Connect with us

Olahraga

ABG 2026 Sanya: Tim Voli Pantai Putra-putri Indonesia Lakukan Start Meyakinkan

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Tim voli pantai putri Indonesia mendominasi pertandingan saat melawan Maladewa pada Asean Beach Games 2026 Sanya, China. (NOC Indonesia)

Tim voli pantai putri Indonesia mendominasi pertandingan saat melawan Maladewa pada Asean Beach Games 2026 Sanya, China. (NOC Indonesia)

FAKTUAL INDONESIA: Kontingen Indonesia langsung menunjukkan start impresif di hari pertama Asian Beach Games Sanya 2026 melalui cabang olahraga voli pantai. Dua kemenangan meyakinkan dari sektor putra dan putri di Tianya Haijiao, Sanya, China buka peluang Tim Indonesia.

Pasangan putra Bintang Akbar/Sofyan Achmad membuka langkah Indonesia dengan performa dominan saat menghadapi wakil Timor Leste, Joel Savio Valente/Joninho Fernandes Xavier. Bermain di Court 3, Bintang/Sofyan menang dua set langsung 21–14 dan 21–8 tanpa banyak kesulitan.

Pelatih tim voli pantai putra, Andy Ardiansyah, mengungkapkan bahwa laga pembuka dimanfaatkan untuk membangun ritme sekaligus beradaptasi dengan kondisi lapangan.

“Fokus kami di pertandingan pertama adalah adaptasi dengan lapangan dan angin. Secara keseluruhan sudah cukup baik, dan kami juga tidak ingin terlalu memaksakan permainan untuk menghindari risiko cedera,” ujar Andy.

Dominasi Indonesia berlanjut di sektor putri melalui pasangan Nur Atika Sari/Josephine Kaize. Menghadapi wakil Maladewa, Aishath Ishfau Ishag/Rishga Mariyam, mereka tampil superior dan menang telak 21–1 dan 21–6.

Advertisement

Nur Atika menyebut kemenangan ini menjadi modal penting untuk menatap laga berikutnya.

“Pertandingan pertama ini kami gunakan untuk adaptasi karena belum sempat mencoba lapangan sebelumnya. Kami juga mulai membangun ritme permainan untuk pertandingan selanjutnya,” ujar Atika.

Atika menambahkan, menghadapi pertandingan selanjutnya, Ia dan Josephine akan mulai mengembangkan strategi permainan cepat untuk meningkatkan agresivitas serangan dan mengoleksi lebih banyak kemenangan.

“Kami akan mencoba strategi bola-bola cepat agar permainan lebih variatif dan efektif di pertandingan selanjutnya,” tambahnya.

Namun, hasil berbeda didapat pasangan Fairuz Baihaqly/Imam Ahmad Faisal pada laga penutup hari pertama. Menghadapi wakil Lebanon, Jad Abi Karam/Hadi El Chabib, Indonesia harus mengakui keunggulan lawan di set pertama 21–16. Pertandingan kemudian terhenti pada set kedua saat Fairuz mengalami cedera dalam posisi skor 20–16.

Advertisement

Meski demikian, tim pelatih tetap melihat banyak catatan positif dari penampilan hari pertama.

“Kami akan fokus memperbaiki beberapa kesalahan, terutama di servis, agar bisa tampil lebih optimal di pertandingan berikutnya,” tutup Andy. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement