Connect with us

Politik

Panglima TNI Optimistis Paham ISIS Tidak Tumbuh di Sulteng, Perkuat Ideologi Kebangsaan

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa (kiri), bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura (kanan) dan saat berbincang dengan wartawan dalam kunjungan ke daerah tersebut

Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa (kiri), bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura (kanan) dan saat berbincang dengan wartawan dalam kunjungan ke daerah tersebut

FAKTUAL-INDONESIA:  Saat melakukan kunjungan kerja di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (13/5/2022), Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan, sejauh ini tingkat kondusivitas di daerah itu secara umum kian membaik

Panglima Andika Perkasa optimistis bahwa paham radikal kelompok teroris ISIS tidak berkembang di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Ideologi kebangsaan perlu diperkuat sebagai landasan bernegara. Untuk menghindari paham-paham radikal masuk ke sendi masyarakat, maka semua pihak memiliki peran,” ujar Andika.

Seperti dipantau dari media antaranews.com, ia mengemukakan saat ini pihaknya sedang melakukan upaya-upaya pencegahan paham radikal kelompok ISIS bersama Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) di Tanah Air.

Dalam melakukan pencegahan, katanya, upaya ini butuh peran serta tokoh masyarakat, termasuk rakyat Indonesia.

Advertisement

Di Sulteng, toleransi umat beragama menjadi modal penting dalam mencegah masuknya paham-paham yang sengaja merusak tatanan sosial yang sejak lama memegang teguh ideologi bangsa.

“Pencegahan dini dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing, apakah melalui pendekatan sosial, keagamaan, dan pendidik,” tutur Andika.

Menurutnya, Sulteng memiliki kekuatan sosial yang dapat menangkal paham radikal tumbuh dalam kehidupan masyarakat karena paham-paham seperti itu bertentangan dengan setiap ajaran agama di Indonesia.

“Masyarakat tentunya ingin hidup damai. Ada pihak-pihak tertentu yang sengaja merusak kesatuan dan persatuan bangsa. Oleh karena itu negara hadir dalam berikan pengayoman kepada seluruh rakyat Indonesia dengan berbagai upaya yang telah dilakukan,” demikian Andika.

Tarik Pasukan

Advertisement

Sebagian prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya untuk menumpas kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) mulai ditarik dari Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.

“Ratusan prajurit TNI sudah ditarik dan dikembalikan ke kesatuan masing-masing secara bertahap sejak Bulan Maret lalu,” kata Panglima TNI Andika.

Ia menjelaskan prajurit TNI yang diterjunkan menumpas kelompok MIT di Poso sebanyak 267 prajurit. Dari jumlah itu sebanyak 167 prajurit telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing dan kini tinggal 100 prajurit berada di lapangan.

Dari 100 prajurit TNI yang masih tergabung dalam Operasi Satgas Madago Raya, katanya, tidak ada yang berasal dari satuan luar daerah. Personel yang ditempat sepenuhnya mengandalkan prajurit di Sulteng.

“Secara umum kondusivitas keamanan di tiga wilayah lokus operasi, yakni Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Sigi berangsur membaik,” ujar Andika.

Advertisement

Ia mengatakan kabar baik ini buah hasil dari upaya penumpasan kelompok MIT yang selama ini menjadi target operasi TNI/Polri dan masyarakat setempat.

Dilaporkan, saat ini anggota MIT tersisa tinggal satu orang dan masih bersembunyi di hutan setelah sebelumnya satu anggota mereka tertembak aparat keamanan beberapa waktu lalu.

“Kami berharap kondisi saat ini dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat sehingga ke depan tidak perlu lagi ada satgas operasi penegakan hukum tindak pidana terorisme di Sulteng,” kata Andika.

Menyinggung upaya pencegahan paham radikal, Panglima TNI berharap kepala daerah dapat memberdayakan kehadiran 150 personel TNI yang terlibat dalam Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD).

​​​”Kami mengupayakan satu titik lokus TMMD di Sulteng dari 50 titik tersebar di Tanah Air. Kami berharap daerah yang menjadi sasaran TMMD nanti bisa memanfaatkan prajurit untuk mengedukasi masyarakat agar tidak terpapar paham-paham radikal,” demikian Andika.

Advertisement

Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, melangsungkan rapat terbatas bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membahas sejumlah isu-isu sentral diantaranya menyangkut keamanan daerah setempat di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, di Palu, Kamis.

“Hari ini ke Gubernur, selesai rapat di sini kami akan pertemuan dengan Kepala Polda Sulawesi Tengah dan hasilnya akan kami sampaikan besok,” singkat Komandan Komando Resort Militer 132/Tadulako, Brigadir Jenderal TNI Toto Nurwanto, di Palu Kamis.

Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, mengatakan, salah satu yang menjadi agenda pembahasan bersama Panglima TNI yakni soal keamanan dan ketertiban di wilayah setempat yang masih berfokus pada pelaksanaan Operasi Madago Raya.

“Harapan kami Operasi Madago Raya dapat menumpas gerakan yang mengatasnamakan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso,” ujar Mastura.

Ia menegaskan, sekaitan dengan anjuran perjalanan pemerintah Amerika Serikat terhadap warganya tidak perlu untuk dibesar-besarkan sebab situasi dan kondisi Sulawesi Tengah saat ini terbilang sangat kondusif.

Advertisement

Menurut dia, hal itu tercermin dari sejumlah agenda-agenda besar yang akan berlangsung di provinsi ini dalam waktu dekat, diantaranya adalah festival Danau Poso yang akan bersifat Nasional.

Ia yakin TNI-Polri akan segera menuntaskan persoalan keamanan yang selama ini dianggap menghambat perkembangan ekonomi daerah. “Karena disana (Poso) tersisa tinggal satu orang juga. Kita tunggu beberapa hari ini kabar dari operasi ini pasti selesai,” katanya. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement