Ekonomi
Kuliah Umum Menteri ESDM Bahlil, Suntikan Teknologi Senjata Utama Pemerintah Kejar Target Produksi Migas

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan senjata utama untuk optimalisasi peningkatan lifting migas, salah satunya dengan penerapan teknologi lanjutan pada sumur migas eksisting. (Kementerian ESDM)
FAKTUAL INDONESIA: Meski capaian lifting minyak bumi tahun 2025 berhasil menembus angka 605,3 ribu barel per hari — melampaui target APBN — Pemerintah Indonesia tidak mau cepat puas. Di tengah tantangan sumur-sumur tua yang mulai menurun produksinya, teknologi mutakhir kini dikerahkan sebagai strategi utama demi menjaga kedaulatan energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa optimalisasi produksi migas di lapangan eksisting sudah tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara konvensional. Teknologi sebagai Solusi Mutlak
“Untuk meningkatkan lifting, mau tidak mau, harus kita suntik dengan teknologi. Sumur-sumur yang sudah lama ini kita beri ‘nutrisi’ tambahan dengan teknologi, nggak ada cara lain,” ujar Bahlil dalam Kuliah Umum Media Indonesia di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Tiga teknologi utama yang menjadi andalan pemerintah saat ini adalah:
Enhanced Oil Recovery (EOR): Metode pengurasan minyak tahap lanjut.
Fracking: Perekahan hidrolik untuk membuka jalan aliran migas.
Horizontal Drilling: Teknik pengeboran horizontal untuk menjangkau cadangan yang lebih luas.
Bukan Sekadar Keuntungan, Tapi Pelayanan
Bahlil mengakui bahwa implementasi teknologi tinggi sering kali terbentur masalah biaya (keekonomian). Namun, ia menegaskan bahwa orientasi negara bukan semata-mata mencari untung (profit), melainkan menjamin ketersediaan energi bagi rakyat.
Guna meringankan beban para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), pemerintah memberikan fleksibilitas skema kontrak. Para investor kini bebas memilih antara skema Gross Split atau Cost Recovery, mana yang dianggap paling efisien bagi proyek mereka.
“Negara tidak boleh bicara hanya profit oriented. Kita ini melayani rakyat. Kalau ada profit, itu sunnatullah atau efek domino yang positif,” tegas Bahlil.
Strategi Tiga Lapis
Selain suntikan teknologi, pemerintah juga menyiapkan langkah konkret lainnya:
* Reaktivasi “Sumur Tidur” (Idle Well): Dari total 6.305 sumur menganggur di Indonesia, sebanyak 787 sumur siap diaktifkan kembali dan hampir 4.000 sumur lainnya potensial untuk dikerjasamakan.
* Ketegasan Izin: Pemerintah akan menindak tegas KKKS yang sudah mengantongi izin Plan of Development (POD) namun tidak kunjung memulai konstruksi.
* Ekspedisi ke Indonesia Timur: Sebagai rencana jangka panjang, 110 blok migas baru ditawarkan dengan insentif yang lebih menggiurkan untuk menarik minat eksplorasi di wilayah Timur Indonesia.
Dengan kombinasi fleksibilitas kontrak dan adopsi teknologi tinggi, pemerintah optimistis ketahanan energi nasional tetap terjaga meski tantangan alam semakin berat. ***














