Ekonomi
Demo Buruh Hari Ini, Hindari Kawasan Istana Negara dan DPR Senayan

Ilustrasi demo buruh di depan gedung DPR pada 24 November 2025. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh kembali akan menggelar demonstrasi di sekitar Istana Merdeka Jakarta dan DPR hari ini, Senin (24/11/2025). Masyarakat yang tidak berkepentingan disarankan untuk hindari kawasan itu.
Sementara itu, polisi mengatakan rekayasa lalu lintas akan diterapkan situasional. “Rekayasa bersifat situasional. Setiap aktivitas unjuk rasa di mana pun sebenarnya kita berharap bahwa arus lalu lintas tidak sampai tertutup,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Komarudin kepada wartawan, Senin (24/11/2025).
Baca Juga : Demo Buruh di Balai Kota, Minta Naik UMP Jadi Rp 6 Juta
Komarudin menerangkan rekayasa lalu lintas tidak diterapkan jika pengendara masih bisa melintas. Pihaknya juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas antisipasi massa menutup jalan.
“Kalau pun nanti jumlah pesertanya banyak, langsung tutup jalan seperti contoh umpamanya kalau di Istana, tentu itu yang dialihkan itu arus lalu lintas menuju Medan Merdeka Selatan yang dari arah Patung Kuda menuju Kedubes Amerika Serikat (AS),” ujarnya.
Komarudin menambahkan pihaknya juga akan menerapkan hal yang sama saat massa unjuk rasa di DPR. Dia menyebut rekayasa lalu lintas akan diterapkan situasional.
Baca Juga : Reno Syahputra Korban Demo Akhir Agustus Lalu, Jenazahnya Tiba di Surabaya
“Di DPR (rekayasa lalu lintas) situasional,” ujarnya.
Buruh Demo Hari Ini
Presiden KSPI dan Partai Buruh Said Iqbal menyebut demonstrasi ini akan digelar serentak di seluruh Indonesia. Untuk di Jakarta, kata Said, demo rencananya akan digelar di depan Gedung DPR dan Istana.
Massa buruh menolak kenaikan upah minimum 2026 versi pemerintah yang disebut hanya naik rata-rata Rp 90 ribu per bulan.
Baca Juga : Finalis Demoday FoodStartup Indonesia 2025 Berhasil Menarik Minat Investor, Menpar Widiyanti Senang Sekali
“Rata-rata upah minimum per bulan di Indonesia (rata-rata 38 provinsi) adalah tidak lebih dari Rp 3 juta per bulan. Maka rata-rata kenaikan upah minimum adalah di kisaran 90 ribu per bulan,” ujar Said.
Said mengatakan rencananya diperkirakan 15 ribu buruh akan ikut dalam aksi di Jakarta. Kemudian aksi juga akan digelar di Bandung tepatnya di Gedung Sate hingga kantor Gubernur Provinsi Banten.
“Di Jakarta sendiri diperkirakan sebanyak lima belas ribu buruh akan ikut serta melakukan aksi nasional tersebut. Di Bandung, aksi akan berlangsung di Gedung Sate, Jawa Barat. Di Serang aksi dilakukan di Kantor Gubernur Provinsi Banten. Di Semarang massa buruh akan melakukan aksi di Kantor Gubernur Jawa Tengah,” ujar Said.***














