Connect with us

Olahraga

Duel Meet JAPFA Chess Festival 2025: GM Susanto Menang, WIM Shafira Harus Akui Ketangguhan Runner Up Juara Dunia IM Amina

Diterbitkan

pada

Duel Meet JAPFA Chess Festival 2025: GM Susanto Menang, WIM Shafira Harus Akui Ketangguhan Runner Up Juara Dunia IM Amina

GM Daniel Quizon (kiri) menyerah kalah di babak pertama kepada GM Susanto Megaranto. (Foto: Bambang)

FAKTUAL-INDONESIA: Grand Master (GM) Susanto Megaranto (elo ranting 2476) memperlihatkan kelasnya menyudahi perlawanan pecatur muda Filipina GM Daniel Quizon (2420) di babak pertama catur standart di Duel Meet JAPFA Chess Festival 2025, Minggu (5/10/2025), di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta.

Susanto yang selalu tampil menjadi pemimpin tim Indonesia di Olimpiade Catur dan Kejuaraan Dunia, tidak memberikan lawannya berkembang.

Baca Juga : JAPFA Chess Festival ke-15/2025: Pecatur Terbaik Indonesia Hingga Komunitas Tumplek Bleg Bersaing jadi Terbaik

“Susanto memang jagi salah satu pecatur yang disegani di kawasan Asean,” kata Kabid Binpres PB Percasi Kristianus Liem. ” Ini karena Susanto memiliki jam terbang cukup mumpuni baik di Olimpiade Catur atau pun Kejuaraan Dunia. Hanya memang belakangan Susanto belum setajam seperti dia pada puncak prestasinya,” imbuhnya.

Duel Meet JAPFA Chess Festival 2025: GM Susanto Menang, WIM Shafira Harus Akui Ketangguhan Runner Up Juara Dunia IM Amina

IM Shafira Menyerah

Sementara itu pecatur muda putri Indonesia, IM Shafira Devi Harfeza (2149), masih belum berhasil menahan ulet dan matangnya permainan Runner Up Juara Dunia asal Kazakstan IM Amina Kairbekova (2324) pada Duel Meet di bagian putri.

Advertisement

“Saya sebelumnya telah mempelajari tipe main Kairbekova,” aku Shafira. “Namun harus saya akui dia ulet dan matang serta sangat untuk menunggu moment menekan dan menyudahi lawannya,” lanjutnya.

Baca Juga : JAPFA Fun Games Challenge 2025 Tampilkan Simultan dan Blind Chess Hibur Masyarakat di Car Free Day

Meski kalah di kesempatan babak pertama, Shafira masih punya peluang di lima babak selanjutnya (satu catur standart, 2 Catur Cepat dan dua Catur Kilat.)

Kabid Pembinaan dan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem menuturkan, jika Duel Meet kali ini menerapkan formasi enam babak terdiri: catur standart (2 babak), catur cepat (2) dsn catur kilat (2). “Jadi ini menjadi tantangan buat pemain yang terlibat,” ucap Kristianus. “Apakah mereka punya kemampuan komplit di tiga formasi catur ini. Pun demikian bagi yang tertinggal, masih punya harapan terbuka memanfaatkan babak selanjutnya. Duel Meet kali ini cukup menarik dan punya tantang tersendiri kepada masing-masing pemain yang terlibat,” jelasnya.****

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement