Home Olahraga Tersingkir di Perempatfinal Wimbledon, Federer Diberondong Media Kapan Bakal Mundur

Tersingkir di Perempatfinal Wimbledon, Federer Diberondong Media Kapan Bakal Mundur

oleh Bambang

Roger Federer melambaikan tangan seakan pertanda dirinya segera mundur dari tenis usai tersingkir di perempatfinal Wimbledon. (wimbledon.com)

FAKTUAlid – Sangat jarang pemain terbaik kalah di panggung terbesar Wimbledon, lalu lama untuk hadir di komperensi pers. Demikian terjadi ketika jagoan lapangan rumput Roger Federer (Swiss) harus tersingkir, setelah menyerah kepada bintang muda Hubert Hurkacz (Polandia) 3-6, 6-7 (4), 0-6, Rabu (7/7/2021), d All England Club London, Inggris.

Federer butuh waktu hampir satu jam, sebelum akhirnya hadir di sesi taanya jawab dengan wartawan pasca kekalahan. Hal yang jarang, sebab sewajarnya pasca-pertandingan dalam beberapa menit, petenis keluar untuk hadir memberikan konperensi pers.

Kali ini Federer membutuhkan waktu satu seperempat jam setelah kekalahan straight set oleh Hurkacz, sebelum dia masuk untuk menyelesaikan formalitas media. Mungkin dia butuh waktu untuk menenangkan diri. Lagi pula, terakhir kali dia kehilangan satu di sini adalah hal yang tidak pernah. Federer belum pernah dikalahkan di Wimbledon, dan hanya sekali abad ini di mana pun (oleh Nadal di Roland-Garros pada 2008).

“Saya benar-benar tidak tahu apakah itu terakhir kali saya bermain di Wimbledon,” kata Federer dengan muram. “Saya harus mengambil beberapa hari, lalu pergi dari sana. Hubert bermain bagus. Itu sulit, Anda tahu. Beberapa pertandingan terakhir jelas… Anda dapat merasakan bahwa Anda tidak akan kembali darinya. Saya tidak terbiasa dengan situasi seperti itu, terutama di sini,” sambung Federer.

Roger Federer (kanan) berpelukan dengan Hubert Hurkacz usai pertandingan. (wimbledon.com)

Federer merasa dirinya dihinggapi kelelahan yang luar biasa. “18 bulan terakhir terasa lama dan berat. Saya merasa sangat kecewa pada momen [kekalahan] itu sendiri,” tutur Federer. “Saya masih. Saya merasa sangat lelah. Aku bisa pergi tidur siang sekarang. Anda mempertaruhkan segalanya, dan ketika semuanya selesai, Anda bisa tidur karena Anda sangat lelah karena secara mental mendorong diri sendiri ke depan, dan mencoba segalanya, ” sambungnya.

Selanjutnya Federer pun dising kapan dirinya segera pensiun? Tapi lagi-lagi pemiliki 20 Trophy Grand Slam itu mengatakan tidak ada dalam pikirannya, meskipun dia menjalani dua operasi lutut pada tahun 2020.

“Tidak, ini hanya tentang memiliki perspektif. Anda membutuhkan tujuan saat menjalani rehabilitasi. Anda tidak dapat memikirkan seluruh gunung untuk didaki sekaligus. Anda harus melangkah. Wimbledon adalah langkah super yang pertama,” ucap Federer. “Seperti yang Anda lihat, itu adalah perjuangan bagi saya dan melakukan upaya ekstra sepanjang waktu, terutama ketika keadaan menjadi sulit melawan Hubert. Saya tahu itu akan sangat sulit. Sekarang saya hanya harus berbicara dengan tim, mengambil waktuku, ambil keputusan yang tepat,” imbuhnya.

Dia menyatakan dirinya “sangat senang” telah mencapai perempatfinal, meskipun nadanya kurang menyenangkan. “Tubuh sebenarnya secara keseluruhan terasa baik-baik saja dari pertandingan,” aku Federer. “Saya senang saya melalui semua proses mengambil kerugian dan mencoba bermain di Paris dan Jenewa dan Doha dan Halle, membuat diri saya sendiri ke dalam ketangguhan pertandingan dan kebugaran di sini di Wimbledon. Prosesnya sangat lambat. Tujuannya adalah untuk bersaing di Wimbledon tahun lalu. Saya hampir tidak berhasil untuk tahun ini. Itu adalah jalan yang panjang dan sulit,” sambungnya.

Federer mengakui jika permainannya kini telah mulai berkurang. “Jelas banyak hal yang hilang dalam permainan saya yang mungkin 10, 15, 20 tahun yang lalu sangat sederhana dan sangat normal,” aku Federer. “Ini terjadi secara alami. Saya harus selalu berusaha ekstra secara mental untuk mengingat melakukan ini atau itu. Saya punya banyak ide di lapangan, tapi terkadang saya tidak bisa melakukan apa yang ingin saya lakukan,” lanjutnya.

Federer kecewa atas kekalahannnya. “Tentu saja saya kecewa saya kalah hari ini, saya merasa seperti ada kesempatan, tapi begitulah kelanjutannya,” tutur Federer. ” Saya tahu bagaimana saya dalam situasi ini. Saya mungkin sangat keras pada diri saya sendiri, saya menjadi sangat sedih, dan kemudian setelah beberapa jam, bahkan beberapa hari, saya akan baik-baik saja kembali dan menjadi diri saya yang dulu. Saya memiliki perspektif tentang itu, jadi semuanya baik-baik saja, ” pungkasnya.***

Tinggalkan Komentar