Nasional
KA Ekpres Rajabasa Tabrak Bus di OKU: 4 Tewas 15 Luka-luka, Seluruh Penumpang Kereta Selamat

Badan Bus Putra Sulung ringsek setelah terlibat kecelakaan dengan kereta api ekspres Rajabasa di perlintasan Martapura, OKU Timur, Minggu.
FAKTUAL INDONESIA: Tragedi kecelakaan tabrakran kereta api (KA) Ekspres Rajabasa dengan Bus Putra Sulung di Perlintasan KM 193+7 Martapura, Jalan Pertanian, Desa Kota Baru, Kabupaten OKU Timur, Minggu pukul 13.00 WIB, mengakibatkan 4 tewas dan 15 luka-luka.
Korban 4 meninggal dan 15 luka-luka dalam kecelakaan tabrakran KA Ekspres Rajabasa dengan Bus Putra Sulung di Perlintasan KM 193+7 Martapura, Jalan Pertanian, Desa Kota Baru, Kabupaten OKU Timur itu semua penumpang bus.
Sedangkan penumpang kereta api Ekspres Rajabasa relasi Tanjungkarang-Kertapati selamat dalam tabrakan dengan Bus Putra Sulung di Perlintasan KM 193+7 Martapura, Jalan Pertanian, Desa Kota Baru, Kabupaten OKU Timur itu.
Bahkan menurut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre IV Tanjungkarang, seluruh penumpang KA Ekspres Rajabasa tidak ada yang luka-luka.
Manager Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari dalam keterangan tertulisnya mengucapkan turut berduka cita atas korban meninggal penumpang bus pada kecelakaan yang terjadi di petak jalan Way Pisang (WAP) dan Martapura (MP) KM 193+7.
“Pada kecelakaan ini seluruh kru KA dan penumpang dilaporkan selamat sama sekali tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka,” katanya.
Dalam pantauan media online seperti dilaporkan antaranews.com, terdapat korban pada penumpang Bus Putra Sulung ketika KAI Divre IV Tanjungkarang melakukan proses evakuasi ke rumah sakit terdekat.
Dia menjelaskan, kejadian tersebut terjadi ketika Bus Putra Sulung BE 7037 FU mati mesin dan berhenti tepat di tengah perlintasan kereta hingga tabrakan tak terhindari.
Saat kejadian, masinis telah membunyikan semboyan 35 secara berulang, namun tidak diindahkan oleh pengemudi bus sehingga tidak bisa dihindari.
“Masinis kami sudah mencoba menghentikan kereta api, namun karena jarak yang sudah dekat serta laju tonase kereta api bus akhirnya terseret sekitar 50 meter,” jelasnya.
Atas kejadian ini pula, kata dia, tentunya KAI mengalami kerugian materil yang mengakibatkan perjalanan KA Rajabasa dan KA Kuala Stabas sempat terlambat serta beberapa KA lainnya terpaksa tertahan.
Namun, proses evakuasi telah selesai dilakukan pada pukul 15.24 WIB sehingga perjalanan KA kini sudah kembali normal.
“Atas kejadian ini kami sangat menyayangkan masih adanya pengguna jalan yang kurang berhati-hati saat melintas di perlintasan KA,” ujarnya.
Menurut informasi di lapangan kecelakaan tabrakan KA Ekspres Rajabasa dengan Bus Putra Sulung BE 7037 FU terjadi di perlintasan Jalan Pertanian, Desa Kota Baru, Kabupaten OKU Timur pada Minggu pukul 13.00 WIB.
Salah satu korban yang meninggal diketahui bernama Nazarudin Asrop, warga BK 16, Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten OKU Timur serta sembilan orang penumpang lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
“Bus mengalami kerusakan yang cukup parah di bagian tengah setelah tertabrak Kereta Api Ekspres Rajabasa dari arah Tanjungkarang, Provinsi Lampung menuju Palembang hingga terseret 100 meter,” kata Anton, seorang sukarelawan yang menjaga perlintasan kereta api di tempat kejadian perkara di Martapura, Kabupaten OKU Timur.
Dia menjelaskan, peristiwa tragis tersebut terjadi bermula ketika Bus Putra Sulung yang mengangkut 10 orang penumpang berhenti tepat di tengah pelintasan dan diduga mati mesin.
Sesaat sebelum kejadian, ia mendengar suara klakson kereta dan berteriak kepada pengemudi bus untuk segera maju, namun, tabrakan tidak dapat dihindari.
“Kejadiannya sangat cepat dan tabrakan tidak bisa dihindari. Bahkan, ada sekitar lima orang penumpang terpental ke luar dari bus,” jelasnya.
Sementara, Kapolres OKU Timur AKBP Dwi Agung Setyono melalui Kasat Lantas, AKP Panca Mega Surya saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa kecelakaan maut tersebut.
“Iya benar. Anggota kami masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara,” ujarnya. ***














