Connect with us

Ekonomi

Ara Tinjau Lahan di Senen, Rusun untuk Warga Bantaran Rel Segera Dibangun

Diterbitkan

pada

Menteri Ara segera bangun rusun di Bantaran Rel Kereta Stasiun Senen Jakarta. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau lahan di kawasan Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan rumah susun (rusun). Proyek ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan hunian layak bagi warga yang tinggal di bantaran rel kereta api.

Dalam kunjungan tersebut, Maruarar didampingi Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria. Lahan seluas 1,4 hektare milik Angkasa Pura itu dinilai strategis untuk dimanfaatkan sebagai hunian bagi masyarakat yang belum memiliki rumah.

Menurut Maruarar, pemerintah tengah menyiapkan skema pembangunan terbaik yang akan diputuskan dalam waktu dekat. Ia menyebutkan, ada dua opsi utama yang dipertimbangkan, yaitu pembangunan oleh Perumnas menggunakan dana negara, atau melibatkan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Skemanya akan diputuskan segera. Yang pasti, pembangunan rusun ini akan dipercepat,” ujarnya.

Dony Oskaria menambahkan, proyek ini ditargetkan mulai dikerjakan pada Mei 2026, dengan proses groundbreaking dilakukan secepat mungkin. Ia menegaskan bahwa rusun ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga bantaran rel di Senen, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum yang membutuhkan hunian.

Advertisement

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumnas, Imelda Alini, mengungkapkan kesiapan pihaknya untuk membangun tahap awal sebanyak dua tower rusunawa dengan total sekitar 1.000 unit. Pembangunan direncanakan mulai Desember 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan, menggunakan anggaran APBN.

Setiap unit rusun dirancang memiliki luas sekitar 45 meter persegi, yang diprioritaskan untuk relokasi warga dari bantaran rel.

Di sisi lain, Yayasan Buddha Tzu Chi Medika Indonesia juga menawarkan dukungan melalui program CSR. Mereka berencana membangun sembilan tower rusun gratis dengan ketinggian empat lantai.

Total sekitar 690 unit dapat disediakan, dengan luas unit berkisar antara 36 hingga 45 meter persegi. Proyek ini bahkan ditargetkan bisa dimulai pada Mei 2026 dan selesai dalam waktu satu tahun.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung ke kawasan bantaran rel di Senen. Usai kunjungan tersebut, ia langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk mempercepat pembangunan hunian layak sekaligus fasilitas pendukung seperti MCK bagi warga setempat.

Advertisement

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan, khususnya mereka yang masih tinggal di kawasan rawan dan tidak layak huni.***

 

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca