Nasional
Tidak Ada Pembukan Pendaftaran Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Tegaskan DTSEN Jadi Acuan

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (13/4/2026, membahas hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 2 Tahun 2026 yang telah dilakukan oleh BPS. (Kemensos)
FAKTUAL INDONESIA: Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi acuan dalam proses penerimaan murid baru Sekolah Rakyat. Dengan demikian tidak ada pembukaan pendaftaran umum untuk penerimaan murid baru Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027.
Demikian dikemukakan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial pada Senin (13/4/2026). Menurut Mensos Gus Ipul, proses penerimaan murid baru dilakukan melalui penjangkauan langsung kepada calon siswa menggunakan basis data DTSEN Volume 2 tahun 2026.
“Sesuai arahan Presiden tidak boleh ada titipan. Tidak boleh ada suap menyuap. Tidak boleh ada KKN. Tapi semuanya dijangkau berbasis DTSEN,” ujar Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial pada Senin (13/4/2026).
Seperti dilansir laman Kemensos, Gus Ipul menegaskan bahwa penjangkauan calon peserta didik harus berjalan transparan dan akuntabel. Oleh karena itu, DTSEN menjadi acuan utama untuk menentukan calon siswa yang berhak.
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa mekanisme penjangkauan lapangan ini akan dilakukan oleh pendamping dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial, hingga petugas BPS. Mereka akan terjun ke masyarakat memverifikasi kondisi keluarga, memastikan persetujuan orang tua calon siswa, hingga memastikan bahwa calon siswa memenuhi kriteria.
“Rekrutmen untuk anak dari keluarga yang paling tidak mampu. Keluarga yang putra-putrinya mungkin belum sekolah, tidak sekolah, putus sekolah atau berpotensi putus sekolah,” jelasnya.
Gus Ipul menekankan bahwa semua pihak yang terlibat dalam seleksi wajib taat pada aturan, prosedur dan menjalankan arahan Presiden secara konsisten. Oleh karena itu, Gus Ipul meminta kepada masyarakat untuk ikut mengawasi proses seleksi secara langsung dan apabila ada pelanggaran, dapat langsung dilaporkan melalui saluran resmi Kemensos yang telah disediakan.
Hal ini bertujuan agar program Sekolah Rakyat tepat sasaran dan diisi oleh anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sesuai gagasan Presiden Prabowo Subianto, untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Dalam kesempatan ini Gus Ipul juga melaporkan bahwa pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia telah berjalan sesuai target. Pembangunan ditargetkan untuk selesai pada bulan Juli sebelum MPLS tahun ajaran baru dimulai.
Terakhir, Gus Ipul mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak karena pembangunan Sekolah Rakyat permanen ini merupakan hasil kolaborasi lintas pihak meliputi kementerian dan lembaga, hingga pemerintah daerah.
“Ya (pembangunan) baik sekali. Jadi meski ada dinamika-dinamika di lapangan tapi mudah-mudahan semuanya bisa diatasi dengan baik,” tutup Gus Ipul.
DTSEN Semakin Solid
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (13/4/2026). Pertemuan tersebut membahas hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 2 Tahun 2026 yang telah dilakukan oleh BPS.
Gus Ipul menjelaskan bahwa DTSEN terus dimutakhirkan setiap tiga bulan sekali. Untuk triwulan II pada bulan April ini, Kemensos menerima hasil pemutakhiran 10 hari lebih cepat dari triwulan sebelumnya.
“Alhamdulillah ini atas kesepakatan bersama, agar penyaluran bisa lebih cepat, Ibu Kepala BPS beserta jajaran bisa mempercepat penyerahan DTSEN hasil pemutakhiran itu 10 hari lebih cepat, jadi biasanya tanggal 20, kita bisa terima tanggal 10, Alhamdulillah untuk Triwulan kedua ini kita sudah bisa terima pada tanggal 10,” kata Gus Ipul dalam konferensi pers.
Gus Ipul menyampaikan DTSEN Volume 2 hasil pemutakhiran ini, akan digunakan sebagai dasar penetapan Bantuan Sosial (Bansos) reguler PKH dan BPNT pada triwulan ke-II.
“Saya bersyukur sekali, Alhamdulillah DTSEN semakin solid, DTSEN terus dilakukan langkah-langkah nyata, sehingga errornya terus menurun,” ujarnya.
Disamping, digunakan sebagai dasar penetapan Bansos reguler triwulan ke-II, data hasil pemutakhiran ini juga digunakan sebagai basis rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027.
“Jadi siswa Sekolah Rakyat ini tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan berbasis DTSEN, khususnya nanti adalah di Desil 1 dan Desil 2,” imbuhnya.
Hasil pemutakhiran DTSEN ini juga telah ditunggalkan dengan data kependudukan di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. “Alhamdulillah pemadanan DTSEN dengan Dukcapil terus diperkuat,” kata Gus Ipul.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan hasil pemutakhiran pada DTSEN Volume 2 Tahun 2026 ini terbagi ke dalam record keluarga dan individu.
Terdapat perubahan pada hasil pemutakhiran versi 1 dan versi 2, pada record keluarga sebelumnya tercatat 95,0 juta keluarga, di versi ke-2 bertambah menjadi 95,3 juta keluarga. Sementara pada record individu dari sebelumnya 289,0 juta individu, di versi ke-2 menjadi 289,3 juta individu.
“Ini kami mutakhirkan ada yang meninggal sekitar 314 ribu berdasarkan SIAK, dan waktu kami ground check juga kami menemukan ada yang meninggal 356 ribu. Tetapi juga ada yang lahir baru, ada yang melakukan reaktifasi NIK dan kartu keluarga, sehingga net-nya tadi yang sudah saya sampaikan,” katanya
Amalia menambahkan berdasarkan hasil pemutakhiran DTSEN ini, BPS juga menemukan adanya inclusion error sebanyak 11.014 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang merupakan penerima bansos di Desil 5 ke atas.
“Kami menemukan adanya inclusion error yang hanya 11,014 (KPM) atau sebesar 0,06 persen dari penerima bansos Triwulan ke-1. Di mana total penerima bansos Triwulan ke-1 adalah sebesar 18,15 juta keluarga,” pungkasnya.
Dalam kegiatan ini turut hadir Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi, serta pejabat terkait lainnya. ***














