Olahraga
Tenis sebagai Sport Tourism, Bagaimana di Indonesia?
Oleh: August Ferry Raturandang
FAKTUAL-INDONESIA: Sesuai dengan namanya, sport tourism adalah wisata yang dikombinasikan dengan olahraga. United Nations World Tourism Organizations (UNWTO) menjelaskan, sport tourism adalah sektor wisata yang pertumbuhannya paling cepat, karena semakin banyak wisatawan yang tertarik pada aktivitas olahraga.
Beberapa tahun terakhir sport tourism semakin berkembang pesat, bahkan menjadi salah satu tren dalam penggerak sektor pariwisata di Indonesia. Menariknya, saat ini Indonesia dianggap sebagai ikon sport tourism dunia berkat keindahan alam dan budaya yang dimiliki.
Disayangkan sekali belum dilaksanakan di Indonesia khususnya Tenis. Tunggu dulu, jika melihat beberapa turnamen selama ini sudah melaksanakannya, bahkan turnamen nasional sekalipun. Yang lainnya di Bali , hanya pelaksananya dilakukan Promotor Asing. Ketika itu siapa yang tak kenal Wismilak Open dengan mendatangkan petenis dunia nomor satu saat itu, Lindsay Davenport, Ana Ivanovic. Svetlana Kutzetnova dan lain lain. Saat itu banyak Wisman dan penggemar tenis diluat Bali datang menontonnya.
Turnamen nasional yunior di Palembang tahun sekitar 2003 keatas dilaksanakan bukan induk organisasi tenis ( Pelti) setempat.
Dikaitkan Tenis dengan acara acara non tenis bisa sebagai relaksasi yang dibutuhkan saat selesai tenis yang melelahkan. Ini juga sangat penting dan dibutuhkan.
Turnamen nasional sudah pernah dilakukan , kenapa sekarang tidak dilakukan untuk menarik perhatian peserta dan keluarga. Mungkin peserta tuan rumah kurang menarik perhatiannya tetapi bagi petenis tamu sangat bermanfaat.
Sebagai pelaksana turnamen hanya terpaku kepada turnamen ansich sehingga masalah wisata terabaikan.
Andaikan tidak bisa dilaksanakan sendiri tapi bisa bekerja sama dengan pihak ketiga. Misalnya bekerjasama dengan Dinas Pariwisata setempat dan pula dengan Travel Agent. Harus diakui dalam pemikiran pelaksana turnamen , hal ini sebagai tambahan cost belaka.
Harus dirubah cara pikir, dan bentuk kerjasamanya. Yang penting win win solutions sebagai pemikiran bersama.
Sudah saatnya ke depan untuk merobah pola pikir kita bukan hanya kepentingan pemain saja tetapi memikirkan juga kepentingan penonton dan sponsor.
#AyoKamuBisa ***
- August Ferry Raturandang – pernah menjadi pengurus Pengprov dan PP Pelti, aktivis dan penggiat turnamen tenis














