapai Rp4.097,2 triliun.
Pendapatan negara ditargetkan Rp3.426 triliun, sehingga pembiayaan mencapai Rp571,2 triliun dengan defisit 2,4 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka-angka itu sebenarnya sudah menunjukkan dilema yang akan dihadapi Suahasil.
Sebagai teknokrat fiskal yang berpengalaman dari internal Kementerian Keuangan, pengangkatan Suahasil tidak terlalu banyak mengejutkan pasar. Suahasil sebagai pilihan yang menjamin kesinambungan dan kredibilitas.
Baca Juga : Rupiah Hari Rabu 9 September 2026: Melesat 121 Poin Terbaik di Asia, Kamis Perlu Cermati CPI
Pelemahan rupiah pada transaksi hari ini dipicu oleh gabungan faktor eksternal dan domestik:
- Sikap Hawkish Bank Sentral AS (The Fed): Ekspektasi pasar terkait kebijakan suku bunga AS yang bertahan tinggi (higher for longer) terus memoles keperkasaan greenback.
- Kenaikan Harga Minyak Dunia: Ketegangan geopolitik global yang mengerek harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi serta memperberat beban impor nasional.
- Sentimen Transisi Fiskal: Pelaku pasar modal dan valas di dalam negeri masih berhati-hati memantau kesinambungan kebijakan anggaran pasca-pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan.
Prediksi Rabu, 16 September 2026
Memasuki pertengahan pekan, Rabu (16/9/2026), mata uang rupiah diproyeksikan masih akan bergerak berfluktuasi namun berpotensi ditutup melemah tipis.
Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.690-Rp17.750 per dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Hari Selasa 8 September 2026: Ditopang Amunisi Cadev Berbalik Menguat, Rabu Berpotensi Menguat Terbatas
Parameter Perdagangan Proyeksi Rabu (16/9/2026)
Rentang Pergerakan Rp17.670 – Rp17.730 per dolar AS
Kecenderungan Tren Konsolidasi / Melemah Terbatas
Level Support Utama Rp17.650
Level Resistance Utama Rp17.750
Analis memperkirakan Bank Indonesia akan tetap aktif di pasar intervensi valas guna menahan depresiasi yang terlalu tajam dan menjaga stabilitas mata uang Garuda di area batas psikologis. ***













