Lapsus
Junjung Tinggi Sportivitas di PON XX Papua

FAKTUAL-INDONESIA: Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua sudah mempertandingkan sejumlah cabang olahraga, meski pembukaan baru akan berlangsung 2 Oktober mendatang. Semua tim peserta dari 34 provinsi akan menunjukkan prestasi terbaiknya pada perhelatan empat tahunan ini untuk melihat sejauh mana prestasi hasil binaan masing-masing daerah.
Di tingkat nasional, PON adalah alat ukur prestasi bagi setiap provinsi. Hasil pembinaan selama persiapan panjang yang waktunya lebih kurang empat tahun akan dibuktikan pada ajang ini. Oleh karena itu, sangat diharapkan kompetisi ini berjalan dengan sportif, fair-play, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.
Perlu kita sadari bersama bahwa PON bukan tujuan akhir dari pembinaan prestasi. PON adalah pijakan awal sebagai batu loncatan bagi talenta-talenta muda Indonesia yang akan dibina menjadi atlet potensial nasional masa depan. Oleh karena itu sportivitas harus dijunjung tinggi dalam mencetak atlet berprestasi untuk Merah Putih di ajang yang lebih tinggi, seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.
Lantaran pembinaan atlet di masing-masing daerah sudah menelan biaya yang cukup besar, maka di situlah pentingnya kesadaran setiap pihak yang terlibat langsung dalam pertandingan atau lomba bersikap arif, sportif, dan bijak dalam mengambil keputusan sesuai dengan kompetensinya masing-masing.
Terutama bagi juri yang bertugas pada nomor-nomor yang lomba yang tidak terukur, diminta memberikan penilaian sesuai dengan kaidah-kaidah yang sudah ditentukan. Seperti nomor senam, loncat indah, nomor-nomor seni di cabang bela diri yang sangat rentan terhadap penilaian subjektivitas. Di sini dibutuhkan hati nurani sang pengadil, jangan sampai mereka yang terbaik dikalahkan untuk memenangkan yang lain.
Bagi Pembina, mulai dari gubernur, pengurus cabor, hingga pelatih diimbau untuk menyatukan visi bahwa tujuan PON bukan pelabuhan terakhir dari sebuah pembinaan atlet jangka panjang. Kemudian melakukan berbagai cara untuk meraih kemenangan, termasuk melakukan kecurangan.
Atlet berprestasi di PON adalah menjadi aset masa depan bangsa Indonesia. Oleh karenanya, jangan salah memilih sang juara di nomor-nomor tidak terukur. Sebab ini akan menjadi masalah di kemudian hari, dimana atlet berprestasi yang merasa dicurangi akan mundur dari dunia olahraga padahal potensinya sangat besar untuk berprestasi.
Kepada setiap kontingen, marilah kita semua yang terlibat di dalam PON Papua ini untuk berlaku sportif. Utamakan prestasi ketimbang gengsi Provinsi. Dan yang tidak kalah penting, dalam suasana hati setiap anak bangsa yang kurang nyaman di tengah pandemi Covid-19, kita perkuat persaudaraan dengan rasa senasib sepenanggungan.
Harus pula kita sadari, kita berpesta di tengah sebagian saudara-saudara kita tengah berduka. Banyak yang kehilangan keluarga karena wabah Covid-19. Untuk itu marilah kita rekat persaudaraan dan menjadikan PON Papua sebagai ajang silaturahmi masyarakat olahraga di Tanah Air. Selamat bertanding, sekali lagi mari kita junjung tinggi sportivitas demi sebuah bangsa.!!! (Marpi Novelian) ***














