Connect with us

Ekonomi

Rupiah Kamis 23 April 2026 Terjerembab ke Rp17.305, Besok Level Terendah Sepanjang Masa Mengancam

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Rupiah Kamis 23 April 2026 Terjerembab ke Rp17.305, Besok Level Terendah Sepanjang Masa Mengancam

Nilai tukar (kurs) rupiah benar-benar terjerembab terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (23/4/2026) sehingga menyentuh level terendah sepanjang masa terbaru. Bagaimana besok

FAKTUAL INDONESIA:  Kamis (23/4/2025) benar-benar menghadirkan mimpi buruk bagi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Setelah  melemah di pembukaan perdagangan valuta asing, Kamis pagi, terkoreksi 108 poin atau 0,63 persen menjadi Rp17.289 per dolar AS  rupiah tambah melemah. Kemudian terjerembab ke posisi Rp17.305 terhadap dolar AS yang menjadi level psikologis baru di atas Rp17.300 terhadap mata uang Paman Sam.

Memang rupiah kemudian mampu bangkit dari posisi terlemah rupiah sepanjang masa secara intraday itu namun tetap berkubang di zona merah.

Mata uang Garuda bahkan masih harus menelan pil pahit pada penutupan perdagangan karena tetap mencatatkan rekor terburuk sepanjang sejarah dengan menembus level psikologis baru.

Baca Juga : Pasar Keuangan Rabu 22 April 2026: IHSG dan Rupiah Memerah Tertekan Ngambangnya Gencatan Senjata AS – Iran

Berdasarkan data pasar spot, rupiah ditutup melemah signifikan sebesar 106 poin atau 0,62 persen menjadi Rp17.287 per dolar AS. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp17.181.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan tren serupa dengan bertengger di level Rp17.308 dari sebelumnya Rp17.179 per dolar AS.

Advertisement

Dihantam Badai Eksternal dan Internal

Pelemahan tajam ini tidak lepas dari kombinasi tekanan eksternal yang kian memanas. Berikut adalah faktor utama yang membuat rupiah tak berdaya hari ini:

  • Ketegangan AS-Iran: Absennya delegasi Iran dalam perundingan damai di Pakistan memicu kekhawatiran pasar. Situasi semakin keruh setelah AS dikabarkan menangkap kapal tanker Iran di Selat Hormuz, yang langsung direspons keras oleh Teheran.
  • Sentimen Safe Haven: Ketidakpastian global membuat investor berbondong-bondong menyelamatkan aset mereka ke mata uang safe haven seperti dollar AS, yang secara otomatis menekan mata uang negara berkembang.
  • Spekulasi The Fed: Bursa global tengah mencermati transisi kepemimpinan di Bank Sentral AS (The Fed). Munculnya kandidat yang cenderung hawkish memicu spekulasi bahwa suku bunga tinggi akan dipertahankan lebih lama, membuat dollar AS semakin perkasa.

Baca Juga : Pasar Keuangan Selasa 21 April 2026: Rupiah Menguat Lagi, IHSG Tergerus Sentimen MSCI di Hari Kartini

Faktor internal, dari dalam negeri, tekanan juga datang dari ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Dengan harga minyak mentah dunia yang masih bertengger di kisaran 103 dollar AS per barrel (Brent), kebutuhan akan dolar AS untuk impor bahan bakar meningkat pesat.

Guna menahan kejatuhan lebih dalam, Bank Indonesia (BI) dilaporkan terus melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi. Meski sempat menyentuh level terlemah di Rp17.305 saat jam perdagangan, langkah stabilisasi BI berhasil menarik rupiah kembali ke kisaran Rp17.286 menjelang penutupan.

Investor kini bersiap menghadapi perdagangan esok hari, dengan proyeksi rupiah masih akan bergerak di rentang Rp17.280 hingga Rp17.340 per dollar AS seiring belum adanya tanda-tanda meredanya tensi di Timur Tengah.

Pergerakan Rupiah Besok

Advertisement

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa pelemahan rupiah terjadi cukup signifikan pada hari ini, meski sempat tertahan oleh intervensi otoritas.

Baca Juga : Pasar Keuangan Senin 20 April 2026 Kontras: Rupiah Lepas dari Rekor Terendah, IHSG Malah Tergelincir

Ia menjelaskan, seperti dilansir periskop, tekanan eksternal masih berasal dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ketidakpastian meningkat setelah tidak adanya kejelasan hasil perundingan serta memanasnya konflik antara Iran dan AS.

Selain itu, pasar juga mencermati arah kebijakan moneter AS. Ketidakpastian menjelang pergantian pimpinan bank sentral membuat pelaku pasar cenderung wait and see.

Dari sisi domestik, kenaikan harga minyak mentah dunia turut memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah karena meningkatkan kebutuhan impor energi.

“Harga minyak mentah Brent di 103 kemudian WTI di 98, ini membuat kebutuhan dolar yang cukup besar sehingga rupiah mengalami pelemahan,” ungkapnya.

Advertisement

Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah besok (24/4/2026) akan dipengaruhi harga minyak mentah. Dia memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.280 – Rp 17.340 per dolar AS.

“Kenaikan harga minyak mentah dunia berdampak negatif terhadap mata uang rupiah,” ucapnya. ***

Lanjutkan Membaca