Connect with us

Ekonomi

Rupiah dan IHSG Menguat, Emas Antam Cetak Rekor, Cabai Rawit Merah Tembus Rp70.900/kg

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Rupiah dan IHSG Menguat, Emas Antam Cetak Rekor, Cabai Rawit Merah Tembus Rp70.900/kg

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat Jumat (14/2/2025) ketika emas batangan PT Antam Tbk cetak rekor dan cabai rawit merah capai Rp 70.900 per kg

FAKTUAL INDONESIA: Penutupan perdagangan Jumat (14/2/2025) sore, ditandai dengan menguatnya nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sementara itu harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk mencatat rekor setelah naik sebesar Rp9.000 per gram.

Untuk komoditas pangan, berdasarkan  Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia,  cabai rawit merah tembus di harga Rp70.900 per kilogram.

Seperti dilansir laman berita antaranews.com, nilai tukar rupiah (kurs) terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat 110 poin atau 0,67 persen menjadi Rp16.251 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai, faktor utama yang menopang penguatan rupiah hari ini adalah tren pelemahan indeks dolar AS. Kondisi ini terjadi seiring dengan langkah Trump yang masih mengkaji ulang penerapan tarif secara resiprokal.

Advertisement

Baca Juga : Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah, Emas Antam Melonjak

Selain faktor perdagangan AS, tren penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS juga menjadi pendorong penguatan rupiah.

Penurunan yield ini menyebabkan selisih (spread) dengan yield obligasi pemerintah Indonesia semakin melebar, menjadikan pasar keuangan domestik lebih menarik bagi investor asing.

Oleh karena itu, Rully memproyeksikan rupiah berpeluang menguat lagi di kisaran Rp16,160 – Rp16,260 per dolar AS pada perdagangan Senin mendatang.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini menguat ke level Rp16.285 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.365 per dolar AS.

9 Sektor Menguat

Advertisement

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore, ditutup menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 24,89 poin atau 0,38 persen ke posisi 6.638,46. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,68 poin atau 0,35 persen ke posisi 772,41.

“Indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) meningkat pada Januari 2025 dengan kenaikan terbesar dalam hampir satu setengah tahun, atau memperkuat pesan The Fed bahwa mereka tidak terburu-buru untuk melanjutkan pemotongan suku bunga,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari mancanegara, minyak jatuh lebih dari 2 persen pada Rabu (12/02), setelah Presiden AS Donald Trump mengambil langkah besar pertama menuju diplomasi atas perang di Ukraina yang dijanjikannya untuk diakhiri, perang yang telah mendukung harga minyak karena kekhawatiran tentang pasokan global.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup merosot 1,82 dolar AS atau 2,36 persen menjadi 75,18 dolar AS per barel, sementara, patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) anjlok 1,95 dolar AS per barel atau 2,66 persen menjadi 71,37 dolar AS per barel.

Advertisement

Dari dalam negeri, Gaikindo melaporkan penjualan mobil secara wholesales di tingkat nasional pada Januari 2025 mencapai 61.843 unit, atau turun 11,3 persen year-on-year (yoy) dan 22,5 persen month-on-month (mom).

Baca Juga : Kamis Sore, Rupiah Menguat, IHSG BEI Melemah dan Emas PT Antam Merosot

Angka itu setara 6,8 persen sampai dengan 8,24 persen dari target penjualan mobil pada 2025 yang diperkirakan oleh Gaikindo, yaitu 750-900 ribu unit. Penurunan penjualan itu terdampak dari melemahnya daya beli masyarakat di tengah era suku bunga yang masih tinggi.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 1,41 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor teknologi yang masing-masing naik sebesar 1,22 persen dan 1,21 persen.

Sementara itu, dua sektor menurun yaitu sektor kesehatan turun paling dalam minus sebesar 0,94 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer yang turun sebesar 0,94 persen.

Advertisement

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BRRC, BUVA, CGAS, PTSP dan BEBS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SKLT, MTFN, TAXI, ARGO, dan SKBM.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.142.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,06 miliar lembar saham senilai Rp14,85 triliun. Sebanyak 325 saham naik 258 saham menurun, dan 372 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 312,04 poin atau 0,79 persen ke 39.149,43, indeks Shanghai menguat 14,24 poin atau 0,43 persen ke 3.346,72, indeks Kuala Lumpur menguat 0,68 persen atau 0,04 poin ke posisi 1,591,60, indeks Straits Times melemah 5,05 poin atau 0,13 persen ke 3.877,53.

Emas Antam Cetak Rekor

Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Jumat, naik sebesar Rp9.000 per gram, dari Rp1.692.000 per gram menjadi Rp1.701.000 per gram.

Advertisement

Dalam sepekan, apabila dibandingkan dengan harga emas pada Jumat (7/2), terjadi kenaikan harga emas sebesar Rp41.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik, yakni Rp1.552.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Advertisement

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Baca Juga : Tunggu Hasil Pilpres AS, Kurs Rupiah dan IHSG BEI Melemah sedang Emas Antam Mulai Naik

Harga Pangan

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat sejumlah komoditas pangan secara umum, salah satunya cabai rawit merah yang tembus di harga Rp70.900 per kilogram di Jumat pagi.

Berdasarkan data dari PIHPS, dilansir di Jakarta, Jumat pukul 09.30 WIB, selain cabai rawit merah, tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang merah di harga Rp37.300 per kg dan bawang putih Rp43.550 per kg.

Advertisement

Selain itu, beras kualitas bawah I di harga Rp12.950 per kg, beras kualitas bawah II Rp12.400 per kg, dan beras kualitas medium I Rp14.600 per kg.

Begitupun beras kualitas medium II di harga Rp14.250 pr kg. Lalu, beras kualitas super I di harga Rp15.350 per kg dan beras kualitas super II Rp15.350 per kg.

Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp45.150 per kg, cabai merah keriting Rp44.050 per kg, dan cabai rawit hijau Rp61.150 per kg.

Kemudian, daging ayam ras segar Rp28.450 per kg, sedangkan daging sapi kualitas I Rp128.350 per kg dan daging sapi kualitas II di harga Rp127.500 per kg.

Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp18.100 per kg dan gula pasir lokal Rp18.700 per kg.

Advertisement

Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp19.250 per kg, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp21.400 per kg dan minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp22.850 per kg.

Selain itu, PIHPS juga mencatat harga komoditas telur ayam ras di harga Rp28.850 per kg. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement