Olahraga
Apa Itu Robot di Bridge Base Online (BBO) & Challenge?

Oleh : Bert Toar Polii
FAKTUAL INDONESIA: Saat ini sebagian besar pemain bridge online di platform Bridge Base Online (BBO) telah mencoba bermain dengan GIB, singkatan dari Ginsberg’s Intelligent Bridgeplayer , diciptakan oleh Matt Ginsberg.
GIB atau yang lebih dikenal dengan robot telah terintegerasi dengan BBO sejak tahun 2005. Diawali dengan Basic GIB yang adalah robot yang paling banyak digunakan di BBO. Semua bisa mencobanya di semua permainan karena robot ini gratis. Robot ini disebut BasicGIB 2/1. Namun perlu diingat sesuai namanya, robot ini hanya mengenal sistim standart 2/1 sesuai namanya.
Sebelum berlanjut ada baiknya kita mengenal tentang robot di BBO, GIB adalah robot jembatan BBO klasik, yang pertama kali terintegrasi ke dalam BBO pada Juli 2005. GIB, singkatan dari Ginsberg’s Intelligent Bridgeplayer , diciptakan oleh Matt Ginsberg. Selama bertahun-tahun, BBO telah merwata dan menyempurnakan GIB untuk memastikan permainan yang lebih andal dan konsisten.
Baca Juga : Legenda Bridge Jabar Kikik Hikmat Meninggal di Usia 81 Tahun
Basic GIB adalah robot jembatan yang paling banyak digunakan di BBO – Anda dapat mencobanya di semua permainan robot gratis dan sebagai pengganti saat pemain meninggalkan tengah permainan; robot ini disebut BasicGIB 2/1. – Anda mungkin sudah mengenali namanya.
GIB Lanjutan menggunakan simulasi saat pengambilan keputusan yang ketat, selain aturan terprogram, dan menganalisis berbagai kemungkinan hasil untuk memilih tindakan terbaik. Jika Anda melihat AdvGIB 2/1 di BBO, itu adalah robot GIB Lanjutan – Anda akan menjadikannya sebagai partner dan lawan di hampir semua permainan premium, serta saat Anda mendaftar dengan partner robot dalam permainan berpasangan.
Baca Juga : Indonesia Juara 3 & 4 E-Cup2 dan 7 Pemain Lolos ke Final The eBridge Cup 2025 Online
Meskipun kedua versi GIB menggunakan sistem penawaran yang sama, perbedaannya terletak pada seberapa banyak mereka “berpikir” sebelum bertindak.
Selanjutnya muncul Ben (singkatan dari Bridge Engine ) adalah robot berbasis pembelajaran mesin yang dikembangkan oleh Lorand Dali , yang kini menjadi bagian dari tim BBO. AI Ben versi BBO dilatih pada ratusan juta transaksi yang dimainkan oleh manusia di BBO. Anda dapat bermain dengan Ben kapan saja dengan mengunjungi Robot World, lalu “Coba Mesin Bridge AI kami”.
Big Ben adalah versi Ben yang disempurnakan, untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. ‘Big Ben’ akan segera diperkenalkan sebagai peningkatan untuk AI Ben.
Jadi saat ini ada 4 model robot di BBO, sayangnya yang tiga lainnya berbayar jika ingin menggunakan.
Baca Juga : Bridge Bukan Judi Tapi Olahraga Otak
Untuk memanfaatkan robot tersedia yang disebut Challenge.
CHALLANGE adalah salah satu pilihan untuk bermain bridge sendiri dan bisa dilakukan kapan saja jadi tidak terikat waktu. Maksudnya tidak harus mempunyai pasangan karena pasangan kita termasuk lawan telah disediakan oleh Bridge Base Online (BBO). Ketiga lawan kita adalah Ginsberg’s Intelligent Bridgeplayer (GIB) atau lebih akrab disebut Robot.
Jika kita ingin bermain challenge maka yang diperlu dipelajari adalah sistim yang digunakan robot yang sebenarnya tidak terlalu sulit. Robot di program bermain sistim natural 2/1 yang cukup popular buat pemain yang akrab bermain di BBO.
Setelah kita menguasai sistim yang digunakan robot maka kita bisa masuk ke BBO kemudian pilih challangge.
Setelah itu kita bisa mengundang teman untuk beradu pintar dalam mengelola kartu yang sama. Jumlah board yang dimainkan terserah keinginan kita untuk menentukan. Selanjutnya ada pilihan untuk memilih best hand atau tidak. Best hand berarti anda akan selalu pegang 12+ HCP.
Baca Juga : Belajar dari China Memajukan Bridge, Ada Dua Penemuan yang Boleh Dicoba di Indonesia
Setelah itu kita akan ajak teman dengan menulis nickname teman dari BBO atau juga kita mengundang secara acak karena ada beberapa pilihan.
Model ini ditemukan Bridge Base Online (BBO) beberapa waktu yang lalu dan sempat menjadi ramai di kalangan penggemarnya di Indonesia. Bahkan sudah ada yang mengadakan turnamen bridge challenge. Malah sekarang menjadi sangat banyak karena ada yang rutin menggelar pertandingan challenge setiap hari.
Penulis sendiri cukup aktif dalam hal ini. Ada beberapa group yang penulis ikuti : Romanian Bridge Challenge, Garuda Indonesia, LBC kemudian yang terakhir Nusantara Bridge Community serta juga punya group sendiri 4 orang untuk bermain di Group Challenge.
Di Romanian Bridge Challenge yang sudah penulis ikuti sejak tahun 2020 yang digelar oleh Rumania Bridge Federation malah sudah memperoleh gelar Platinum Master.
Sekarang malah World Bridge Federation sudah ikut mendukung dengan menggelar The E-Bridge Cup dan ada juga Womens Bridge Festival.
Baca Juga : Menanti Kejutan, 9 Pemain Indonesia Berpeluang Lolos ke Final Piala eBridge 2025 Online
Mengapa mereka memilih model ini ketimbang model yang sudah umum?
Sepertinya ada beberapa pertimbangan, pertama soal flexibilitas waktu dimana karena bisa dimainkan kapan saja maka perbedaan waktu tidak jadi penghalang. Kedua, tidak ada kecurangan.
Ketiga bisa melatih teknik play dan defense serta belajar sistim standart. Keempat melatih kedisiplinan dalam bidding karena harus mengikuti sistim dari robot. Melenceng sedikit, robot tidak perduli dan bidding bisa jadi tidak keruan.
Memang ada kelemahannya karena tidak ada pembinaan partnership disini. Walaupun demikian sebagai sarana berlatih individu, event seperti ini bisa menjadi pilihan.
Perbedaan mencolok hanya pada aturan penggunaan sistim standart. Ada yang ketat menetapkan aturan harus disiplin dalam bidding. Namun ada juga yang membebaskannya. ***














