Ekonomi
Pasar Modal Untuk Rakyat: Menag Nasaruddin Ungkap Telah Sampaikan Usulan Pembentukan LPDU kepada Presiden Prabowo

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan gagasan pembentukan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) dalam acara Pasar Modal untuk Rakyat di Aula Utama Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
FAKTUAL INDONESIA: Ada capaian bersejarah dalam acara Pasar Modal untuk Rakyat di Aula Utama Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Sabtu (18/10/2025).
Pada acara itu Nasaruddin Umar menjadi Menteri Agama (Menag) pertama yang hadir di Aula Utama Bursa Efek Indonesia.
Selain itu untuk pertama kalinya BEI dapat menghadirkan Menteri Agama, Pengurus PBNU dan Muhammadiyah dalam satu forum bersama.
Selain Menag Nasaruddin memang turut hadir, Direktur BEI Iman Rachman; Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla; Wakil Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PP Muhammadiyah Mukhaer Pakkana; serta Direktur Utama Istiqlal Global Fund Ahsanul Haq.
Baca Juga : Berisi Komitmen Menegakkan Kejujuran dan Keadilan, Menag Nasaruddin Bacakan “Deklarasi Perdamaian Indonesia Berdoa”
Dalam acara itu Menag Nasaruddin mengungkapkan gagasan pembentukan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU). Nasaruddin juga mengungkapkan, gagasan itu sudah diusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Kami telah mengusulkan kepada Presiden pembentukan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU), yang akan mengelola seluruh potensi dana zakat, wakaf, sedekah, hibah, fidya, kafarah, dan seterusnya,” kata Nasaruddin.
Lebih lanjut, Nasaruddin menyoroti luasnya sumber dana keagamaan yang bisa dikembangkan, tidak hanya zakat dan wakaf. Ada dana kurban, fidya, kafarah, dana walimah pernikahan, aqiqah, hingga iwad (uang tebus cerai). Bahkan terdapat lukathah, yaitu harta tak bertuan seperti rekening tanpa ahli waris, bonus pulsa, dan dana mengendap di sistem keuangan.
Baca Juga : Rakornas PGPI, Menag Nasaruddin Tegaskan Terlalu Fokus pada Perbedaan Doktrin Dapat Menumbuhkan Jarak dan Kebencian
“Kalau semua ini dikelola dengan sistem yang baik, total dana keumatan bisa mendekati Rp1.000 triliun per tahun. Hampir setara dengan total pajak nasional,” paparnya.
Nasaruddin juga menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok teladan dalam manajemen ekonomi. “Dari umur 63 tahun beliau, 23 tahun sebagai nabi, dan sekitar 40 tahun dihabiskan dalam dunia bisnis. Ketika menjadi Rasul pun, beliau sangat piawai dalam manajemen ekonomi.
“Ada 37 jenis pundi-pundi yang dikelola Nabi dan para sahabat. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kesejahteraan dan penguatan ekonomi umat,” tambahnya.
Baca Juga : Menag Nasaruddin Nilai Pondok Pesantren Mengajarkan Keseimbangan antara Ilmu Pengetahuan dan Spiritualitas
Direktur BEI Iman Rachman, menyebut kehadiran Menag di Kantor BEI ini merupakan capaian bersejarah bagi dunia pasar modal Indonesia. “Bapak Menteri Agama adalah Menteri Agama pertama yang hadir di Aula Utama Bursa Efek Indonesia. Dan untuk pertama kalinya BEI dapat menghadirkan Menteri Agama, pengurus PBNU dan Muhammadiyah dalam satu forum bersama,” ungkap Iman.
Ia menambahkan, BEI saat ini mencatat 650 produk syariah yang beredar, terdiri dari 254 reksa dana syariah, 2 ETF syariah, 332 sukuk, dan 1 efek beragun aset syariah. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa minat masyarakat terhadap investasi berbasis prinsip syariah terus meningkat.
Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara PT Majoris Asset Management dengan Istiqlal Global Fund (IGF) dalam pengelolaan wakaf saham. MoU ini ditandatangani oleh Direktur Utama IGF, Ahsanul Haq, dan Direktur Utama PT Majoris Asset Management, Zulfa Hendri. ***














