Olahraga
Liga Champions: PSG Takkan Tampil Bertahan di Santiago Bernabeu

Kylian Mbappe dituntut mencetak gol untuk mengamankan PSG menuju babak delapan besar Liga Champions. (Ist).
FAKTUAL-INDONESIA: Keunggulan 1 – 0 atas Real Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, tidak akan membuat Paris Saint-Germain tampil bertahan untuk mempertahankan keunggulan.
PSG harus tampil maksimal 100 persen kalau tidak mau terpeleset dan pulang dengan muka tertunduk.
Keunggulan tipis 1 – 0 itu sangat riskan untuk main bertahan. Sementara lawan yang tampil di hadapan publiknya sendiri di Stadion Santiago Bernabeu tidak akan memberi kesempatan kepada tim tamu untuk menguasai daerah pertahanan Real Madrid.
Menyikapi hal itu, gelandang PSG Marco Verratti meminta timnya untuk tampil 100 persen. Bila bertahan hanya akan menunggu gawang kebobolan sepanjang 90 menit.
Verratti mengatakan PSG harus kuat secara mental dan menjadi diri sendiri serta memainkan gaya permainan mereka ketika menghadapi Real Madrid.
“Saya pikir kami harus kuat secara mental, dan menjadi diri kami sendiri. Kami harus mencoba dan memainkan gaya bermain kami dan harus 100 persen, baik secara mental atau teknis,” jelas Verratti dikutip dari situs resmi klub kota Paris tersebut.
Verratti menjelaskan, tampil sebanyak 80 persen tidak akan cukup ketika menghadapi Real Madrid karena Los Blancos tidak akan memberikan PSG apapun secara cuma-cuma, dan Les Parisiens perlu mengamankan kesempatan lolos ke perempat final Liga Champions.
“Kami perlu melakukan yang terbaik untuk menampilkan performa besar karena melawan Madrid 80 persen tidak akan cukup. Mereka tidak akan memberi kita apa pun secara gratis. Kami harus mendapatkan kualifikasi ini dan pergi ke sana untuk menang,” terang Verratti.
Pemain asal Italia itu mengatakan, PSG tidak boleh terlalu memikirkan hasil di leg pertama dan memandang laga menghadapi Real Madrid merupakan babak kedua dari pertandingan yang belum usai.
Menurutnya, keunggulan 1-0 secara agregat atas Real Madrid merupakan sedikit keuntungan yang tidak berarti banyak dan PSG tidak boleh tampil bertahan karena itu bukan gaya permainan mereka.
“Saya pikir kami tidak bisa memikirkan soal leg pertama dan hasilnya terlalu banyak. Ini seperti kami memainkan babak pertama dan kami masih memiliki babak kedua untuk dimainkan,” tegas Verratti.
“Kami memiliki keuntungan tipis tapi itu bukan berarti segalanya, kami tidak bisa terlihat bertahan, terutama karena itu bukan gaya permainan kami. Dan kami tidak tahu bagaimana melakukan itu,” sambungnya.
Pada leg pertama, PSG mampu mengamankan kemenangan tipis atas Real Madrid dengan skor tipis 1-0 berkat gol larut yang dicetak oleh Kylian Mbappe pada menit 90+4.
Di pertandingan leg kedua, PSG hanya membutuhkan hasil imbang menghadapi Real Madrid untuk memastikan satu tempat pada babak perempat final Liga Champions musim ini. ***














