Connect with us

Ekonomi

5000 Buruh Berunjuk Rasa di Senayan, Tuntut Kenaikan Upah 8,5 Hingga 10,5 Persen di 2026

Diterbitkan

pada

5000 Buruh Berunjuk Rasa di Senayan, Tuntut Kenaikan Upah 8,5 Hingga 10,5 Persen di 2026

Demo buruh hari ini, 30 Oktober dipusatkan di JCC Senayan. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Sekitar 5.000 buruh dari Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (30/10/2025). Salah satu tuntutan mereka adalah kenaikan upah 8,5 hingga 10,5 persen di 2026.

Aksi serupa juga digelar di sejumlah kota lain, seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Banda Aceh, Medan, Batam, Pekanbaru, Lampung, Banjarmasin, Samarinda, Makassar, Manado, Gorontalo, Mataram, hingga Manokwari.

Semula, aksi unjuk rasa akan dipusatkan di depan Gedung DPR RI Senayan. Namun aksi tersebut dipindah dengan alasan agar fokus memperkuat kesadaran dan arah perjuangan buruh.

Baca Juga : Raja Charles Bungkam Diejek Pengunjuk Rasa tentang Hubungan Pangeran Andrew dengan Terpidana Kejahatan Seksual Epstein

“Pemilihan lokasi ini diputuskan dengan pertimbangan agar fokus pada konsolidasi massa aksi dan pendalaman isu, sehingga anggota memahami arah perjuangan organisasi,” kata Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam keterangan persnya di akun sosial media resmi KSPI, Kamis (30/10/2025).

Menurut dia, tuntutan ‘Demo Buruh 30 Oktober 2025’ dalam aksi kali ini, terdapat empat isu utama yang disuarakan KSPI dan Partai Buruh, yaitu  pertama, HOSTUM (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah);  kedua, kenaikan upah minimum sebesar 8,5–10,5 persen; ketiga, pencabutan PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pekerja Alih Daya;  dan keempat, Pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi.

Advertisement

Baca Juga : Setelah Sepekan Unjuk Rasa Berakhir, Transaksi 7 Gerbang Tol Dalam Kota Kembali Normal

“Aksi ini bersifat damai, konstitusional, anti kekerasan, serta dilarang melakukan tindakan anarkis maupun merusak fasilitas publik dan properti pribadi,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika tuntutan tidak dipenuhi, KSPI menyiapkan aksi Mogok Nasional yang melibatkan lima juta buruh di 38 provinsi, 300 kabupaten/kota, dan lebih dari 5.000 perusahaan di seluruh Indonesia.

Sementara itu berdasarkan, laman resmi korlantas.polri.go.id, Kamis (30/10/2025), massa mulai berkumpul sejak pagi dan berencana melakukan long march menuju Gedung DPR RI sekitar pukul 10.30 WIB.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki menyebut total personel gabungan yang dikerahkan mencapai 1.597. Mereka telah disiagakan sejak pagi untuk menjaga situasi tetap kondusif.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement