Connect with us

Ekonomi

Awal Pekan, Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah, Harga Emas Antam Naik

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Awal Pekan, Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah, Harga Emas Antam Naik

Pada penutupan perdagangan Senin (10/3/2025), nilai tukar (kurs) rupiah dan ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah sedangkan harga emas batangan Antam naik

FAKTUAL INDONESIA: Awal pekan ditandai dengan melemahnya nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Senin (10/3/2025) sore.

Sedangkan harga emas Antam dalam perdagangan di awal pekan ini mengalami kenaikan Rp3.000 per gram.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau bergerak melemah pada perdagangan sore ini.

Mengacu data Bloomberg, rupiah melemah hingga 72,5 poin atau 0,44 persen menjadi Rp16.367 per USD dibandingkan pembukaan perdagangan sebelumnya di posisi Rp16.299 per USD.

Sementara itu, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah melemah hingga 46 poin atau 0,28 persen menjadi Rp16.335 per USD dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp16.294 per USD.

Advertisement

Adapun berdasarkan data kurs referensi mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat alias Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) yakni Rp16.326 per USD.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuabi menyatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi sikap hati-hati investor di tengah kekhawatiran atas kebijakan tarif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Baca Juga : Rupiah dan IHSG Kompak Menguat saat Penutupan Perdagangan Jumat, Emas Antam Merosot

“Presiden Trump meningkatkan ketegangan perdagangan dengan mengenakan tarif 25 persen pada barang-barang Kanada dan Meksiko, dan meningkatkan pungutan pada produk-produk Tiongkok hingga 20 persen. Namun, ia kemudian melunakkan pendiriannya, dengan menunda tarif selama empat minggu pada sebagian besar barang-barang Meksiko dan Kanada, tetapi tetap teguh pada pendiriannya terhadap Tiongkok,” ujarnya dalam keterangan resmi, di Jakarta, Senin.

Selain itu, China juga mengalami deflasi, karena harga konsumen dan produsen menurun.

Indeks harga produsen (PPI) turun sebesar 2,2 persen year on year (yoy), sedikit membaik dari penurunan 2,3 persen pada bulan Januari, tetapi masih meleset dari perkiraan penurunan 2 persen.

Advertisement

Data inflasi month to month China juga turut mengalami kontraksi, masing-masing 0,2 persen dan 0,7 persen yoy.

Tren deflasi ini muncul di tengah Kongres Rakyat Nasional (The National People’s Congress/NPC) yang sedang berlangsung, dengan para pembuat kebijakan sedang mempertimbangkan strategi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, katanya pula.

“Data terkini dapat mengintensifkan diskusi tentang penerapan langkah-langkah stimulus yang lebih kuat untuk melawan melemahnya inflasi dan mendukung permintaan domestik,” ujar Ibrahim.

Pelaku Pasar Terguncang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup

Advertisement

melemah 37,79 poin atau 0,57 persen ke posisi 6.598,21. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,51 poin atau 1,40 persen ke posisi 739,88.

“IHSG dan bursa saham regional Asia melemah, pasar bereaksi terhadap data terbaru dari China dan data ekonomi Amerika Serikat (AS), yang mana tekanan deflasi yang terus-menerus menggarisbawahi tantangan ekonomi China,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dengan demikian, hal tersebut memberikan prospek ekonomi China yang masih dibayangi oleh permintaan domestik yang lemah dan perang dagang yang meningkat dengan AS.

Hal tersebut dilatarbelakangi setelah Biro Statistik Nasional China mengungkapkan inflasi secara bulanan Februari tercatat turun dari sebelumnya 0,7 persen menjadi minus 0,2 persen dan inflasi tahunan turun dari sebelumnya 0,5 persen menjadi minus 0,7 persen.

Baca Juga : Penutupan Perdagangan Kamis, Rupiah Melemah, IHSG Menguat dan Harga Emas Antam Turun Tipis

Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa bank sentral tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga dan menyuarakan kekhawatiran terkait kebijakan Presiden Donald Trump.

Advertisement

Pelaku pasar telah terguncang pada pekan ini oleh ketidakpastian terkait keputusan Trump mengenai tarif impor barang dari Kanada, Meksiko, dan China.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi sebesar 5,44 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor barang konsumen non prime yang masing-masing naik sebesar 0,51 persen dan 0,40 persen.

Sedangkan, delapan sektor turun yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 3,24 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor kesehatan yang masing- masing turun sebesar 2,47 persen dan 1,82 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MINA, UNVC, MINE, FAST dan RONY. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni RELI, NEST, SONA, MTFN dan NAIK.

Advertisement

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.119.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,64 miliar lembar saham senilai Rp9,45 triliun. Sebanyak 247 saham naik 386 saham menurun, dan 324 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 141,10 poin atau 0,38 persen ke 37.028,27, indeks Shanghai melemah 6,39 poin atau 0,19 persen ke 3.366,16, indeks Kuala Lumpur melemah 10,81 persen atau 0,70 poin ke posisi 1,536, dan indeks Straits Times melemah 15,41 poin atau 0,39 persen ke 3.899,07.

Emas Antam

Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin (10/3) mengalami kenaikan Rp3.000, dari sebelumnya Rp1.690.000 menjadi Rp1.693.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik, yakni Rp1.543.000 per gram.

Advertisement

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

Baca Juga : Rupiah dan IHSG Menguat, Emas Antam Cetak Rekor, Cabai Rawit Merah Tembus Rp70.900/kg

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

– Harga emas 0,5 gram: Rp896.500.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.693.000.

Advertisement

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.326.000.

– ⁠Harga emas 3 gram: Rp4.964.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp8.240.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp16.425.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp40.937.000.

Advertisement

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp81.795.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp163.512.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp408.515.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp816.820.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.633.600.000.

Advertisement

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement