Connect with us

Internasional

Militer Israel Klaim Telah Hancurkan Pesawat Mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, Iran Mengecam Keras

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Dengan menyerang pesawat yang digunakan oleh mendiang Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei ini, Israel mungkin mencoba mengurangi kemampuan Iran untuk berkoordinasi dan memfasilitasi komunikasi dengan sekutu regionalnya dalam perang yang sedang berlangsung.

Dengan menyerang pesawat yang digunakan oleh mendiang Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei ini, Israel mungkin mencoba mengurangi kemampuan Iran untuk berkoordinasi dan memfasilitasi komunikasi dengan sekutu regionalnya dalam perang yang sedang berlangsung. (Ist)

FAKTUAL INDONESIA: Militer Israel pada hari Senin (16/3/2026) mengkalim  telah menghancurkan  pesawat yang digunakan oleh mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di bandara Mehrabad Teheran semalam.

Menurut keterangan militer Israel,  pesawat itu telah digunakan oleh pejabat senior Iran dan tokoh militer untuk melakukan perjalanan domestik dan internasional serta berkoordinasi dengan negara-negara sekutu.

Seperti dilaporkan Economic Times, Mehrabad adalah salah satu bandara tertua di Teheran, yang kini melayani penerbangan domestik dan regional. Selain menjadi bandara domestik sipil tersibuk, bandara ini juga merupakan fasilitas dwiguna yang menampung aset angkatan udara.

Sundayguardianlive.com melansir, operasi tersebut digambarkan sebagai serangan tepat sasaran yang menargetkan pesawat yang terkait dengan kepemimpinan Iran. Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dalam konflik yang sedang berlangsung antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Menurut laporan, pesawat yang hancur di Bandara Internasional Mehrabad di Teheran adalah Boeing 747 Angkatan Udara Iran, yang dianggap sebagai salah satu jenis pesawat paling langka yang beroperasi di seluruh dunia. Jenis pesawat ini digunakan oleh para pejabat Iran, jenderal angkatan udara, dan mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Advertisement

Bandara Mehrabad, yang dianggap sebagai salah satu bandara tertua di Teheran, terutama melayani penerbangan domestik dan regional. Namun, bandara ini juga digunakan sebagai bandara dwifungsi, yang berarti melayani operasi sipil dan angkatan udara Iran. Hal ini menjadikannya lokasi strategis dalam konflik saat ini.

Hancurnya pesawat tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan yang lebih besar yang dilakukan oleh pasukan Israel dan AS di seluruh Iran sejak akhir Februari. Serangan-serangan ini menargetkan sistem peluncur rudal, pusat komando militer, dan infrastruktur strategis di kota-kota seperti Teheran, Isfahan, dan Qom.

Iran Mengecam Keras

Sebagai tanggapan, para pejabat Iran mengecam keras serangan tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran menggambarkan beberapa serangan Israel sebagai “ekosida” dan memperingatkan bahwa negara itu dapat membalas dengan pembalasan lebih lanjut.

Konflik tersebut juga menyebabkan ketidakstabilan regional yang lebih luas, memengaruhi pasar minyak, jalur pelayaran, dan keamanan di seluruh Timur Tengah.

Advertisement

Para pejabat militer berspekulasi bahwa serangan terhadap pesawat yang terkait dengan Ali Khamenei dimaksudkan untuk melumpuhkan kemampuan Iran dalam mengoordinasikan upaya militer dan diplomatik dengan sekutu regionalnya. Penghancuran sumber daya militer strategis semacam itu kemungkinan akan mengganggu komunikasi dan hubungan logistik di antara pimpinan tertinggi dan angkatan bersenjata Iran. Bandara ini telah disebut-sebut sebagai target pesawat yang terkait dengan operasi militer dan dukungan logistik oleh Israel.

Para ahli berpendapat bahwa serangan terhadap pesawat yang dikaitkan dengan Ali Khamenei juga memiliki arti simbolis dan strategis yang signifikan. Jenis pesawat ini digunakan oleh para pemimpin senior dan pejabat militer untuk mengoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan diplomatik tingkat tinggi.

Dengan menyerang pesawat ini, Israel mungkin mencoba mengurangi kemampuan Iran untuk berkoordinasi dan memfasilitasi komunikasi dengan sekutu regionalnya dalam perang yang sedang berlangsung. Seiring perang terus meningkat ke level baru, serangan terhadap target strategis dan instalasi militer telah menjadi aspek utama dari kebuntuan yang lebih besar antara Israel, AS, dan Iran. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement