Connect with us

Ekonomi

Menparekraf Sandiaga Uno Minta Maaf di Desa Wisata Rhepang Muaif, Pamit di Merauke dan Apresiasi Festival Asmat Pokman

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menparekraf Sandiaga Uno saat meresmikan Desa Wisata Rhepang Muaif Jayapura, sebagai salah satu dari 50 besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 di Kantor Bupati Jayapura, Rabu (9/10/2024), menjadi pembicara acara workshop KaTa Kreatif di Gedung Kanol Sai, Mandala, Kabupaten Merauke dan menghadiri Festival Asmat Pokman 2024 di Lapangan Yos Sudarso, Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Selasa (8/10/2024). (Kemenparekraf)

Menparekraf Sandiaga Uno saat meresmikan Desa Wisata Rhepang Muaif Jayapura, sebagai salah satu dari 50 besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 di Kantor Bupati Jayapura, Rabu (9/10/2024), menjadi pembicara acara workshop KaTa Kreatif di Gedung Kanol Sai, Mandala, Kabupaten Merauke dan menghadiri Festival Asmat Pokman 2024 di Lapangan Yos Sudarso, Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Selasa (8/10/2024). (Kemenparekraf)

FAKTUAL INDONESIA: Bak membelah Bumi Papua. Begitulah aktivitas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno pada Selasa – Rabu (9/10/2024) di Pulau Ujung Timur Indonesia itu.

Pada Rabu, Menparekraf Sandiaga Uno meresmikan Desa Wisata Rhepang Muaif Jayapura, sebagai salah satu dari 50 besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

Sebelumnya, Selasa, Sandiaga menjadi pembicara pada acara workshop KaTa Kreatif di Gedung Kanol Sai, Mandala, Kabupaten Merauke.

Baca Juga : Menparekraf Sandiaga Uno Tegaskan Sertifikat Akreditasi Program Pelatihan Teknis Parekraf Memicu peningkatan kualitas SDM Parekraf

Pada hari yang sama Sandiaga menghadiri hari kedua Festival Asmat Pokman 2024 di Lapangan Yos Sudarso, Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.

Ada yang menarik saat hadir di Desa Wisata Rhepang Muaif, Sandiaga meminta maaf karena tidak bisa berkunjung lama. Dia berharap bisa berkunjungnya saat saya masih menjabat dalam  sekitar 12 hari ini. Tapi mudah-mudahan bisa diterima walaupun sudah tidak menjabat lagi sebagai wisatawan.

Advertisement

Sedangkan pada Workshop Peningkatan Inovasi dan Kewirausahaan Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) di Merauke, Sandiaga berharap program ini akan dilanjutkan oleh menteri selanjutnya. Dia mohon pamit karena tanggal 20 Oktober 2024 purnatugas.

Menparekraf Antusias

Menparekraf Sandiaga dalam sambutannya saat acara Simbolis ADWI Rhepang Muaif di Kantor Bupati Jayapura, Rabu (9/10/2024), menyampaikan antusiasmenya karena bisa meresmikan Desa Wisata Rhepang Muaif masuk dalam jajaran 50 Besar ADWI 2024.

“Kita sebetulnya sudah menunggu-nunggu kapan Desa Wisata Rhepang Muaif bisa masuk 50 besar, dan saya senang sekali mendengar bahwa antusiasme masyarakat Desa Wisata Rhepang Muaif tetap luar biasa, dan sekarang masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia. Selamat untuk Desa Wisata Rhepang Muaif,” kata Menparekraf.

Menparekraf menjelaskan, Desa Wisata Rhepang Muaif, terletak di Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua. Destinasi ini menawarkan keindahan alam serta kekayaan budaya lokal.

Advertisement

Desa wisata Rhepang Muaif yang dikelilingi oleh hutan hujan utara Papua ini, jadi tempat yang ideal bagi para pengamat burung dan pecinta alam yang ingin menjelajahi keindahan alam Papua.

Tak hanya itu, desa ini terkenal dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa, sehingga wisatawan dapat menikmati pemandangan hutan hujan utara yang masih alami, serta berbagai flora dan fauna endemik Papua.

Wisatawan juga memiliki kesempatan untuk melihat burung cenderawasih yang langka dengan hanya 10 menit berjalan kaki saja dari penginapan, serta berbagai spesies burung lainnya yang membuat tempat ini menjadi surga bagi para pengamat burung dengan waktu-waktu tertentu.

“Bird watching ini peminatnya sangat tinggi, khususnya wisman. Saya titip saja bahwa Desa Wisata Rhepang Muaif harus terus meningkatkan kualitas pelayanan wisata terutama karena wisatawan itu harus istirahat yang cukup sebelum jam 03.00 pagi. Homestay di sana harus memiliki fasilitas yang memadai, dan jangan lupa untuk menjaga kelestarian alam, lestari budaya lokal untuk generasi mendatang,” kata Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf menyampaikan permintaan maafnya karena tidak bisa berkunjung menikmati suasana Desa Wisata Rhepang Muaif.

Advertisement

“Mudah-mudahan saya bisa berkunjungnya saat saya masih menjabat, masih sekitar 12 hari lagi. Tapi mudah-mudahan bisa diterima walaupun sudah tidak menjabat lagi sebagai wisatawan. Jadi saya bisa tinggal lebih lama,” kata Menparekraf Sandiaga.

Baca Juga : Percepatan Industri Gim Nasional, Menparekraf Sandiaga Uno: Pada Pemerintahan Berikutnya akan Digelar Indonesia Game Week

Sandiaga berterima kasih kepada Tanah Papua dan Jayapura karena telah menyambut kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia memiliki keyakinan bahwa pemimpin baru yang akan datang juga akan memberikan perhatian lebih kepada Provinsi Papua.

“Ini menjadi tanggung jawab kita semua dan kita akan terus upayakan pengembangan Desa Wisata Rhepang Muaif menjadi salah satu tonggak utama sektor pariwisata di Provinsi Papua,” kata Menparekraf.

Bupati Jayapura, Semuel Siriwa, berharap akan terus ada pembinaan dari Kemenparekraf/Baparekraf dalam mengembangkan Desa Wisata Rhepang Muaif.

“Karena banyak hal-hal yang perlu kami benahi di tingkat lapangan, potensi alam kami ada tetapi ada hal-hal yang masih perlu dibenahi agar ke depan menjadi lebih baik lagi dalam layanan wisata,” kata Semuel.

Advertisement

Kelompok Sadar Wisata atau Local Champion Desa Wisata Rhepang Muaif, Alex Waisimon, mengatakan sejak berkembangnya Desa Wisata Rhepang Muaif banyak dampak yang dirasakan di antaranya dari sisi peningkatan kualitas SDM di desa ini.

“Mereka meski tidak sekolah, sekarang terlatih untuk menjadi pemandu wisata. Harapan kami, desa ini menjadi aset kami yang memang harus kita jaga, jadi kami mohon agar terus mendapat pendampingan dalam mengembangkan desa ini,” kata Alex.

Hadir mendampingi Menparekraf, Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu Strategis Kemenparekrat/Baparekraf, Brigjen TNI Ario Prawiseso dan Staf Ahli Menparekraf Bidang Pengembangan Usaha, Masruroh.

Serta turut hadir Pj. Sekda Provinsi Papua, Yohanes Walilo; Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua, Amelia Ondikleuw, dan Sekda Kabupaten Jayapura, Hana Salomina Hikoyabi.

 Baca Juga : “Introducing Indonesia to The World”, Buku Kisah Perjalanan Menparekraf Sandiaga Uno Menggali dan Promosikan Potensi Desa Wisata

Bagikan Kunci Sukses

Advertisement

Menparekraf/Kabaparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, membagikan kunci sukses dalam mengembangkan usaha kepada peserta Workshop Peningkatan Inovasi dan Kewirausahaan Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) di Merauke.

Menparekraf Sandiaga dalam acara workshop KaTa Kreatif di Gedung Kanol Sai, Mandala, Kabupaten Merauke, Selasa (8/10/2024), mengatakan ada tiga kunci sukses yang harus dilakukan pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan usaha, yakni amanah, jujur, dan setia.

“Dalam berbisnis itu kita harus amanah, oleh karena itu kita harus jujur, dan paling ketiga paling sulit yaitu kalau kita mau jadi pengusaha kita harus setia, setia dengan tujuan kita berbisnis yaitu menggerakkan ekonomi,” kata Menparekraf Sandiaga.

Kemenparekraf dikatakan Sandiaga, juga telah mengembangkan berbagai program yang dapat mendukung peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelaku ekonomi kreatif di Merauke, salah satunya literasi tentang akses pembiayaan.

“Pertama akses permodalan, sekarang nyari modal gampang apa susah? Nah kadang-kadang kita bisa mengakses tapi tidak memiliki informasi, oleh karena itu kita memberikan coaching klinik KUR, ini kami hadirkan melalui workshop KaTa Kreatif,” kata Menparekraf Sandiaga.

Advertisement

Menparekraf juga mendorong agar para pelaku ekonomi kreatif di Merauke mengikuti rangkaian kegiatan Uji Petik PMK3I guna menemukenali subsektor ekonomi kreatif unggulannya.

Diketahui Kabupaten Merauke memiliki potensi wisata budaya yang menarik seperti Tari Gatzi Suku Marind, wisata kuliner yang nikmat seperti sate rusa dan ulat sagu, serta wisata alam yang unik seperti Istana Semut Musamus yang harus terus dikembangkan lebih baik lagi agar menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.

Selain itu, ada juga program Apresiasi Kreasi Indonesia, program ini sebagai wadah bagi pelaku ekraf untuk masuk ke dalam ekosistem, membangun jejaring, dan basis data.

Lebih lanjut, Menparekraf Sandiaga menjelaskan ada juga program Kemenparekraf untuk meningkatkan kemasan produk yang sesuai standar, yaitu melalui program “BEDAKAN atau Bedah Desain Kemasan.

“Harapannya ini akan dilanjutkan oleh menteri selanjutnya, saya mohon pamit juga tanggal 20 Oktober 2024 ini saya purnatugas. Tapi saya sangat berbahagia bisa menyelesaikan tugas saya di titik tertimur di Indonesia,” kata Sandiaga.

Advertisement

Hadir mendampingi Menparekraf, Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu Strategis Kemenparekrat/Baparekraf, Brigjen TNI Ario Prawiseso dan Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Oneng Setyaharini.

Baca Juga : Jadi Magnet Wisman, Menparekraf Sandiaga Uno: Kustomfest Perlu Didukung Penerbangan Internasional ke Yogyakarta

Kembali Masuk KEN 2024

Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi kehadiran “Festival Asmat Pokman Ke-37 Tahun 2024” sebagai satu-satunya event unggulan dari Papua Selatan yang masuk ke dalam 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2024.

Menparekraf Sandiaga dalam sambutannya pada hari kedua Festival Asmat Pokman 2024 di Lapangan Yos Sudarso, Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Selasa (8/10/2024), mengapresiasi Keuskupan Agats, Pemerintah Kabupaten Asmat, dan semua pihak yang mendukung pengembangan parekraf di Papua Selatan melalui kehadiran event berkualitas.

“Untuk kedua kalinya Festival Asmat Pokman menjadi satu-satunya event unggulan dari Papua Selatan yang masuk KEN 2024. Pencapaian ini berkat inovasi dan kualitas yang terus dijaga,” kata Menparekraf Sandiaga.

Advertisement

Kehadiran Menparekraf Sandiaga disambut antusias masyarakat serta wisatawan mancanegara yang sebagian besar berasal dari Eropa khususnya Prancis dan Jerman.

Setibanya di Kabupaten Asmat, Menparekraf Sandiaga diolesi sagu di bagian wajah yang menandai penerimaan dan pengakuan untuk menjadi bagian dari masyarakat Suku Asmat.

Festival Asmat Pokman yang berlangsung pada 7 hingga 11 Oktober 2024 adalah festival seni budaya yang menampilkan orisinalitas dari para pelaku seni ukir Kabupaten Asmat. Dimana mereka menampilkan keunikan dan kekuatan budaya melalui demonstrasi mengukir manual, manuver perahu, dan workshop pangkur sagu.

Yang menarik dari festival ini adalah penjualan hasil pengrajin ukiran dan anyaman tersebut ditawarkan melalui skema lelang kepada publik sehingga menjadi unique selling point tersendiri.

Manuver perahu yang menjadi atraksi pesta adat Suku Asmat juga selalu menarik perhatian wisatawan. Dimana para pendayung akan berdiri sambil berpekikan dan sahut-menyahut, menghamburkan kapur putih dari ruas bambu, seirama memukul perahu dengan papan dayung dan membentuk formasi di tengah sungai kelabu menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi wisatawan.

Advertisement

Konsistensi dan kolaborasi dari Keuskupan Asgats dan Pemerintah Kabupaten Asmat atas terselenggaranya Festival Asmat Pokman sejak 1981 menjadi upaya pelestarian nilai-nilai luhur budaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

Pada penyelenggaraan ke-37, Festival Asmat Pokman diperluas dengan adanya trip bakau untuk mendorong ekowisata dan perlindungan ekosistem mangrove Asmat. Kemudian talk show parekraf, workshop body painting Asmat, serta pentas seni tari dan musik.

Kemenparekraf dikatakan Sandiaga, akan terus mendukung sepenuhnya pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, melalui program pemasaran agar lebih dikenal masyarakat luas.

“Kepada seluruh wisatawan khususnya wisatawan mancanegara jangan lupa dukung pengrajin lokal Asmat dengan keotentikan budaya. Ke sini jangan hanya menjadi ‘rohali’ rombongan yang hanya lihat-lihat. Tapi menjadi ‘rojali’ rombongan yang jajan dan beli produk kreatif Asmat. Dukungan kalian sangat membantu melestarikan budaya kita yang kaya dan berkontribusi terhadap ekonomi lokal,” kata Menparekraf Sandiaga.

Uskup Agats Kabupaten Asmat, Monsinyur Aloysius Murwito, OFM mengapresiasi dukungan dan kehadiran Menparekraf Sandiaga secara langsung dalam Festival Asmat Pokman ke-37 yang membawa kegembiraan dan inspirasi kepada seluruh masyarakat Asmat.

Advertisement

Baca Juga : Menparekraf Sandiaga Uno dan Semenparekraf Ni Wayan Giri Raih Penghargaan pada Rakornas GenPi

“Ini juga merupakan sebuah pengakuan dari pemerintah pusat. Penghargaan yang tinggi dari pemerintah pusat terhadap talenta yang diberikan Tuhan kepada kami semua. Besar harapan kami melalui festival ini bukan hanya mengagumi hasil karya seni tapi juga dapat meningkatkan pendapatan dan taraf kehidupan masyarakat Asmat,” kata Uskup Monsinyur.

Turut hadir pada kesempatan itu, Pj. Gubernur Papua Selatan, Komisaris Jenderal (Pol). Purn. Rudy Sufahriadi; Pj. Bupati Asmat, Willem Andrew Da Costa; Ketua Panitia Festival Asmat Pokman Ke-37, Pastor Innocentius Rettobjaan; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Asmat, Donatus Tamot; Direktur Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat, John Ohoiwirin; serta tamu undangan dan masyarakat.

Hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga, Direktur Event Daerah Kemenparekraf/Baparekraf, Reza Fahlevi. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement