Connect with us

Ekonomi

Aria Bima Sebut Kenaikan Harga Minyak Goreng Jelang Nataru, Mengagetkan

Diterbitkan

pada

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) cenderung stabil, kecuali minyak goreng. Kenaikan harga minyak goreng saat ini cukup mengagetkan.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima menyebut pemerintah telah berusaha untuk melakukan berbagai skenario untuk menekan harga minyak goreng di pasaran.

“Ini sektor yang mengagetkan adalah minyak goreng, yang biasanya hanya Rp 11.000 perliter bisa sampai Rp20.000 mungkin hari ini bisa sampai Rp21.000,” jelas Aria Bima di sela-sela sosialisasi BUMN sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional, di Hotel Tosan Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (21/12/2021).

Menurut poliitisi PDI P tersebut skenario yang dilakukan kemarin adalah dengan menggunakan iuran sawit hingga kewajiban pasok domestik atau domestic market obligation (DMO).

“Tapi DMO katanya akan mengubah struktur harga kalau sampai DMO yang 20 pesen kebutuhan nasional. Maka kita akan akan lanjutkan dulu besok pembahasan  persoalan minyak goreng,” jelasnya lagi.

Advertisement

Penyebab naiknya harga minyak goreng karena harga sawit di pasar dunia yang tinggi. Sehingga ada kecenderungan produsen CPO melakukan ekspor.

“Untuk itu perlu diberlakukan kebijakan DMO,” katanya.

Selain minyak goreng, harga kebutuhan pokok lainnya menjelang Nataru cenderung stabil.Bahkan untuk harga telur saat ini sudah membaik yakni sebesar Rp 22.000 per kilogram.

“Saya kira karena antusias konsumen juga belum begitu tinggi. Pembatasan mobilitas PNS, TNI, BUMN yang tidak boleh keluar kota saat libut Nataru juga menyebabkan lonjakan konsumsi tidak begitu tinggi saat ini,” paparnya.

Lebih lanjut Aria Bima mengatakan meskipun hanya harga minyak goreng yang mengalami kenaikan tetapi hal tersebut sangat mempengaruhi tingkat inflasi. Untuk itu, pemerintah akan berupaya untuk menekan inflasi terutama saat Nataru. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement