Connect with us

Politik

Puan Maharani Tarik Gas! Singgung Orang Lingkaran Jokowi, Ditawari Wapres dan Duet dengan Prabowo maupun Anies

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP, Puan Maharani mulai tarik gas untuk persaingan menunju Pemilu dan Pilpres 2024

Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP, Puan Maharani mulai tarik gas untuk persaingan menunju Pemilu dan Pilpres 2024

FAKTUAL-INDONESIA: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Puan Maharani blak-blakan dalam kesibukannya memimpin Sidang Majelis Ke-144 Forum parlemen dunia Inter-Parliamentary Union (IPU) di BICC, Nusa Dua, Bali, pada 20 hingga 24 Maret 2022.

Puan mengungkap isu-isu sensitif di Tanah Air terutama menjelang pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Dalam wawancara dengan televisi CNN, Puan menyinggung tentang orang lingkaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendorong agar presiden menunda Pemilu 2024, juga soal isu tawaran dia akan dijadikan Wakil Presiden menggantikan Wapres Ma’ru Amin, selanjutnya mengenai pasangangannya untuk maju dalam Pilpres 2024 bersama Prabowo Subianto ataukah Anies Baswedan.

Dari pernyataan-pertanyaannya yang dihimpun dari pantauan media, tampak Puan mulai menarik gas untuk persaingan Pilpres 2024 meskipun selama ini spanduk dan baleho dirinya sudah beretebaran di tempat-tempat strategis.

Sebagai Ketua DPR RI Puan juga aktif menyoroti program pemerintah yang menyentuh kepentingan rakyat seperti naiknya harga bahan pangan termasuk kelangkaan minyak goreng.

Menyinggung soal ramainya wacana untuk menunda Pemilu 2024 Puan mengemukakan dugaan adanya orang-orang di sekitar Presiden Jokowi yang sibuk mendekati dan ingin memengaruhi pendapat terkait isu penundaan Pemilu Serentak 2024.

Advertisement

Hal tersebut disampaikan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dalam sesi wawancara dengan CNN Indonesia TV yang disiarkan Selasa malam (22/3/2022).

Dikatakan Puan Maharani, modus pendekatan yang dilakukan dengan memberikan data atau masukan yang mengarahkan dukungan Presiden Jokowi pada isu tunda pemilu.

“Bisa saja (orang-orang sekeliling Jokowi), ya mungkin dengan menunjukkan data, kemudian mengatakan Indonesia masih membutuhkan Pak Jokowi,” kata Puan Maharani.

“Atau kemudian (mengatakan) Indonesia masih membutuhkan pemimpin yang sekarang dalam kondisi masih sulit. Karena tidak mungkin seorang presiden itu terkungkung sendiri enggak punya teman atau lingkungan yang datang dari berbagai macam kalangan,” sambungnya.

Puan mengakui dorongan mempengaruhi untuk penundaan pemilu juga dilontarkan dari pihak-pihak yang berupaya dekat dengan lingkaran istana.

Advertisement

“Namanya lingkungan presiden pasti maunya dekat sama presiden dan semuanya mau memberikan masukan atau kemudian memberikan data atau hal-hal yang menurut yang bersangkutan itu akan mempengaruhi presiden (soal penundaan pemilu),” terangnya.

Pada sisi lain, Puan tetap yakin Jokowi akan menjalankan amanat konstitusi. Meskipun orang-orang dekatnya mengungkapkan wacana tunda pemilu, Puan meyakini Jokowi tetap pada pendiriannya.

“Boleh saja orang memberikan data, tapi itu kembali lagi kepada Presiden Jokowi dan presiden juga mengatakan bahwa orang-orang yang mengatakan ingin atau akan ada penundaan itu orang-orang yang menjerumuskan beliau,” tandasnya.

Puan yakin Jokowi merupakan sosok yang punya pendirian. Dia yakin Jokowi akan menjaga perasaan dan harapan rakyat.

“Yang bisa saya sampaikan adalah saya meyakini bahwa Presiden Jokowi itu pasti mempunyai keteguhan hati untuk bisa menjaga apa yang menjadi amanah dan amanat rakyat Indonesia,” ujar Puan.

Advertisement

Tawaran Gantikan Ma’ruf Amin

Puan Maharani juga angkat suara ihwal kabar dirinya ditawari menggantikan Maruf Amin menjadi wapres demi mengubah sikap PDIP terkait wacana penundaan Pemilu 2024.

Sebagai partai terkuat di parlemen, PDIP diketahui menjadi penentu wacana penundaan pemilu lewat amendemen UUD 1945 di MPR. Namun, PDIP telah menyatakan sikap untuk menolak wacana tersebut.

Walaupun demikan, Puan mengaku heran terkait isu dirinya ditawari menggantikan Ma’ruf karena tak ada aturan yang membolehkan pergantian wapres melalui Pemilu.

“Itu juga saya bingung ya gimana caranya, pakai apa ya, karena di aturan enggak ada kayak gitu jadi dua periode, setiap periode itu ada mekanisme dan aturan sesuai UU,” katanya.

Advertisement

Dia pun meminta agar diberitahu jika ada cara atau mekanisme yang memungkinkan wapres bisa diganti tanpa melalui mekanisme Pemilu.

Meski demikian, Puan membantah dirinya pernah ditawari atau dilobi untuk menggantikan Ma’ruf demi mengubah sikap PDIP terkait wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

“Ya enggak lah, sampai 2024 itu wapresnya tetap Pak Ma’ruf sudah gitu aja. Enggak ada yang dateng,” katanya.

Lebih lanjut, Puan mengatakan bahwa sikap partainya telah tegas menolak wacana penundaan Pemilu. Dia berkomitmen bakal mengikuti tahapan Pemilu 2024 yang telah disepakati oleh DPR dan pemerintah.

“Sikap PDIP kan sudah jelas bahwa kita akan menghormati segala keputusan yang resmi yang sudah disepakati oleh lembaga dan UU,” ucap Puan.

Advertisement

Prabowo Dan Anies

Soal maju dalam Pilpres 2024, Puan yang Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengatakan bersedia jika harus dipasangkan dengan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto pada Pemilu 2024 mendatang. Puan juga membuka peluang untuk dipasangkan dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Puan Maharani mengaku keluarganya akrab dengan Prabowo. Sebaliknya, kata dia, Prabowo pun sangat menghormati kakeknya, Sukarno atau Bung Karno.

“Pak Prabowo itu seseorang yang sangat menghargai dan menghormati keluarga Bung Karno jadi enggak ada masalah dengan Pak Prabowo,” kata Puan Maharani.

Meski begitu, Puan mengaku menyerahkan semua keputusannya kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarnoputri. Sebab, posisi Puan hanya kader.

Advertisement

“Nantinya ke depan akan seperti apa, ya kalau saya kan sebagai kader PDIP menunggu keputusan dari Ketum PDIP,” ucapnya.

Selain Prabowo, Puan juga membuka peluang untuk dipasangkan dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Menurutnya, hal itu dapat terjadi karena kondisi politik dinamis.

“Ya mungkin saja. Enggak ada yang tidak mungkin di politik. Semua dinamika itu bisa terjadi ya tinggal liat lagi tahun depan lah bagaimana ceritanya,” ujar dia.

Puan mengklaim hubungannya dengan Anies baik. Menurutnya, anggapan seakan-akan dia bermusuhan dengan Anies itu tidak benar.

Puan berkata, meskipun banyak perbedaan pandangan politik dengan Anies, hubungan personalnya tak baik-baik saja. Bahkan, kata Puan, dalam beberapa kesempatan ia suka berbincang-bincang dengan Anies.

Advertisement

“Saya suka juga secara tidak sengaja bertemu dengan Pak Anies di acara acara. Ya itu aja. Komunikasinya juga ada jika perlu berkomunikasi. Dan jika ada acara kami berkomunikasi. Kok kesannya ini kayak saya bermusuhan dengan Pak Anies? ya enggak lah,” tuturnya.

Puan menyebut dirinya terbuka dipasangkan atau berkoalisi dengan siapa pun dengan catatan mempunyai visi dan misi sama. ***

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement