Connect with us

Olahraga

Priska Terhenti di Babak Kedua Grand Slam Yunior Wimbledon

Diterbitkan

pada

Priska Madelyn Nugroho. (ist)

FAKTUALid – Bintang muda tenis putri Indonesia, Priska Madelyn Nugroho (18), harus terhenti di babak kedua Grand Slam Yunior Wimbledon 2021, setelah dipaksa mengaku keunggulan Matilde Paoletti (18/Italia) lewat dua set 6-7 (1), 3-6, Kamis (8/7/2021), di All England Club London, Inggris.

Priska yang menempati unggulan ke-11, lambat start sehingga Paaoletti langsung mematahkan servisnya di game pertama untuk memimpin kedudukan 0-2. Tapi perlahan namun pasti Priska mampu memberikan perlawanan untuk mengejar ketertinggalan 1-2, 2-4 dan 3-4. Bahkan ia balik berhasil mematahkan servis lawannya di game kedelapan untuk menyamakan kedudukan 4-4.

Priska meneruskan kebangkitannya itu untuk balik memimpin 5-4 ketika pegang servis di game kesembilan. Namun lawannya pun juga sukses melakukan servis game hingga kedudukan imbang 5-5.

Permainan kian menarik di game ke-10. Priska dalam skor kecil sempat tertinggal 15-30 dan 30-40. Tapi dengan sabar ia membuka kesulitan yang dihadapi itu dengan menyamakan kedudukan 40-40 sesudah sempat terjadi permainan rally panjang. Ia justru memertahankan servis untuk memimpin 6-5.

Permainan taktis ditampilkan Priska walau menghadapi Paoletti yang sedikit unggul tenaga. Paoletti melakukan servis game untuk menjadikan kedudukan imbang 6-6 dilanjutkan dengan adu tie break.

Advertisement

Di adu tie break, Priska yang memang sedikit kalah tenaga tertinggal 0-2 dari Paoletti. Kekalahan tenaga membuatnya harus menyerah kalah di adu tie break ini dengan skor 1-7.

Memasuki set kedua lagi-lagi Priska tertinggal 0-2 sesudah Paoletti mematahkan servisnya di game kedua. Ia makin tertinggal 0-3 sesudah lawannya berhasil servis game.

Priska memperkecil ketertinggalan 1-3 setelah berhasil servis game pada game keempat. Namun lawannya terus mempertahankan keunggulan hingga akhirnya menutup set kedua ini dengan kedudukan 3-6.

Dengan demikian terhenti harapan Priska untuk melangkah lebih jauh di nomor tunggal Grand Slam Yunior Wimbledon ini. Namun dia masih punya harapan di nomor ganda berpasangan dengan Alexandra Eala (Filipina).Bersama Eala, dia pernah jadi juara di Grand Slam Yunior Australia Terbuka 2020.

Absen Tahun Lalu

Advertisement

Priska harusnya tahun lalu dapat tampil di Main Draw (Babak Utama-red) Grand Slam Prancis Terbuka di level yunior yang di Rolland Garros, AS Terbuka dan Wimbledon. Tapi sayang, wabah Covid-19 yang melanla dunia ia harus mengubur keinginannya itu.

“Dibilang sayang, ya pasti sayang banget. Kejuaraan level yunior Prancis Terbuka dan juga AS Terbuka yang baru berlangsung, harusnya saya bisa tampil di main draw. Tapi mau bilang apa lagi, kondisi semua negara akibat pandemi Covid-19 tidak menentu. Kesehatan tetap jadi yang utama,” kata Priska ketika itu.

Menurut Priska, sebenarnya di Gand Slam AS Terbuka yang telah terlaksana dan Prancis Terbuka yang baru akan dilangsungkan, dirinya masuk main draw. “Ya tapi mau gimana lagi, aplikasi untuk mendapatkan visa ditutup.Jadi ya nggak mungin kan maksa berangkat,” terang Priska.

Ditambahkan Priska, sesungguhnya dirinya ingin sekali dapat bermain baik di Prancis Terbuka dan AS Terbuka tahun lalu. “Sebenernya mah mau banget..ha..ha.. ini kan kejuaraan grand slam,” jelas Priska. “Tapi pandemi menjadikan saya harus mengubur harapan tersebut tahun lalu,” imbuhnya.

Priska meraih prestasi cukup membanggkan di ajang grand slam level yunior, Prancis, Wimbledon dan AS Terbuka pada musim lalu.

Advertisement

Bahkan Priska bersama Alexandra Ealana (Filipina) mengukir prestasi membanggakan dengan jadi juara di sektor ganda putri pada ajang grand slam Australia Terbuka di level yunior .

“Bangga banget bisa juara di level grand slam Australia Terbuka. Tapi aku nggak mau berpuas diri dengan kerberhasilan itu. Aku justru harus berlatih lebih keras karena aku juga ingin bisa meraih prestasi lainnya di ajang grand slam lainnya, di Perancis Terbuka, Wimbledon atau pun di AS Terbuka,” kata Priska kala itu.

Priska merasa bangga mampu kembali mengharumkan nama Indonesia di ajang Grand Slam setelah dirinya mendapat kesempatan bisa berlaga di Prancis Terbuka, Wimbledon dan AS Terbuka di level yunior. “Mungkin keberhasilan di Australia Terbuka jadikan pelecut semangat untuk berlatih lebih keras lagi karena aku pun juga ingin dapat meraihnya di ajang grand slam lainnya,” terang Priska.

Priska menyatakan masih akan tampil pada kategori tunggal dan ganda untuk kesempatan ajang grand slam berikutnya di Perancis, Wimbledon dan AS Terbuka. Bahkan dirinya berharap jika nanti “naik kelas” ke level senior, Priska tetap ingin dapat kompetitif menghadapi lawan-lawan tangguh di ajang turnamen grand slam. ****

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement