Ekonomi
Dorong Pertumbuhan Wisatawan yang Lebih Merata, Menpar Widiyanti Geber Promosi Pariwisata Indonesia ke Pasar Dunia

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dan Wakil Menpar Ni Luh Puspa, Kementerian Pariwisata perkuat promosi pariwisata Indonesia ke pasar dunia. (Kemenpar)
FAKTUAL INDONESIA: Menyambut capaian positif meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana akan terus mendorong pertumbuhan wisatawan yang lebih merata.
Untuk itu, Menpar Widiyanti Putri Wardhana akan memperkuat alias menggeber promosi pariwisata Indonesia di pasar internasional.
Menurut Widiyanti, langkah ini diharapkan mampu memperluas sebaran wisatawan dan memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat nasional dan global.
“Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk mempertahankan capaian positif ini. Ke depan, Kementerian Pariwisata akan terus mendorong pertumbuhan wisatawan yang lebih merata dengan mempromosikan berbagai destinasi unggulan seperti destinasi pariwisata prioritas, destinasi regeneratif, dan kawasan ekonomi khusus yang mayoritas berada di luar Jawa,” kata Widiyanti.
Dalam Laporan Kinerja Bulanan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025), Widiyanti mengatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), per April 2025 ada 1,16 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Angka tersebut mencerminkan peningkatan sebesar 9,15 persen dibandingkan angka kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2024. Sementara perjalanan wisatawan nusantara pada April 2025 mencatatkan 128,59 juta perjalanan.
Baca Juga : Kemenpar jadikan Osaka World Expo Mempromosikan dan Meningkatkan Awareness Global Produk serta Destinasi Pariwisata Indonesia
Widiyanti menyebutkan, langkah memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar internasional salah satunya adalah partisipasi aktif Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada saat kunjungan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada 27-29 Mei 2025. Kemenpar terlibat dalam sejumlah agenda di antaranya pertemuan bilateral antara Presiden Macron dengan Presiden Prabowo Subianto, Joint Vision 2050 dan Cultural Declaration, serta pelaksanaan spouse program di Jakarta dan kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
“Joint Vision 2050 bertujuan untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi dan pariwisata kedua negara melalui tiga pilar utama yakni peningkatan pertukaran wisatawan melalui penguatan konektivitas dan promosi pariwisata. Kemudian, pengembangan sumber daya manusia pariwisata dengan standar internasional, dan peningkatan investasi dan transformasi digital di sektor pariwisata,” katanya.
Sementara, Cultural Declaration bertujuan untuk memperkuat kerja sama pertukaran budaya antara kedua negara. Secara khusus, kata Widiyanti, Kemenpar akan berkontribusi dalam sejumlah program pertukaran gastronomi, antara lain melalui penyelenggaraan pekan gastronomi Indonesia yang direncanakan berlangsung di Prancis.
“Dalam pelaksanaan Spouse Program di Jakarta, Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan pameran imersif bertajuk L’Art Botanique du Paradis di Museum Nasional, Jakarta,” ujar Widiyanti.
Baca Juga : Menggali Potensi Pariwisata Danau Tondano
Selain berpartisipasi dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Widiyanti mengungkapkan program Kemenpar yang lain untuk memperkuat hubungan multilateral dan memperluas cakupan promosi pasar pariwisata Indonesia di Eropa, Amerika, dan Asia Timur. Hal ini dilakukan melalui partisipasi Indonesia dalam berbagai event kelas dunia.
Pada 27 Mei 2025, Indonesia diwakili Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa menghadiri UN Tourism Executive Council 123rd Session di Spanyol. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa juga melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara mencakup Spanyol, India, Meksiko, dan Tunisia.
“Pertemuan bilateral berfokus pada peluang kerja sama konkret di sektor pariwisata, seperti pertukaran praktik terbaik atau best practices dan penguatan kolaborasi antarnegara,” tutur Wamenpar Ni Luh.
Di pasar Asia Timur, Kemenpar telah berpartisipasi mewakili Indonesia dalam World Osaka Expo 2025 pada 26-31 Mei 2025 di Jepang. Kemudian, Kementerian Pariwisata juga menggelar forum bisnis dan investasi bertema “Health and Wellness Tourism” di Osaka pada 3 Juni 2025.
“Acara ini dihadiri oleh 68 peserta yang terdiri dari perwakilan ASEAN-Japan Centre, pemerintah, serta pelaku usaha dari Indonesia dan Jepang. Dalam Forum ini, kami beserta para pelaku usaha asal Indonesia memaparkan berbagai peluang investasi yang ada di Tanah Air bagi para investor asal Jepang,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti.
Baca Juga : Sumbangsih Pemikiran Untuk Pembangunan Pariwisata Danau Tondano
MoU dengan China
Promosi ke luar negeri terus diperluas, Widiyanti juga menandatangani MoU (Memorandum of Understanding/nota kesepahaman bersama) dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Rakyat China. Penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok, Li Qiang ke Indonesia pada 24-26 Mei 2025.
“MoU ini bertujuan untuk meningkatkan pertukaran kunjungan antara kedua negara secara khusus melalui kemudahan aktivitas promosi yang dilakukan oleh pemerintah maupun pelaku usaha,” ujar Widiyanti.
Menurut Widiyanti, untuk memajukan sektor pariwisata Indonesia diperlukan semangat kolaborasi dan komitmen kolektif yang kuat antar kementerian/lembaga serta dengan negara sahabat. Dengan harapan, agar pariwisata bisa menjadi kekuatan ekonomi dan sosial yang membawa dampak positif bagi seluruh masyarakat.
“Kementerian Pariwisata akan terus melangkah dengan prinsip keberlanjutan, inklusivitas, dan daya saing global. Sembari memastikan bahwa pertumbuhan sektor ini sejalan dengan upaya pelestarian budaya dan lingkungan,” ujarnya. ***














