Connect with us

Nasional

SEB Pembelajaran di Bulan Ramadan 2026: Belajar Lebih Humanis dan Minim Gawai, Catat Agendanya!

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. (Kemendikdasmen)

FAKTUAL INDONESIA: Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, pemerintah resmi menerbitkan panduan khusus agar kegiatan belajar mengajar tetap bermakna tanpa membebani siswa. Melalui Surat Edaran Bersama (SEB) yang ditandatangani oleh Mendikdasmen, Menag, dan Mendagri, pola pembelajaran tahun ini dirancang lebih adaptif dan fokus pada penguatan spiritualitas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum emas untuk membentuk etika dan kepedulian sosial siswa.

“Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dengan bermakna tanpa terbebani. Ramadan harus menjadi ruang pendidikan karakter yang kuat,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Jadwal Pembelajaran Ramadan 1447 H

Agar orang tua dan sekolah bisa bersiap, berikut adalah rincian skema pembelajarannya:

Advertisement
  • 18 – 21 Februari 2026: Belajar Mandiri & Homey

Siswa belajar di lingkungan keluarga dan masyarakat. Penugasan dari sekolah dipastikan sederhana, menyenangkan, dan meminimalkan penggunaan gawai/internet.

  • 23 Februari – 14 Maret 2026: Aktivitas di Sekolah

Fokus pada penguatan iman. Siswa Muslim dianjurkan mengikuti pesantren kilat dan tadarus, sementara siswa non-Muslim mengikuti bimbingan rohani sesuai keyakinan masing-masing.

  • 16 – 27 Maret 2026: Libur Lebaran

Waktunya fokus pada silaturahmi dan mempererat persaudaraan keluarga.

  • 30 Maret 2026:

Kegiatan belajar mengajar kembali normal.

Kurangi Fisik, Perkuat Hati

Pemerintah menginstruksikan kepala satuan pendidikan untuk melakukan penyesuaian kreatif, di antaranya:

  • Mengurangi intensitas kegiatan fisik (seperti olahraga berat/PJOK).
  • Memberikan perhatian khusus bagi anak berkebutuhan khusus agar tidak tertinggal.
  • Menjamin keamanan aset sekolah selama masa libur panjang.

Pesan untuk Orang Tua

Peran keluarga menjadi kunci, terutama saat masa belajar mandiri. Orang tua diharapkan menjalankan peran sebagai sahabat belajar anak dengan: mendampingi praktik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, bijak mengatur penggunaan gadget dan mencegah praktik pernikahan usia dini serta segala bentuk eksploitasi anak.

Menutup keterangannya, Abdul Mu’ti menyampaikan pesan hangat bagi seluruh insan pendidikan di Indonesia.

“Selamat menunaikan puasa bagi keluarga besar Kemendikdasmen dan para murid di seluruh Indonesia. Mari jadikan Ramadan momentum meningkatkan kualitas spiritual dan kinerja untuk membentuk generasi Indonesia yang hebat dan kuat,” pungkasnya. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement