Politik
Menteri yang Mau Maju Capres Mundur! Kecuali tidak Peduli (Punya) Etika

Jangan sampai nafsu besar untuk maju Capres 2024 menjadi kepentingan di atas Merah Putih dari para meneri yang mau maju di Pilpres 2024
FAKTUAL-INDONESIA: Jika punya etika, para menteri yang mau maju menjadi calon presiden (Capres) pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 bukan saja sebaiknya namun seharusnya mundur.
Ini menyangkut masalah etika jabatan dan konflik kepentingan serta ketegasan dalam batasan pemanfaatnnya fasilitas negara dalam kiprah para menteri maju sebagai Capres 2024.
Imbauan, tepatnya peringatan, agar menteri yang mau maju Capres 2024 seharusnya mundur terkait juga dengan permintaan Presiden Joko Widodo agar para menteri fokus bekerja di tugasnya masing-masing terkait tahapan pemilu 2024 yang segera dimulai.
Suara dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat kompak menyatakan menteri yang mau maju Capres 2024 sebaiknya mundur dengan alasan masalah etika yang seharusnya dimiliki para pejabat negara.
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menyebut sebaiknya menteri tersebut mundur.
“Etikanya sih mundur, itu lebih gentle. Kecuali gak peduli dengan etika,” kata Jazilul.
Jazilul menyebut sudah saatnya para menteri fokus bekerja, sebab target dari presiden semakin berat dna waktu semakin mepet. “Kami dukung perintah Presiden Jokowi, agar para menterinya fokus bekerja sesuai target dan bidang tugasnya, sebab keadaan kedepan makin sulit. Saatnya bekerja keras untuk Presiden,” ujar dia.
Wakil Ketua MPR itu meminta presiden tidak memberi keringanan menteri yang terus kampanye terselubung dan membuat tugas di kementerian kedodoran.
“Jangan biarkan kalau ada menteri yang genit tebar pesona nyapres, padahal kerjanya kedodoran dan minim prestasi,” katanya.
“Kami menghargai hak politik para menterinya untuk mencalonkan diri jadi presiden atau apapun namun jangan gunakan fasilitas dari jabatan menterinya untuk kampanye dirinya,” pungkas dia.
Masih dalam pantau media liputan6.com, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan para menteri yang akan maju Pilpres 2024 lebih baik mengundurkan diri.
“Semua menteri yang berniat maju sebaiknya mundur. Etisnya yang mau maju mundur,” kata Mardani saat dikonfirmasi, Rabu (11/5/2022).
Mardani menilai, kursi menteri akan jauh lebih baik ditempati tokoh yang bisa fokus pada pekerjaan kementerian tanpa terpecah dengan kepentingan lain. “Biar digantikan dengan mereka bisa fokus bekerja,” ujarnya.
Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, menilai, para menteri kabinet Indonesia Maju yang ingin fokus bertarung di Pilpres 2024, sebaiknya mundur dari jabatannya.
Kamhar menyatakan, dengan memilih mundur, menteri yang hendak maju di Pilpres 2024 bisa terhindar dari penyalahgunaan kekuasaan.
“Jika memilih mundur, itu lebih baik untuk menghindarkan pada penyalahgunaan kekuasaan,” kata Kamhar saat dikonfirmasi, Rabu (11/5/2022).
Demokrat menyatakan, kritik Jokowi kepada para menteri pembantunya juga merupakan kritik terhadap diri Jokowi sendiri.
“Kritik yang disampaikan Pak Jokowi kepada para pembantunya untuk fokus kerja sesuai masing-masing bidangnya sejatinya adalah kritik bagi dirinya sendiri,” katanya.
“Selain tak ada tindakan korektif terhadap beberapa pembantunya yang telah membuat kegaduhan politik, Pak Jokowi malah sibuk kejar target regulasi turunan pemindahan IKN padahal diakuinya sendiri bahwa ekonomi belum sepenuhnya pulih, dan pandemi Covid-19 juga belum selesai,” jelas Kamhar. ***














