Connect with us

Ekonomi

Harga Sapi Jelang Natal dan Nataru 2026 Terkendali, Kata Wamentan

Diterbitkan

pada

Harga Sapi Jelang Natal dan Nataru 2026 Terkendali, Kata Wamentan

Wamentan sebut harga sapi terkendali jelang Natal dan Tahun Baru. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan dan harga sapi hidup di tingkat produsen masih berada dalam kondisi terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Menurutnya, harga sapi di kandang peternak saat ini masih berada di bawah batas harga acuan yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, harga acuan pembelian (HAP) sapi hidup di tingkat produsen ditetapkan pada rentang Rp 56.000 hingga Rp 58.000 per kilogram bobot badan.

Baca Juga : Tiket Kereta Api DAOP 1 Terjual 57 Persen saat Nataru

“Stok sapi saat ini mencukupi dan harga di tingkat produsen berada di kisaran Rp 52.000 per kilogram. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan harga acuan,” ujar Sudaryono, seperti dikutip Antara, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, harga acuan pembelian (HAP) sapi hidup di tingkat produsen ditetapkan pada rentang Rp 56.000 hingga Rp 58.000 per kilogram bobot badan.

Menurut Sudaryono, stabilitas harga sapi juga ditopang oleh pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang memberikan kepastian pasar bagi produk peternakan, sehingga meningkatkan keyakinan peternak dalam menjalankan usaha.

Advertisement

Baca Juga : Jelang Nataru, Polisi Perketat Keamanan Bandara Soekarno-Hatta

“Program MBG menjadi jaminan pasar. Dahulu, masih ada susu sapi perah yang tidak terserap. Sekarang, dengan adanya MBG, seluruh produksi terserap dan tidak ada lagi peternak yang kesulitan memasarkan hasilnya,” katanya.

Sudaryono turut mendorong Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) untuk berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan, khususnya pada komoditas daging sapi.

“Kami berharap APPSI dapat menjadi mata, telinga, dan corong pemerintah. Jika ada hal yang baik, sampaikan. Jika ada persoalan di lapangan, segera laporkan agar bisa kita selesaikan bersama,” tegasnya.***

 

 

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement