Connect with us

Politik

Rachmawati, Sosok Idealis dan Nasionalis yang Menghargai Perbedaan

Diterbitkan

pada

Rachmawati Soekarnoputri telah berpulang. (Ist).

Rachmawati Soekarnoputri telah berpulang. (Ist).

FAKTUALid – Putri Proklamator RI Soekarno, Diah Pramana Rachmawati Soekarno telah meninggal dunia pada Sabtu (3/7/2021). Wanita pendiri Universitas Bung Karno ini terbilang berbeda dalam sikap politik yang dianut kakaknya Megawati Soekarnoputri.

Di mata banyak orang, sosok Rachma adalah wanita yang punya sikap idealis dan nasionalis namun tetap menghargai perbedaan. Bahwa hidup di alam demokrasi akan menemukan banyak perbedaan, ia sadar betul itu.

Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra yang mengenal dekat almarhumah, mengerti betul sikap nasionalis Rachmawati. Menurut politisi Partai Bulan Bintang ini, karakter dan kepribadian-nya Rachma yang kuat menunjukkan bahwa Rachma sebagai seorang nasionalis sejati.

“Bu Rachma juga menghargai perbedaan-perbedaan dan beliau menyadari semua bermuara pada satu tujuan: memelihara keutuhan bangsa dan negara serta memajukannya mengejar ketertinggalan. Beliau tak ingin bangsa kita didikte dan dan dikendalikan kepentingan bangsa lain,” kata Yusril, sebagaimana dikutip dari akun Twitter pribadinya @Yusrilihza_Mhd di Jakarta, Sabtu.
“Bu Rachma adalah seorang nasionalis sejati. Sikap religiusnya juga terasa, baik dalam ucapan, sikap, dan tindakan. Keteguhannya memegang idealisme menyebabkan beliau menempuh cara sendiri dalam berjuang. Beliau tidak mengejar posisi dan jabatan,” tutur Yusril, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB).

Oleh karena sikapnya itu, Rachmawati dikenang sebagai sosok yang selalu kritis terhadap kekuasaan.

“Bu Rachma kritis terhadap perkembangan dan kekuasaan politik, siapa pun yang berkuasa. (Ia) mengedepankan idealisme dan rela berada di luar lingkar kekuasaan adalah sesuatu yang melekat pada diri beliau. Hal itu jadi pelajaran dan keteladanan bagi kita semua,” ungkap Yusril mengenang sosok putri Proklamator RI Soekarno dan Ibu Negara, Fatmawati.

Advertisement

Oleh karena itu, Yusril mengaku kehilangan sosok Rachmawati yang menurut dia idealis.

“Kepergian beliau terasa begitu tiba-tiba. Sejak pandemi awal 2020, saya tak berkesempatan bertemu dengan beliau,” ujar Yusril seperti dilansir antaranews.com.

“Saya berdoa ke hadirat Allah semoga menerima segala amal kebaikan Ibu Rachma dan mengampuni segala kekhilafan beliau semasa hidupnya. Saya menjadi saksi bahwa beliau adalah seorang yang baik hati, teguh pendirian dan menghormati pendirian orang lain,” ujar Yusril mendoakan.

Rachmawati, adik kandung Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, wafat pada usia 70 tahun, setelah almarhumah dikabarkan positif COVID-19 pada 26 Juni 2021. ***

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement