Connect with us

Ekonomi

Rupiah dan IHSG BEI Ditutup Melemah Gara-gara Israel Serang Iran

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Rupiah dan IHSG BEI Ditutup Melemah Gara-gara Israel Serang Iran

Serangan Israel ke Iran ternyata membawa sentimen degatif terhadap nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditutup melemah Jumat (13/6/2025)

FAKTUAL INDONESIA: Bukan main pengaruh serangan Israel terhadap Iran terhadap nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (13/6/2025).

Pada penutupan perdagangan Jumat sore setelah Israel menyerang Iran dan kemungkin Iran balas menyerang Israel, rupiah dan IHSG BEI ditutup melemah.

Pengamat mata uang dan analis sekuritas menilai serangan Israel ke Iran itu mempengaruhi kurs rupiah dan IHSG BEI.

Nilai tukar Rupiah pada penutupan perdagangan hari ini di Jakarta melemah sebesar 61 poin atau 0,38 persen menjadi Rp16.304 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.243 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat juga melemah ke level Rp16.293 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.237 per dolar AS.

Advertisement

Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi mengatakan pelemahan nilai tukar (kurs) Rupiah dipengaruhi serangan rezim Israel terhadap Iran.

“Kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah secara tiba-tiba menyusul serangan Israel terhadap Iran memicu sentimen risk-off yang meluas,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Baca Juga : Rupiah Menguat sedang IHSG BEI Ditutup Melemah di tengah Perundingan Perdagangan Amerika – China

Pada Jumat, Israel melakukan serangkaian serangan besar-besaran ke sejumlah target militer di Iran, termasuk ke beberapa individu yang dikabarkan memiliki koneksi dengan program nuklir negara tersebut.

Seperti dilansir laman berita antaranews.com, di samping itu, investor turut khawatir atas tekanan tarif lebih lanjut pasca Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan segera menaikkan tarif otomotif.

“Ia (Trump) dapat segera menaikkan tarif otomotif (yang) memicu kecemasan baru atas perdagangan hanya sehari setelah mengklaim bahwa kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok telah selesai,” ucap Ibrahim.

Advertisement

Sentimen Negatif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup melemah seiring meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga : Mantap, Nilai Tukar Rupiah dan IHSG BEI Sama-sama Ditutup Menguat Sebelum Libur

IHSG ditutup melemah 38,30 poin atau 0,53 persen ke posisi 7.166,07. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,07 poin atau 0,75 persen ke posisi 801,80.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor meningkat yaitu sektor barang baku yang naik sebesar 1,18 persen.

Advertisement

Sedangkan sepuluh sektor terkoreksi yaitu paling dalam sektor teknologi minus 1,25 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 1,09 persen dan 0,99 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu JAWA, MBSS, ASBI, ARCI, dan JATI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KRYA, KOPI, JECC, BPFI, dan BAIK.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.372.329 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,68 miliar lembar saham senilai Rp15,20 triliun. Sebanyak 241 saham naik, 364 saham menurun, dan 200 tidak bergerak nilainya.

Baca Juga : Kali Ini, Kurs Rupiah dan IHSG BEI Kompak Ditutup Menguat

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 351,19 poin atau 0,92 persen ke 37.821,00, indeks Hang Seng melemah 25,66 poin atau 0,75 persen ke 23.892,48, indeks Shanghai menguat 0,34 poin atau 0,01 persen ke 3.402,78, dan indeks Strait Times melemah 10,78 poin atau 0,271 persen ke 3.911,11.

“IHSG ditutup melemah di tengah sentimen negatif meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kekhawatiran akan dampaknya terhadap perekonomian domestik, di saat masih ada potensi ancaman dari perang tarif,” ujar analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim di Jakarta, Jumat.

Advertisement

Mayoritas bursa saham kawasan Asia juga ditutup melemah, setelah terjadinya serangan militer Israel yang menargetkan program nuklir Iran, sementara Iran berjanji akan membalas.

Peristiwa itu mengakibatkan harga minyak mentah menguat tajam lebih dari 6 persen di atas level 72 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.

Dari dalam negeri, penjualan ritel bulan April 2025 turun 0,3 persen year on year (yoy) dari sebelumnya naik 5,5 persen (yoy) di Maret 2025, dan merupakan penurunan tahunan pertama sejak April 2024. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement