Selebritis
Putri Mako Jalani Hidup Sederhana di AS, Jauh dari Kemewahan Kerajaan Jepang

Kehidupan Putri Mako kini, jauh dari kata mewah. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Kehidupan Mako Komuro kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah potret terbarunya beredar. Mantan putri Kekaisaran Jepang itu kini menjalani kehidupan yang jauh lebih sederhana sejak memutuskan meninggalkan status kerajaan demi menikah dengan pria non-bangsawan.
Mako, yang merupakan putri sulung Fumihito dan keponakan Naruhito, resmi melepas gelar bangsawannya setelah menikah dengan Kei Komuro. Keputusan tersebut mengikuti aturan Kekaisaran Jepang yang mengharuskan perempuan kerajaan kehilangan statusnya jika menikah dengan rakyat biasa.
Kini, Mako bersama suami dan anaknya tinggal di kawasan pinggiran Amerika Serikat, tepatnya di wilayah Connecticut, setelah sebelumnya menetap di kawasan Hell’s Kitchen, Manhattan, New York. Kehidupan keluarga kecil ini disebut jauh lebih tenang dan privat dibandingkan saat masih berada di lingkungan kerajaan.
Sorotan publik kembali menguat setelah Mako terlihat beraktivitas seperti warga biasa, termasuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Dalam foto yang beredar, ia tampak membawa tas belanja dari toko ritel dan berjalan santai bersama suami serta bayi mereka.
Dilaporkan media internasional, keluarga tersebut kerap menghabiskan waktu dengan aktivitas sederhana, seperti berbelanja di toko keju lokal, toko roti, hingga supermarket di sekitar tempat tinggal mereka. Mereka juga disebut tinggal di kondominium sederhana yang jauh dari kesan mewah.
Meski hidup jauh dari sorotan istana, Mako tetap menjalani aktivitas profesional. Ia diketahui memiliki latar belakang sebagai sejarawan seni dan pernah terlibat sebagai sukarelawan di The Metropolitan Museum of Art, membantu kurator dalam pengelolaan koleksi seni Asia.
Sementara itu, suaminya Kei Komuro kini berkarier sebagai pengacara. Ia menyelesaikan pendidikan hukumnya di Fordham Law School dan bekerja di firma hukum Lowenstein Sandler LLP dengan fokus pada perdagangan global dan keamanan nasional.
Kehidupan pasangan ini juga disebut sepenuhnya mandiri secara finansial tanpa bergantung pada keluarga Kekaisaran Jepang. Mereka memilih menjaga privasi, termasuk tidak mengungkap secara publik detail mengenai anak mereka, baik nama maupun jenis kelamin.
Perubahan drastis dari kehidupan kerajaan ke gaya hidup sederhana ini menjadi perhatian luas, sekaligus menunjukkan pilihan personal Mako untuk menjalani kehidupan yang lebih bebas dan mandiri di luar protokol istana.***














