Connect with us

Politik

Demo 11 April 2022 – BEM SI Terus Melawan, BEM Nusantara Menepi, BEM UI Bimbang

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Para mahasiswa yang peduli kepada penderitaan rakyat tidak surut untuk melakukan demontrasi Senin (11/4/2022)

Para mahasiswa yang peduli kepada penderitaan rakyat tidak surut untuk melakukan demontrasi Senin (11/4/2022)

FAKTUAL-INDONESIA: Demonstrasi besar-besaran mahasiswa dipastikan akan tetap berlangsung, Senin, 11 April 2022.

Diperkiarakan ribuan mahasiswa dari berbagai aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) akan turun untuk menyuarakan aspirasi rakyat yang makin sulit dengan naiknya harga-harga dan langkanya bahan kebutuhan pokok serta juga menyikapi dinamisasi perpolitikan yang mengarah pada pelanggaran konstitusi.

Memang ada perubahan sasaran demonstrasi yang semula akan menuju ke Istana Negara di daerah Monas namun berbelok ke Gedung DPR/MPR di kawasan Senayan, Jakarta.

Selain di Jakarta yang menjadi pusat pemerintahan maka aksi demonstrasi para pemuda harapan bangsa itu juga digelar di berbagai daerah.

Aksi akan dilakukan dengan motor kekuatan utama BEM Seluruh Indonesia (SI). Sedangkan BEM Nusantara sudah menerpi. Kemudian BEM Universitas Indonesia (UI) dan Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) masih bimbang menentukan langkah dalam membela rakyat.

Advertisement

“Iya (batal di Istana), aksinya di gedung DPR RI jam 10.00 WIB, estimasi massa 1.000 orang,” kata Koordinator Media BEM SI Luthfi Yufrizal kepada wartawan, Minggu (10/4/2022).

Pergeseran titik aksi BEM SI ke DPR, menurut Luthfi, karena mencermati dinamika politik terakhir, di mana Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja menggelar rapat terbatas terkait penyelenggaraan Pemilu 2024. Saat rapat, Jokowi sudah menegaskan tidak ada penundaan pemilu. Pemilu tetap digelar pada 14 Februari 2022.

“Iya, makannya kami kan mau mengamankan konstitusi. Jadi, (demo) ke DPR,” ujarnya.

Lebih lanjut, Luthfi mengatakan massa aksi yang akan berdemonstrasi tidak hanya dari BEM Jabodetabek, tetapi juga sejumlah kampus dari berbagai daerah di Indonesia.

“Dari Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, DIY dan NTB,” katanya.

Advertisement

Luthfi Yufrizal menyampaikan bahwa ia bersama rekan-rekan mahasiswa telah mempersiapkan dengan matang aksi massa besok. Termasuk mereka telah mengatur waktu dan mengawal konsolidasi lanjutan.

“Kita kesiapannya yaitu kita sudah coba kawal konsolidasi lanjutan terkait hal yang diperlukan waktu aksi dan kesiapan-kesiapannya,” ujar Luthfi.

Luthfi mengklaim mengenai surat menyurat telah dikirimkan kepada aparat kepolisian. Maka dari itu, BEM SI telah percaya diri dalam menghadapi demonstrasi yang akan digelar besok. Menurutnya, selain kesiapan teknis, surat menyurat juga menunjang menjadi bagian dari legalisasi aksi massa.

“Untuk surat menyurat ataupun surat pemberitahuan kepada pihak aparat pun sudah kita layangkan dan sudah diterima dengan baik,” tuturnya.

“Makannya untuk aksi besok kita insyallah aksi yang tidak ilegal, aksi yang benar-benar terstruktur dan sesuai dengan Undang-undang yang sudah berlaku,” tambahnya.

Advertisement

Terkait jumlah massa aksi, Luthfi mengatakan peserta aksi unjuk rasa berasal dari berbagai universitas di Indonesia, mulai dari UNJ, PNJ, IT-PLN, STIE SEBI, STIE Dharma Agung, STIS Al Wafa, IAI Tazkia, AKA Bogor, UNRI, Unand, Unram, PPNP, Undip, UNS, UNY, Unsoed, SSG, dan STIEPER.

Ia menyebut lebih kurang ribuan mahasiswa akan turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka.

“Estimasi kami 1.000 orang dari universitas yang tergabung dalam aliansi BEM SI,” ujarnya.

Sedikitnya enam tuntutan akan disampaikan dalam aksi demonstrasi di depan Istana Negara, awal pekan besok.

Pertama, BEM SI mendesak Presiden Jokowi untuk tegas menolak penundaan Pemilu 2024 dan wacana tiga periode.

Advertisement

Kedua, menuntut dan mendesak Jokowi menunda dan mengkaji ulang Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN), termasuk pasal-pasal bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial, ekologi, politik, ekonomi dan kebencanaan.

Ketiga, mendesak dan menuntut Jokowi menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di pasaran dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya.

Keempat, mendesak dan menuntut Jokowi mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.

Kelima, mendesak dan menuntut Jokowi menyelesaikan konflik agraria di Indonesia.

Terakhir, menuntut dan mendesak Jokowi-Maruf Amin berkomitmen penuh menuntaskan janji-janji kampanye pada sisa masa jabatan.

Advertisement

Gerakan Lebih Besar

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) belum memastikan akan ikut bergabung atau tidak pada aksi unjukrasa mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat, pada Senin 11 April, besok.

“Kita masih menentukan itu di internal,” kata Ketua BEM UI Bayu Satria di Patung Kuda Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu 10 April, sore.

Yang jelas BEM UI, sambungnya, akan terus melaksanakan berbagai gerakan lanjutan yang lebih besar, yang muaranya adalah dari gerakan hari esok.

“Kita tidak memilih terpisah, tetapi hari ini adalah konferensi pers Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI), yang sebelumnya BEM SI Rakyat Bangkit juga bergabung tapi kemudian ada yang membuat BEM SI Rakyat Bangkit yang menyerukan satu pernyataan aksi itu sendiri,” kata Bayu dengan lantang.

Advertisement

Lebih lanjut Bayu mengatakan, semua gerakan penolakan itu penting dan semua gerakan penolakan turun ke jalan.

“Pada prinsipnya, gerakan mahasiswa tentu akan bersatu. Gerakan mahasiswa akan menjadi dentuman besar untuk menegur pemerintahan, untuk menegur kekuasaan yang sewenang- wenang,” ujarnya.

Aksi massa pada 11 April tersebut tidak diikuti oleh aliansi BEM Nusantara lantaran adanya perbedaan isu yang diusung oleh dua kelompok mahasiswa tersebut. BEM Nusantara memilih jalur ‘damai’ dengan pemerintah.

Seperti diketahui, BEM Nusantara sudah bertemu langsung dengan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto pada Jumat (8/4/2022) malam.

“Ketika isu yang mereka angkat sama seperti isu yang kita angkat, kali ini kita lebih memakai jalur audiensi, apa yang bisa kita sampaikan ya kita sampaikan,” kata Koordinator BEM Nusantara Ahmad Marzuki. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca