Connect with us

Ekonomi

Pesan Wamenpar Ni Luh kepada 539 Lulusan Poltekpar Medan, Ingatlah Akar Budaya dan Tanah Kelahiran

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Pesan Wamenpar Ni Luh kepada 539 Lulusan Poltekpar Medan, Ingatlah Akar Budaya dan Tanah Kelahiran

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menghadiri wisuda ke-27 Politeknik Pariwisata Medan, Sumatera Utara dan mengunjungi dua destinasi bersejarah Tjong A Fie Mansion dan Istana Maimun, Sabtu (18/10/2025). (Kemenpar)

FAKTUAL INDONESIA: Ingatlah akar budaya dan tanah kelahiran. Begitu salah satu dari empat pesan yang disampaikan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa kepada 539 wisudawan wisudawati lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Wamenpar Ni Luh yang hadir langsung dalam pengukuhan wisuda ke-27 yang digelar di Gedung Dome Serbaguna Poltekpar Medan, menyampaikan empat pesan penting bagi para wisudawan. Pertama, jangan pernah berhenti belajar karena dunia akan selalu berubah, dan hanya mereka yang terus belajar yang akan memimpin perubahan. Kedua, bangun jejaring dan kolaborasi karena kesuksesan tidak pernah dicapai sendirian. Ketiga, jaga integritas, karena dalam profesi apa pun, kejujuran dan tanggung jawab merupakan fondasi utama yang akan mengangkat martabat.

“Dan keempat, ingatlah akar budaya dan tanah kelahiran. Sejauh apa pun kalian melangkah, tetaplah menjadi duta pariwisata daerah, membawa cerita indah tentang Medan, Sumatera, dan Indonesia ke seluruh penjuru dunia,” kata Ni Luh, Sabtu (18/10/2025).

Baca Juga : Ultah ke-74 Presiden Prabowo: Menko Pangan, Mensesneg, Wamenpar dan Anies Sampaikan Doa, dari Kebijaksanaan hingga Keteguhan Hati

Ni Luh Puspa menyampaikan apresiasi atas pencapaian para wisudawan yang telah berjuang hingga berhasil menyelesaikan studinya di Poltekpar Medan.

“Momen pencapaian hari ini harus kalian ingat dan dijadikan motivasi ketika melangkah ke fase kehidupan berikutnya. Ingatlah, selama belajar di kampus ini kalian telah melewati berbagai tantangan hingga akhirnya berhasil lulus dengan membanggakan,” ujarnya.

Advertisement

Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata melalui siaran persnya melaporkan, dalam kesempatan itu, Ni Luh Puspa juga memberikan penghargaan kepada sembilan mahasiswa terbaik dari masing-masing program studi.

Ia menyampaikan pariwisata Indonesia saat ini sedang menunjukkan kebangkitan luar biasa. Sepanjang 2024, Indonesia berhasil menyambut 13,9 juta wisatawan mancanegara. Sementara hingga Agustus 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara telah mencapai 10,04 juta.

Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara juga menunjukkan tren positif. Pada 2024, jumlah perjalanan wisatawan domestik mencapai lebih dari 1 miliar perjalanan, dan hingga Agustus 2025 telah tercatat 807,55 juta perjalanan wisatawan nusantara.

Baca Juga : Wamenpar Ni Luh Tegaskan Keberhasilan Industri Event Tidak Ditentukan Sengitnya Persaingan tetapi Efektifnya Kolaborasi

“Capaian ini bukan hanya kabar baik, tetapi juga tanggung jawab besar. Arah pengembangan pariwisata ke depan tidak lagi sekadar mengejar angka kunjungan, tetapi juga menekankan pada kualitas pengalaman, keberlanjutan lingkungan dan budaya, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Momentum kebangkitan ini harus dijaga dengan sumber daya manusia pariwisata yang tangguh, kreatif, dan berwawasan global,” katanya.

Ni Luh menambahkan lulusan Poltekpar Medan memiliki peran penting sebagai generasi penerus yang akan menjawab tantangan tersebut. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang mendorong inovasi dan memastikan pariwisata Indonesia tidak hanya mampu bersaing di tingkat global, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Advertisement

“Sektor pariwisata memiliki peluang besar di tingkat global ke depan. Kalian adalah generasi baru yang akan menjawab kebutuhan itu, menjadi motor penggerak transformasi, dan memastikan pariwisata Indonesia tidak hanya bersaing tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Direktur Poltekpar Medan, Ngatemin, dalam sambutannya menyampaikan wisuda tahun ini mengusung tema “Empowered with Skills, Ready to Lead” yang mencerminkan semangat kebangkitan sektor pariwisata melalui penguatan sumber daya manusia yang profesional, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

“Capaian para wisudawan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang terintegrasi dengan dunia industri. Kami berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan memiliki kompetensi global,” ujarnya.

Baca Juga : Wamenpar Ni Luh Tegaskan Pemandu Wisata Berperan Sebagai Wajah dan Duta Pariwisata

Ngatemin menambahkan, hasil Tracer Study 2024 menunjukkan bahwa 82 persen lulusan Poltekpar Medan telah bekerja dalam waktu kurang dari enam bulan setelah kelulusan, sementara 7 persen memilih berwirausaha. Sementara itu, Exit Survey 2025 mencatat 50,2 persen lulusan telah bekerja bahkan sebelum wisuda, menunjukkan tingginya daya serap lulusan terhadap kebutuhan industri pariwisata dan perhotelan.

“Capaian prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Poltekpar Medan dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas,” katanya.

Advertisement

Turut hadir dalam acara wisuda tersebut Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji; Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Akuntabilitas, Pengawasan, dan Reformasi Birokrasi serta Bidang Pengamanan Destinasi dan Pengawasan Krisnandi; Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur dan Pendidikan Vokasi Kemenpar Andar Danova L. Goeltom; Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Kemenpar Industri Faisal; dan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kemenpar Norman Sasono.

Hadir pula Direktur Politeknik Pariwisata Bandung Anwari Masatip; Direktur Poltekpar Bali Ida Bagus Putu Puja; Direktur Politeknik Pariwisata Palembang Iwan Riady; serta para anggota senat akademik, dosen, dan sivitas akademika Poltekpar Medan.

Kemudian Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan Alfi Syahriza, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Medan Citra Effendi Capah, serta para tamu undangan.

Baca Juga : Kuliah Umum Wamenpar Ni Luh Puspa Bersama Poltekpar, Pengembangan Gastronomi Harus Terintegrasi dengan Strategi Besar Pariwisata Nasional

Visitasi Destinasi

Usai prosesi wisuda, Wamenpar Ni Luh Puspa berkesempatan mengunjungi dua destinasi bersejarah di Kota Medan, yaitu Tjong A Fie Mansion dan Istana Maimun.

Advertisement

Tjong A Fie Mansion merupakan bangunan cagar budaya yang dulunya menjadi kediaman tokoh masyarakat Tjong A Fie, sosok yang berperan besar dalam kemajuan ekonomi Kota Medan. Bangunan dua lantai ini memadukan gaya arsitektur Tiongkok, Melayu, Eropa, dan art deco, serta dibangun mengikuti prinsip feng shui.

Sementara itu, Istana Maimun merupakan istana Kesultanan Deli dan salah satu destinasi wisata paling populer di Medan. Dirancang oleh arsitek asal Belanda untuk Sultan Deli, istana ini menggabungkan unsur arsitektur Melayu, Islam, Spanyol, India, Belanda, dan Italia. Di dalamnya tersimpan berbagai barang antik, hadiah kerajaan, hingga perhiasan mewah peninggalan sultan. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement