Connect with us

Ekonomi

1200 Pelaku Usaha Ikuti Hybrid UMKM Faktual Indonesia Menuju Indonesia Tangguh

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Hybrid UMKM Faktual Indonesia Menuju Indonesia Tangguh mendapat respon positif dari para pelaku dan pemangku kebijakan UKM di Tanah Air

Hybrid UMKM Faktual Indonesia Menuju Indonesia Tangguh mendapat respon positif dari para pelaku dan pemangku kebijakan UKM di Tanah Air

FAKTUAL-INDONESIA: Sungguh luar biasa tekad para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah untuk mengembangkan diri demi kelancaran dan sukses usaha di era digitalisasi saat ini.

Buktinya, Hybrid UMKM yang dilaksanakan media Faktual Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (20/1/2022) mendapat sambutan besar dari para pahlawan penopang utama ekonomi Indonesia di masa pandemi virus corona (Covid-19) yang sampai saat ini masih memapar dunia dan Tanah Air.

“Memang mengejutkan sambutan dari para pelaku UMKM terhadap seminar yang kami laksanakan secara daring dan luring ini. Dari target 1000 peserta ternyata terus bertambah sehingga kami harus menampung lebih dari target. Tidak apa-apa karena kami melaksanakan acara ini memang untuk sukses pelaku UMKM selain juga memperkenalkan media Faktual Indonesia,” kata Ketua Panitia Gungde Ariwangsa di Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Menurut Ariwangsa, Faktual Indonesia selaku penyelenggara memberikan hadiah untuk 10 peserta yang aktif dalam acara itu berupa tambahan dana usaha masing-masing Rp 2 juta. Diselenggarakannya hybrid UMKM yang mengambil tema: “Digitalisasi Mempercepat KUR untuk Memperkuat Pertumbuhan UMKM Bersama BUMN dan BUMD Menjadi Soko Guru Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Tangguh dan Maju” bertujuan untuk membedah bagaimana mempermudah pelaku UMKM mendapatkan KUR secara digitalisasi.

Ariwangsa mengemukakan, bukan rahasia lagi, proses untuk mendapatkan KUR selama ini begitu berbelit sehingga menyusahkan pelaku UMKM dalam mendapatkan modal atau tambahan dana usaha.

Advertisement

“Dengan digitalisasi diharapkan proses mendapatkan KUR lebih mudah baik dari BUMN maupun BUMD. Kita tentu tidak ingin, pelaku UMKM justru terjerumus ke pinjaman online illegal,” ujar Ariwangsa yang juga Pemimpin Redaksi Faktual Indonesia.

Mengingat pentingnya tujuan dari hybrid itu, kata Ariwangsa, maka panitia sejak jauh-jauh hari mengundang nara sumber yang kondang sebagai pembicara.  Menteri BUMN Erick Thohir diundang sebagai keynote speaker kemudian Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Koperasi UKM Teten Masduki, Direktur Bank DKI dan Kepala Dinas UKM Jakarta sebagai pembicara.

Ariwangsa mengatakan, sesuai dengan perhatian serius pihak yang diundang terhadap UMKM, respon langsung datang dari Menteri Teten, Sandiaga Uno, Bank DKI dan Kadis UMKM Jakarta. “Dari respon itu kami melihat para menteri dan pejabat BUMD maupun daerah itu benar-benar memiliki kepedulian besar terhadap pelaku UMKM. Semoga ini akan bermanfaat bagi para pelaku UMKM,” tutur Ketua Siwo PWI Pusat itu.

Disebutkan oleh pria asal Bali itu, dari  KemenkopUKM akan hadir Eddy Satriya Deputi Bidang Usaha Mikro,  dari Kemenparekraf tampil Fajar Hutomo Deputi Bidang Industri dan Investasi, Bank DKI diwakili Babay Parid Wazdi, Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah dan Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo

Hanya saja Ariwangsa merasa heran Menteri BUMN Etick Thohir yang juga Ketua Pelaksana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)  belum memberikan respon padahal surat undangan sudah dikirim tiga bulan yang lalu. Sebenarnya jika tidak bersedia memberi masukan dan arahan kepada pelaku UMKM melalui hybrid ini seharusnya surat direspon dengan menyatakan tidak bisa. Dalam bahasa hukum, diam itu juga bisa diartikan setuju.

Advertisement

“Kami sih tetap menanti agar Menteri BUMN bisa memberi pandangan kepada para pelaku UMKM. Kami sudah hubungi juga staf beliau. Tapi kalau beliau tidak memberikan perhatian ya kami akan ubah susunan acara karena respon para menteri yang lain juga sangat berarti bagi kami selaku panitia dan tentunya pelaku UMKM,” tegas Ariwangsa. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement