Politik
Ceramah di UMT, Menko PMK Ungkap Kebijakan Radikal Pemerintahan Jokowi

Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan ceramah sosialisasi persiapan menuju Generasi Indonesia Emas 2045 kepada sivitas akademika di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).
FAKTUAL-INDONESIA: Wahai pemuda dan pemudi yang kini tengah menimba ilmu di perguruan tinggi. Kalian nanti akan memasuki puncak usia produktif tahun 2045. Kalian akan memegang peranan penting dalam Indonesia Emas 2045.
Menyongsong masa emas itu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan salah satu kebijakan radikal pemerintahan Presiden Jokowi bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak dimulai dari tengah, melainkan dari hulu yaitu 1000 Hari Pertama Kehidupan atau sejak dalam kandungan sampai 2 (dua) tahun dalam susuan ibu.
Muhadjir Effendy mengungkapkan hal itu saat memberikan ceramah sosialisasi persiapan menuju Generasi Indonesia Emas 2045 kepada sivitas akademika di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).
Menko PMK melakukan kunjungan kerja ke Kota Tangerang pada Jumat (31/12/2021). Sebelum mengunjungi UMT, Menko PMK juga meninjau aktivitas masyarakat di Tangcity Mall dan Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria sekaligus memantau Posko Pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 Polres Metro Tangerang Kota.
Muhadjir didampingi Wakil Walikota Sachrudin, Kadinkes Kota Tangerang Dini Anggraeni, dan Kapolres Tangerang Kombes Pol Deonijiu De Fatima.
“Tadi saya memberikan ceramah tentang persiapan menyongsong Generasi Indonesia Emas 2045. Kalau 2045, berarti yang sekarang kuliah di UMT ini usianya 18-20 nanti mereka usianya antara 40-45. Itulah puncak usia produktif mereka dan yang akan memegang peranan penting Indonesia Emas 2045 itu ya mereka yang sekarang sedang kuliah di perguruan tinggi termasuk di UMT,” ujar Menko PMK Muhadjir Effendy.
Guna mendukung hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan program bimbingan pranikah bagi para calon pengantin. Tujuannya agar calon pengantin, khususnya perempuan, dapat diberikan bekal agar siap menjalani kehidupan rumah tangga dan melahirkan keturunan generasi penerus bangsa yang berkualitas.
“Program bimbingan pranikah itu kemarin sudah dilaunching oleh Kepala BKKBN di Boyolali. Jadi, bagi mereka yang mengikuti bimbingan pranikah itu nanti akan diberikan sertifikat dan harapannya tentu mereka lebih siap karena sudah dibekali pengetahuan mulai dari kesehatan reproduksi, membangun ekonomi keluarga, hingga kehidupan berkeluarga,” ungkap mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.
Menko PMK juga mengungkap data Bank Dunia yang menyebutkan angkatan kerja di Indonesia sekitar 52% merupakan mantan stunting. Ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh terjadi kembali untuk generasi selanjutnya.
“Karena itu, Pak Presiden meminta tahun 2024 nanti angka stunting kita harus di kisaran 14%, sekarang masih sekitar 24%. Ini adalah tugas kita bersama agar masa depan Indonesia ke depan kita bisa menjadi bangsa yang maju dan berdaya saing,” tutur Menko PMK.
Sidak Tahun Baru
Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Tangerang, yaitu Tangcity Mall. Sidak dilakukan sebagai upaya antisipasi pergerakan masyarakat jelang malam pergantian tahun baru.
Seperti diketahui, tradisi malam tahun baru kerap identik dengan berbagai macam perayaan yang mengundang kerumunan massa, termasuk di mal. Menko PMK memastikan tidak ada perayaan apapun saat malam pergantian tahun baru di pusat-pusat kunjungan masyarakat.
“Tadi sudah saya minta dan pihak manajer (pengelola mal) juga sudah menyampaikan tidak ada pesta-pesta perayaan apapun tahun baru di mal,” tegasnya didampingi Wakil Walikota Sachrudin, Kadinkes Kota Tangerang Dini Anggraeni, serta Kapolres Tangerang Kombes Pol Deonijiu De Fatima.
Namun demikian, ucap Menko PMK, masyarakat tetap dapat mengunjungi pusat-pusat kunjungan termasuk mal untuk melakukan kegiatan menyenangkan bersama keluarga. Antara lain, seperti berbelanja, makan-makan di gerai kuliner, ataupun ke tempat bermain anak.
“Saya kira sekarang ini saatnya anak-anak menikmati kegembiraan setelah sekian tahun tidak bisa jalan-jalan. Di sini (Tangcity Mall) contoh yang bagus, saya lihat sudah 98% anak-anak menggunakan masker dan ini sangat penting,” tuturnya.
Muhadjir mengutarakan bahwa penggunaan masker adalah salah satu protokol kesehatan (prokes) paling penting. Setidaknya, kata dia, masker dapat memberikan setengah jaminan perlindungan meskipun tidak 100% menjamin seseorang terhindar dari Covid-19.
Menurutnya, apabila semua orang sudah memiliki kesadaran untuk disiplin menerapkan prokes terutama memakai masker apalagi di pusat-pusat kunjungan yang berisiko pada kerumunan massa, maka potensi penularan Covid-19 akan dapat dikendalikan.

Menko PMK Muhadjir Effendy melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Tangerang, yaitu Tangcity Mall
Genjot Vaksinasi
Menko PMK menjelaskan, selain disiplin menerapkan prokes, upaya vaksinasi juga harus terus digenjot untuk mengatasi Covid-19. Sebagaimana arahan Presiden Jokowi, saat antisipasi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), TNI/Polri, Pemda, dan pihak-pihak terkait harus menyiapkan gerai-gerai vaksinasi termasuk di pusat kunjungan masyarakat seperti mal.
“Sesuai arahan Bapak Presiden diupayakan di pusat-pusat kunjungan orang disediakan vaksinasi, kemudian disiapkan segala macam fasilitas yang memungkinkan mereka bisa menikmati libur tahun baru ini dengan sebaik-baiknya, dengan bergembira,” cetus Muhadjir.
Berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, capaian vaksinasi di Kota Tangerang untuk dosis 1 sudah mencapai 1.494.931 (101,1%) dan dosis 2 sebanyak 1.075.398 (72,7%). Sementara, capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun yaitu 47,3% atau 88.309 dari target 185.989.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu meyakini bahwa dengan vaksinasi anak, bukan hanya mereka yang terlindungi dari Covid-19 tetapi juga bisa menjadi penyekat agar Covid-19 tidak menularkan kepada orang tua terutama lanjut usia.
“Bagaimanapun anak-anak ini kan dekat dengan kakek neneknya yang usia lanjut yang rentan dengan Covid-19. Walaupun mungkin anak ini tingkat keparahannya rendah kalaupun terkena Covid-19, tapi dia bisa menyelamatkan kakek neneknya dan anak-anak kalau sudah divaksin, orang tuanya juga confident kalau nanti anaknya masuk sekolah tatap muka,” pungkas Muhadjir.
Usai melakukan sidak di Tangcity Mall, Menko PMK juga memantau Posko Pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 Polres Metro Tangerang Kota serta mengunjungi Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria. Ia ingin memastikan pelaksanaan ibadah malam tahun baru oleh umat Katolik berjalan baik dan sesuai aturan. Diketahui, total jemaat yang dibolehkan mengikuti ibadah malam tahun baru sekira 1.000 dari total 2.400 jemaat dengan menerapkan prokes secara ketat. ***














