Politik
Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatera, Presiden Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Menteri Prasetyo Hadi saat beri keterangan kepada pers, 6 Januari 2026. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di tiga provinsi terdampak yakni Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, usai mengucapkan kalimat taklim awal tahun pada Selasa malam (6/1/2026) di Hambalang, Bogor.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dalam keterangan persnya, menjelaskan bahwa Presiden menunjuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas.
Baca Juga : BNPB Catat, Jumlah Korban Tewas Banjir Sumatera Capai 1.177 Jiwa
“Beliau menunjuk Bapak Jenderal Tito Karnavian, Mendagri sebagai Ketua Satgas yang didampingi oleh Wakil Ketua Satgas, Bapak Richard Tampubolon. Kemudian juga dibantu ada dewan pengarah yang akan diketuai Menteri Koordinator BIdang PMK,” ujarnya.
Menurut Menteri Pras, penunjukan Mendagri sebagai ketua satgas didasarkan pada luasnya wilayah terdampak yang mencakup tiga provinsi. “Dalam kapasitas beliau sebagai Menteri Dalam Negeri, Bapak Presiden memiliki pertimbangan dan meyakini bahwa di bawah Pak Mendagri dapat dikoordinasikan dengan lebih baik,” jelasnya.
Baca Juga : Satu Bulan Pascabencana Aceh – Sumatera, Seskab Teddy: 12 Jembatan Tersambung, 600 Hunian Siap Jadi, 87 Rumah Sakit Pulih
Terkait target kerja, Menteri Pras menegaskan bahwa satgas akan bekerja secepat-cepatnya sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Sementara target prioritas pemerintah, kata Menteri Pras berfokus pada pembangunan hunian yang layak bagi para warga terdampak.
“Kalau target ya secepat-cepatnya. Kan tahap-tahapannya juga sudah ada ya. Untuk prioritas pertama tentunya adalah sesegera mungkin dibangun sebanyak-banyaknya hunian-hunian bagi saudara-saudara kita yang sekarang masih ada di pengungsian,” katanya.
Baca Juga : Fatma Saifullah Yusuf Ajak Ratusan Anak Berdoa Bersama untuk Sumatera pada Run For Solidarity
Lebih lanjut, Menteri Pras menyampaikan bahwa sejumlah pihak mulai dari kementerian/lembaga, Polri, hingga Danantara terlibat aktif dalam upaya pemulihan. Sementara Kementerian Pekerjaan Umum, menurut Menteri Pras telah merencanakan penanganan berdasarkan data kerusakan.
“Untuk yang rusak ringan dan rusak sedang dalam waktu secepat-cepatnya untuk direalisasikan kompensasi, supaya saudara-saudara kita bisa segera memperbaiki rumahnya masing-masing dan kembali dari pengungsian, kembali ke kediaman masing-masing,” kata dia.***














