Home Olahraga Naas Menimpa Ketiga Pecatur Indonesia, Dinyatakan Covid-19 Terhenti di World Cup FIDE

Naas Menimpa Ketiga Pecatur Indonesia, Dinyatakan Covid-19 Terhenti di World Cup FIDE

oleh Bambang

Ketiga pecatur Indonesia yang terpaksa mengubur mimpinya untuk membuat sejarah. (ist)

FAKTUALid – Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Kata bijak tersebut kirannya dapat mewakili naas (nasib kurang beruntung-red) yang menimpa tiga pecatur terbaik Indonesia, GM Susanto Megaranto, IM Irine Kharisma Sukandar, dan IM Madina Warda Aulia yang ‘divonis’ Covid-19, sehingga harus mundur dan mengubur impian dapat melangkah lebih lanjut di kejuaraan catur bergengsi World Cup FIDE 2021, Jumat (16/7/2021), di Sochi, Rusia.

Panpel mencoret ketiganya, untuk tak bisa melanjutkan pertandingan di babak kedua menghadapi lawan masing-masing akibat dinyatakan positif Covid-19. Dengan demikian, ketiga pecatur andalan Merah Putih ini menyusul satu rekan pecatur Indonesia lainya, IM Ervan Mohamad, yang lebih dulu ‘diberhentikan’ main oleh Panpel lantaran positif Covid-19.

Padahal, ketiga pecatur Indonesia itu tengah berusaha mengharumkan nama bangsa dan negara dengan mencoba untuk mencatat sejarah memperbaiki rekor GM Utut Adianto di ajang World Cup FIDE. Ketiganya telah berhasil menyamai rekor Utut Adianto dengan melenggang ke babak kedua World Cup FIDE. Utut membuat rekor itu pada 17 tahun lalu ketika jadi wakil Indonesia di World Cup FIDE di Tripoli Libia.

Susanto meraih tiket babak dua usai menyingkiran pecatur Iran GM Ehsan Ghaem Maghami (2547) 2,5 -1,5 di pertandingan babak pertama. Irine unggul 1,5 – 0,5 atas pecatur Chili WIM Javiera Belen Gomez Barrera (2083). Sedang Medina membungkam pecatur Jerman FM Jana Schneider (2321) dengan skor meyakinkan 2-0.

Namun ketika Susanto bertemu pecatur papan atas unggulan kedua asal Amerika Serikat GM Fabiano Caruana (2820), ia harus mengakhiri perlawanan karena Panpel menghentikan pertandingan, sesudah keluar hasil tes dinyatakan positif Covid-19. Padahal di papan catur Susanto mampu mengimbangi Caruana sebelum harus menyudahi ketika pertandingan berjalan pada langkah ke-15.

Nasib sama juga menimpa dua pecatur putri, Irine dan Medina, yang juga dilarang melanjutkan laga pada pertandigan kedua sesudah masing-masing memang menderita kalah dari lawan-lawannya di partai pertama. Dengan demikian Irine dinyatakan kalah dari pecatur tuan rumah Rusia, GM Valentina Gunina (2437), dan Medina harus menyerahkan kemenangan kepada unggulan 6 asal India GM Dronavalli Harika (2515).

“Mereka bertiga telah mencatat sejarah baru dalam dunia catur Indonesia di mana ketiganya dapat lolos ke babak dua di kejuaraan catur dunia ini,” kata Rachmat Indrajaya, Direktur Corporate Affairs PT. Japfa Comfeed Indonesia TBK. “Ini menjadi jawaban doa kita apalagi JAPFA sebagai perusahaan yang telah mendukung catur Indonesia sejak lebih dari 20 tahun lalu, kami bangga atas prestasi yang ditorehkan para atlet nasional ini,” sambungnya. ****

You may also like

Tinggalkan Komentar