Connect with us

Ekonomi

Inflasi Kota Solo Selama Ramadan Tercatat 1,47 Persen

Diterbitkan

pada

Kenaikan harga minyak goreng memicu inflasi di Solo. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Inflasi di Kota Solo selama bulan Ramadan tercatat sebesar 1,47 persen. Inflasi selama bulan April tersebut dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas, diantaranya bahan bakar minyak (BBM).

“Inflasi dipicu kenaikan harga BBM, minyak goreng  dan tarif angkutan udara. Selain itu, harga bawang putih, es, daging ayam ras, telur ayam ras,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta, Totok Tavirijanto, Selasa (10/5/2022).

Selain itu juga kenaikan harga mobil juga menjadi pendorong terjadinya inflasi di Kota Solo. Ada juga sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga yang menghambat besarnya inflasi.

Diantaranya cabai rawit, cabai merah, sepeda motor, bawang merah, tomat, dan pasta gigi. Lebih lanjut, Totok mengatakan untuk tingkat inflasi tahun kalender Januari-April 2022 sebesar 3,16 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun April 2022 terhadap April 2021 sebesar 4,65 persen.

“Jika dibanding pada bulan yang sama tahun sebelumnya, kali ini lebih tinggi. Saat itu, inflasi hanya 0,02 persen,” jelasnya lagi.

Advertisement

Inflasi di Kota Solo bulan April menjadi tertinggi ketiga kota di Provinsi Jawa Tengah. Tertinggi pertama adalah Kota Cilacap sebesar 1,68 persen. Diikuti Kota Purwokerto sebesar 1,65 persen. Kota Solo sebesar 1,47 persen.

Disusul Kota Kudus sebesar 1,27 persen. Kota Tegal sebesar 0,90 persen dan Kota Semarang sebesar 0,86 persen.

“Inflasi kali ini terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,10 pada Maret 2022 menjadi 110,70 pada April 2022,” katanya..

Lebih lanjut, Totok menjelaskan kelompok makanan, minuman dan tembakau naik 2,33 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,59 persen. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik 0,33 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 1,63 persen. Kelompok kesehatan naik 0,83 persen.

Selain itu, kelompok transportasi juga naik 3,37 persen. Kelompok rekreasi, olah raga, dan budaya naik 1,54 persen. Kelompok pendidikan naik 0,03 persen. Kelompok penyediaan makanan, minuman/restoran naik 1,59 persen.

Advertisement

“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 1,29 persen. Sebaliknya kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan turun 0,01 persen,” pungkasnya. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement