Lapsus
Gaung PON XX/2020 Nyaris Tak Terdengar

Logi PON XX Papua. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA: Pesta olahraga multi event nasional PON XX/2020 Papua tinggal menghitung hari akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), tepatnya tanggal 2 Oktober dan akan berlangsung sampai 15 Oktober 2021.
Banyak pihak, termasuk masyarakat umum menilai gaung hajatan olahraga akbar empat tahunan di Tanah Air itu dinilai tidak maksimal atau bahkan banyak yang mengatakan nyaris tak terdengar. Entah ini siapa yang salah (PB PON, Pemprov Papua atau Pemerintah Pusat) tapi yang jelas memang PON XX/Papua 2020 terasa tidak ada gaungnya.
Biasanya gaung PON telah dimulai dengan pengambilan api abadi yang nantinya akan disulutkan di stadion utama tempat pembukaan dan penutupan PON. Tapi kali ini hal yang satu ini seakan terlewatkan, meski sebenarnya masyarakat paham jika kali ini tidak bisa arak-arakan karena kondisi di Tanah Air tengah pandemi Covid-19. Namun setidaknya lewat pemberitaan di medali tv, media cetak atau media online terkait moment pengambilan api abadi ini harusnya bisa digemakan dalam pemberitaan. Padahal, seperti diketahui PON XX/2020 Papua cukup besar anggaran telah digelontorkan.
Sejauh ini publik tidak merasakan demam PON XX di Tanah Papua. Hal ini tergambar dalam webinar kesiapan penyelenggaraan PON XX pada HUT media Jubi yang ke 20 tahun, Selasa (31/8/21).
Abdon, seorang masyarakat yang mengaku sebagai seorang penggemar olahraga Papua mengatakan dirinya belum melihat promosi ataupun gaung yang begitu terasa menjelang PON XX. Padahal, dia tinggal di Abepura, Kota Jayapura.
“Saya sebagai seorang masyarakat dan juga penggemar olahraga, saya melihat promosi terkait PON XX tidak begitu terlihat. Ini menurut saya. Padahal saya tinggal di Abepura,” kata Abdon.
Bahkan yang lebih menggelitik ketika beberapa warga Jakarta menuturkan, lho emang ada PON kok kayaknya diam-diam tidak ada kabar beritanya. “Emang PON ada ya,” kata Sukandar, warga Pondok Gede. “Beda banget ya, atau mungkin karena ini di suasana pandemi jadi tak terdengar gemanya.Biasanya jauh-jauh hari banyak banget promosi PON saya bisa lihat. Tapi ini bener-bener sangat minim, kalo nggak dimau dibilang sama sekali tidak ada,” imbuhnya.
Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, TB Ade Lukman, mengakui jika memang promosi PON XX Papua sedikit berbeda, dibandingkan dengan perhelatan PON sebelumnya di daerah lain.
Ade Lukman menyebutkan jika PB PON dan Pemprov Papua tetap gencar mempromosikan hajatan nasional itu di kota besar seperti ibukota negara, Jakarta sejak jauh hari. Bahkan sudah nampak terlihat beberapa baliho besar PON XX di Jakarta dan bandara.
“Memang jika kita bandingkan dengan PON sebelumnya, promosi PON XX Papua masih kurang, karena mungkin promosi itu juga berkaitan dengan biaya, tapi sudah terlihat adanya promosi tersebut lewat baliho-baliho di Jakarta yang sudah terpasang di salah satu landmark, promosi di bandara juga sudah terlihat,” tutur Ade Lukman.****














