Connect with us

Ibu Kota

Efek Pandemi, Penjual Nanas Madu di Sekitar Galur Tambah Jam Operasi

Diterbitkan

pada

Kamaludin menjaga nanas madu. (Farhanzuhdi)

FAKTUALid – Pandemi Covid-19 ini mempunyai dampak yang cukup besar bagi seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Bukan hanya pengusaha kelas atas saja, tetapi kelas bawah juga terkena dampak seperti pedagang buah nanas madu mengalami kemosotan omset yang cukup signifikan.

Kamaludin, salah satu pedagang nanas madu di kawasan Galur, Jakarta Pusat, menuturan pandemi sangat berpengaruh terhadap penjualan nanasnya. “Penjualan nanas omsetnya turun dibandingkan sebelum pandemi. Dulu sebelum pandemi bisa jual 180-200 buah tiap harinya, malah kalau hari libur bisa lebih. Tapi sekarang cuma bisa laku 90-100 buah saja itu sudah patut disyukuri,” kata Kamaludin ditemui di lapak tempatnya berdagang.

Menurut Kamaludin, penurunan omset mencapai 50 persen. Ini membuatnya harus memutar otak untuk mencukupi biaya harian. Salah satunya dengan membuka dagangan lebih awal dari sebelumnya dan tutup lebih lambat dari biasanya.

“Karena kondisi seperti ini, saya akalin buka lebih lama,” tutur Kamaludin. “Kalau biasa buka jam 9 pagi dan tutup jam 10 malem, sekarang buka jam 6 pagi tutup jam 12 malem, ” jelas Kamaludin.

Diakuinya, inisiatif merubah jam buka tersebut efektif dalam meningkatkan omset penjualnnya dari menurun berangsur membaik. “Lumayan lah penjualan meningkat dibandingkan sebelum menambah jam operasi, ” ujar Kamaludin.

Dirinya menuturkan bisnis yang sudah turun temurun diwarisi dari leluhurnya harus dipertahankan agar tidak gulur tikar.

Advertisement

Penjual nanas seperti Kamaludin tak hanya satu melainkan ada beberapa penjual lain. Tapi kebanyakan dari mereka masih sanak famili.

“Yang jualan sepanjang jalan ini masih saudara saya semua, jadi saling dukung,” jelas Kamaludin. (Farhanzuhdi)

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement