Home Ekonomi Bank OCBC NISP Tetap Mengedepankan Penerapan Prinsip Kehati-hatian

Bank OCBC NISP Tetap Mengedepankan Penerapan Prinsip Kehati-hatian

oleh Dwipraya

Presiden Direktur Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja. (Instagram)

FAKTUALid – PT Bank OCBC NISP Tbk. mencetak laba bersih semester I 2021 sebesar Rp1,5 triliun, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,6 triliun.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja dalam pernyataan di Jakarta, Kamis (29/7/2021), mengatakan, perseroan senantiasa menjalankan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan bisnis sebagai fungsi intermediasi dengan tetap mengedepankan penerapan prinsip kehati-hatian.

Menurut Parwati, untuk mendukung pemulihan perekonomian nasional, Bank OCBC NISP terus berinovasi dan mengakselerasi kemampuan untuk menghadirkan solusi perbankan yang dapat mendukung nasabah menjaga kesehatan keuangannya.

“Mulai dari peningkatan kapabilitas layanan digital, edukasi keuangan yang konsisten dilakukan dan juga pembiayaan yang dapat berkontribusi positif pada perekonomian, sosial dan lingkungan. Hal tersebut juga berkontribusi terhadap pencapaian kinerja keuangan berkelanjutan Bank OCBC NISP sepanjang semester I-2021,” ujar Parwati.

Laba operasional perseroan sebelum beban cadangan kerugian penurunan nilai tumbuh sebesar 5,4 persen (yoy) menjadi Rp2,7 triliun. Peningkatan tersebut dikontribusikan dari pendapatan operasional yang tumbuh 5,8 persen (yoy) menjadi Rp4,9 triliun, di mana sebagian besar atau senilai Rp3,9 triliun berasal dari pendapatan bunga bersih, yang meningkat 11,8 persen (yoy).

Pencapaian tersebut didukung salah satunya oleh peningkatan rasio dana murah (CASA) yang tercatat sebesar 48,8 persen pada akhir Juni 2021 dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2020 sebesar 43,8 persen.

Bank OCBC NISP menyalurkan kredit sebesar Rp115,5 triliun hingga akhir Juni 2021 di mana sebagian besar disalurkan untuk modal kerja dan investasi. Rasio kredit bermasalah atau NPL terjaga di bawah rata-rata NPL industri perbankan dan ketentuan regulator. Pada akhir Semester I 2021, NPL net bank sebesar 1 persen dan NPL bruto sebesar 2,5 persen.

Total aset bertumbuh 10,4 persen (yoy) menjadi Rp201 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,2 persen (yoy) menjadi Rp150,4 triliun hingga akhir Juni 2021.

Bank OCBC NISP terus mengakselerasi pengembangan kapabilitas digital untuk memastikan nasabah tetap melakukan aktivitas perbankan nasabah di tengah terbatasnya mobilitas karena pandemi.

Strategi tersebut disambut baik oleh nasabah, di mana rata-rata nilai transaksi per bulan dari periode pre-covid yakni sepanjang 2019 dibandingkan dengan semester I 2021 mencatatkan peningkatan sebesar 122 persen di e-channel Bank OCBC NISP.

Selain itu, terdapat peningkatan nilai transaksi serta jumlah pengguna untuk berbagai channel digital Bank OCBC NISP.

Pada layanan Velocity@ocbcnisp yang berbasis web dan mobile untuk periode sepanjang 2019 dibandingkan dengan semester I-2021, rata-rata nilai transaksi per bulan meningkat 134 persen, sedangkan jumlah pengguna meningkat 22 persen.

Pada layanan ONe Mobile untuk periode sepanjang 2019 dibandingkan dengan semester I-2021, rata-rata nilai transaksi dan frekuensi transaksi per bulan masing-masing meningkat 91 persen dan 68 persen, sementara jumlah pengguna bertumbuh 55 persen.

“Pemulihan ekonomi di semester II 2021 akan tetap menantang karena dampak lonjakan kasus COVID-19. Dalam kondisi ini, Bank OCBC NISP sebagai bagian dari industri keuangan Indonesia akan terus mengambil peran yang lebih besar untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi,” kata Parwati dilansir antaranews.com.

Tidak hanya menghadirkan solusi perbankan, emiten berkode saham NISP itu juga mendorong kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat untuk dapat menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin dan mengikuti program vaksinasi. ***

Tinggalkan Komentar