Connect with us

Ekonomi

Sri Mulyani Harapkan Eksportir Indonesia Mengembangkan Produk Sesuai Tren Permintaan Global

Diterbitkan

pada

Tangkapan layar Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam webinar LPEI “Perempuan Tangguh dalam Ekspor Berkelanjutan” yang dipantau di Jakarta, Jumat (20/5/2022). (Antaranews.com)

FAKTUAL-INDONESIA: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap eksportir Indonesia dapat mengembangkan produk agar sesuai dengan tren permintaan global yang kini semakin peduli terhadap penanganan perubahan iklim.

“Jadi teman-teman eksportir harus mulai sadar bahwa pembeli tidak sekedar melihat produk itu bagus, menarik, dan harganya kompetitif, tapi mereka juga melihat siapa yang memproduksi, bagaimana produksinya, dan memperhatikan tenaga kerjanya serta lingkungan,” kata Sri Mulyani dalam webinar LPEI “Perempuan Tangguh dalam Ekspor Berkelanjutan” yang dipantau di Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Menurut dia, sumber energi yang digunakan oleh produsen juga menjadi pertimbangan konsumen dunia yang mengharapkan produsen tidak menghasilkan emisi karbon dioksida saat melakukan produksi.

Saat ini, banyak negara di dunia telah berkomitmen untuk mencegah perubahan iklim lebih jauh dengan mengurangi emisi karbon dioksida.

“Kita harus mengantisipasi dan mewaspadai kebijakan yang akan diterapkan negara-negara terutama destinasi ekspor nasabah LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) karena mereka menerapkan kebijakan border carbon adjustment,” katanya.

Advertisement

Dengan kebijakan tersebut, produk-produk ekspor Indonesia yang tidak ramah lingkungan dapat dikenakan tarif impor yang lebih tinggi sehingga harganya menjadi lebih mahal.

LPEI pun diharapkan bisa menerjemahkan berbagai perubahan kebijakan global menjadi alat yang digunakan eksportir untuk memahami peluang maupun tantangan memasuki dan mempertahankan pangsa pasar ekspor.

“Kita semua paham dunia semakin concern dengan perubahan iklim yang tidak memilih-milih negara mana yang akan terdampak perubahan iklim. Makanya kita harus cegah bersama,” katanya dilansir antaranews.com.

Ketahanan Ekonomi

Pada bagian lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kinerja ekspor yang terjaga merupakan bentuk ketahanan ekonomi Indonesia dari dampak COVID-19 dan berbagai tantangan perekonomian global yang baru bermunculan.

Advertisement

“Dalam menghadapi pergeseran fragmentasi global, kemampuan kita menjaga kinerja ekonomi terutama ekspor itu merupakan salah satu bentuk dari ketahanan ekonomi,” kata Menkeu

Ekspor yang terus tumbuh di tengah masa pemulihan ekonomi dari dampak pandemi merupakan wujud dari perekonomian nasional yang mampu bertahan di tengah perubahan global dengan produktivitas dan daya saing tinggi.

Hanya saja menurutnya, pertumbuhan ekspor perlu terus dipertahankan karena ke depan negara-negara lain akan bermunculan sebagai kompetitor produk Indonesia.

“Jadi jangan menganggap pertumbuhan ekspor ini wajar dan pasti terjadi. Ini perlu terus dipertahankan,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada April 2022 ekspor Indonesia mencapai 27,32 miliar dolar AS atau tumbuh 47,76 persen year on year.

Advertisement

Menkeu pun mendukung upaya Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk mendorong pelaku usaha perempuan melakukan ekspor dengan mendirikan Community Development for Women Empowerment.

Upaya LPEI sejalan dengan agenda Presidensi G20 Indonesia untuk mendorong kebangkitan ekonomi perempuan dan kelompok minoritas lain yang selama ini paling terdampak COVID-19.

“Pandemi berimplikasi ke masalah sosial yang pekerjanya didominasi oleh perempuan. Krisis pandemi juga berdampak kepada UMKM yang pemiliknya dan pekerjanya didominasi perempuan,” katanya. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement