Connect with us

Ekonomi

Rupiah Menguat, Rupee Melemah

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Nil;ai tukar rupiah Indonesia dan rupee India  dengan dolar AS

Nil;ai tukar rupiah Indonesia dan rupee India dengan dolar AS

FaktualID –  Transaksi antarbank di Jakarta, Selasa (25/5/2021) pagi, rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Sedangkan mata uang rupee India melemah.

Selain rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,01 persen, dolar Singapura menguat 0,03 persen, dolar Taiwan menguat 0,16 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,33 persen.

Selanjutnya yuan China menguat 0,13 persen, ringgit Malaysia menguat 0,08 persen, bath Thailand menguat 0,01 persen, dan peso Filipina menguat 0,10 persen. Hanya rupee India yang terpantau melemah 0,17 persen.

Sementara itu, mata uang di negara maju juga bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,10 persen dan dolar Australia melemah 0,04 persen. Sebaliknya dolar Kanada menguat 0,02 persen dan franc Swiss menguat 0,13 persen.

Masih dalam posisi penantian keluarnya kebijakan Bank Indonesia, Selasa (25/5/2021), rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Pada transaksi antarbank di Jakarta naik 30 poin atau 0,21 persen dibanding sehari sebelumnya.

Advertisement

Nilai tukar atau kurs rupiah berada di level Rp14.300 per dolar AS. Sedang dalam penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.355 per dolar AS.

Bloomberg Dollar Index, Jakarta, Selasa, pukul 09.06 WIB, mencatat rupiah bergerak di kisaran Rp14.325 hingga Rp14.325. Sedangkan di yahoofinance Rupiah di kisaran Rp14.360 per USD. Rupiah bergerak di Rp14.360-14.360 per USD.

Kurs rupiah itu tercatat di saat pelaku pasar tengah menanti kebijakan BI yang akan diumumkan Selasa ini. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa pelaku pasar memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih tetap mempertahankan suku bunga acuan pada bulan ini.

“BI mempertahankan suku bunga sambil menunggu komitmen perbankan baik perbankan plat merah maupun perbankan swasta untuk menurunkan suku bunga kredit lebih dalam lagi.” kata Ibrahim dalam riset hariannya, Senin (24/5/2021).

Dia menjelaskan, Gubernur Perry Warjiyo menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Mei 2021 pada 24-25 Mei. Konsensus pasar yang dihimpun para analis memperkirakan suku bunga acuan masih bertahan di 3,5%.

Advertisement

“Sejak pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) mengobrak-abrik perekonomian nasional, BI tidak tinggal diam. BI 7 Day Reverse Repo Rate diturunkan 200 basis poin ke 3,5%. Ini adalah suku bunga acuan terendah dalam sejarah Indonesia merdeka,” ujarnya.***

Masih dalam posisi penantian keluarnya kebijakan Bank Indonesia, Selasa (25/5/2021) pagi, rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Pada transaksi antarbank di Jakarta naik 30 poin atau 0,21 persen dibanding sehari sebelumnya.

Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.300 per dolar AS. Sedang dalam penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.355 per dolar AS.

Bloomberg Dollar Index, Jakarta, Selasa, pukul 09.06 WIB, mencatat rupiah bergerak di kisaran Rp14.325 hingga Rp14.325. Sedangkan di yahoofinance Rupiah di kisaran Rp14.360 per USD. Rupiah bergerak di Rp14.360-14.360 per USD.

Kurs rupiah itu tercatat di saat pelaku pasar tengah menanti kebijakan BI yang akan diumumkan Selasa ini. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa pelaku pasar memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih tetap mempertahankan suku bunga acuan pada bulan ini.

Advertisement

“BI mempertahankan suku bunga sambil menunggu komitmen perbankan baik perbankan plat merah maupun perbankan swasta untuk menurunkan suku bunga kredit lebih dalam lagi.” kata Ibrahim dalam riset hariannya, Senin (24/5/2021).

Dia menjelaskan, Gubernur Perry Warjiyo menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Mei 2021 pada 24-25 Mei. Konsensus pasar yang dihimpun para analis memperkirakan suku bunga acuan masih bertahan di 3,5%.

“Sejak pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) mengobrak-abrik perekonomian nasional, BI tidak tinggal diam. BI 7 Day Reverse Repo Rate diturunkan 200 basis poin ke 3,5%. Ini adalah suku bunga acuan terendah dalam sejarah Indonesia merdeka,” ujarnya.

Selain rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,01 persen, dolar Singapura menguat 0,03 persen, dolar Taiwan menguat 0,16 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,33 persen.

Selanjutnya yuan China menguat 0,13 persen, ringgit Malaysia menguat 0,08 persen, bath Thailand menguat 0,01 persen, dan peso Filipina menguat 0,10 persen. Hanya rupee India yang terpantau melemah 0,17 persen.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement